Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
TIDUR dalam waktu yang cukup, sangat dibutuhkan setiap orang. Saat tidur, otak dapat mengisi kembali energinya yang dikeluarkan saat seseorang beraktivitas.
Otak adalah organ tersibuk di tubuh manusia, bertanggung jawab untuk efek kognitif dalam tubuh. Karena berkaitan dengan kemampuan otak, dapat disimpulkan bahwa kurang tidur dapat menurunkan kemampuan kognitif otak.
Kurang tidur bisa menyebabkan berbagai hal seperti mengurangi kemampuan merespon rangsangan tertentu secara tepat waktu. Hal ini sangat berbahaya untuk beberapa kasus terutama dalam pekerjaan yang membutuhkan respons cepat seperti seorang tentara yang membutuhkan respon yang cepat saat di medan perang. Selain itu, pengambilan keputusan yang tepat juga terganggu apabila tubuh kurang tidur.
Kepala Departement Bioteknologi International Institute for Life Sciences (i3L), Putu Virgina Partha Devanthi, S.Si., M.Si., Ph.D. mengatakan dalam hal pengambilan keputusan yang cepat dan darurat, kurang tidur menyebabkan penurunan yang signifikan dalam kemampuan membuat keputusan yang rasional di bawah tekanan tinggi dalam waktu terbatas. Sebuah tes yang dilakukan pada pasien yang kurang tidur dengan pasien yang tidak kurang tidur menunjukkan bahwa meskipun tidak ada hubungan langsung dengan penalaran kritis, hal itu mengganggu kecepatan pengambilan keputusan.
"Ini benar-benar sesuatu yang tidak kita inginkan, karena banyak dari kita perlu membuat keputusan sepersekian detik dalam kehidupan kita sehari-hari. Kurang tidur juga mengurangi kemampuan untuk mempertahankan memori temporal dan kemampuan perhatian yang waspada. Artinya, kita akan memiliki ingatan jangka pendek dan melupakan hal-hal baru yang baru saja kita lihat atau dengar,” ungkap Virgina.
Lebih jauh, disebutkan, kurang tidur dalam jangka panjang dapat menyebabkan banyak komplikasi kesehatan. Tetapi sebagian besar efek jangka panjang adalah efek non-kognitif, seperti obesitas, dan kematian dini. Dalam hal kognitif, itu dapat menyebabkan penurunan efisiensi secara keseluruhan, kurangnya penilaian yang solid dan peningkatan kesalahan.
"Sebagian besar dari efek ini juga permanen, karena tubuh kita tegang karena kurang tidur. Ini juga akan menyebabkan penurunan kemampuan otak untuk mengingat sesuatu, dan kita menjadi jauh lebih pelupa pada usia yang jauh lebih muda," jelasnya.
Di sisi lain, mahasiswa Bioteknologi i3L Michael mengatakan banyak alasan mengapa orang kurang tidur, bisa dari pekerjaan atau aktivitas yang mereka lakukan. Data statistic dari Sleep Cycle menunjukkan rata-rata waktu tidur yang dibutuhkan orang dewasa adalah 8 jam per hari. Akan tetapi kebanyakan orang tidur kurang dari 8 jam.
"Ketika orang kekurangan tidur, tubuh mereka akan berusaha mendapatkan kembali waktu istirahat yang dibutuhkan, ini mengakibatkan terjadinya microsleep yang tidak disengaja dalam aktivitas kita sehari-hari”, tutur Michael.
Setelah microsleep, jelasnya, kita dapat kehilangan sebagian dari kemampuan akusisi kognitif kita yang berarti tubuh memplejari hal-hal jauh lebih lambat dari seharusnya. "Kurang tidur dapat melemahkan kemampuan sistem saraf untuk mengingat hal-hal yang baru dipelajari, ini berarti seseorang akan jauh lebih mudah lupa dan menurunkan efisiensi kita dalam mempelajari hal-hal baru," ujarnya.
Lebih jauh, Virgina mengatakan kurang tidur memiliki banyak efek negatif baik jangka pendek maupun jangka panjang, terhadap kemampuan kognitif manuria. Efek jangka pendek adalah menghambat kemampuan untuk menerima informasi, membuat keputusan, kesadaran kita, dan rentang perhatian kita.
"Dalam jangka panjang, selain efek kesehatan non-kognitif, mereka juga memengaruhi kemampuan kita untuk mempertahankan ingatan, penilaian, dan kemampuan melakukan sesuatu dengan benar. Karena itu, kita harus memastikan tidak menderita kurang tidur," jelasnya. (RO/OL-15)
Merasa terganggu dan takut kehilangan kewarasan, wanita tersebut mencari bantuan psikiater, Dr. Ikechukwu Obialo Azuonye.
Gagal ginjal sering berkembang tanpa gejala di tahap awal. Kenali tanda-tanda seperti kelelahan, edema, hingga perubahan urine untuk penanganan sedini mungkin.
Daftar 20 makanan tinggi antioksidan versi USDA, dari blueberry hingga kacang merah. Bantu lawan radikal bebas dan cegah penyakit kronis.
Berdasarkan filosofi keseimbangan Yin dan Yang, jamur kuping dipercaya mampu mengembalikan harmoni organ tubuh yang terganggu akibat penyakit.
Selain hipertensi, diabetes dan influenza juga menduduki posisi teratas dalam daftar keluhan kesehatan di posko pemantauan mudik.
Sakit tenggorokan saat bangun tidur bisa disebabkan dehidrasi, alergi, hingga GERD. Kenali 6 penyebab paling umum dan cara mencegahnya sebelum kondisi semakin parah.
Profesor dari Indiana University, Gabriel Filippelli, mengungkapkan bahwa terdapat bukti dengan menggunakan sepatu di dalam rumah dapat meningkatkan penyebaran kuman di rumah.
Pelayaran jarak jauh ini bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan ujian nyata bagi kesiapan teknis kapal KRI Canopus-936 dalam menghadapi berbagai kondisi laut internasional.
SEBUAH penemuan luar biasa datang dari tim peneliti Rusia yang berhasil menghidupkan kembali tanaman berbunga asal Siberia, Silene stenophylla, dari biji yang telah terkubur 32 ribu tahun.
Ruang lingkup kerja sama antara lain mencakup pelaksanaan penelitian bersama dalam bidang lingkungan hidup dan transisi energi serta program pemagangan bagi mahasiswa Teknik Lingkungan ITY.
Reaksi emosional selama ini kerap dianggap persoalan selera pribadi, dipengaruhi oleh DNA masing-masing individu merespons karya seni.
Para ilmuwan dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat, berhasil mendemonstrasikan bahwa kera besar memiliki kapasitas kognitif untuk "bermain pura-pura" (play pretend).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved