Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
ANAK dengan kanker membutuhkan perawatan khusus dan pendampingan baik di rumah sakit maupun di rumah. Hal itu dikatakan Ketua Pusat Thalassemia Unit Pelayanan Transfusi Darah RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta Prof Pustika Amalia.
"Anak dengan kanker memerlukan perawatan khusus yang multidisiplin dari berbagai keahlian baik pengobatan rumah sakit maupun di rumah sehingga informasi dan komunikasi yang baik antara pasien keluarga dokter dan perawat haruslah berjalan dengan baik," ujar dia dalam nursing zoominar bertajuk Peran Perawat Dalam Paradigma Pelayanan Kanker Anak, dikutip Selasa (22/2).
Pustika memahami, vonis kanker pada anak bisa memunculkan rasa tidak nyaman terutama bagi orangtua, keluarga dan bahkan pasien.
Baca juga: Risiko Efek Samping Kemoterapi pada Pasien Kanker Ternyata Bisa Diminimalkan
Tidak jarang, orangtua merasa bingung harus melakukan apa. Sementara pasien berada dalam kondisi terpuruk dan putus asa. Mereka terbatas dalam melakukan kegiatan karena harus menjalani perawatan di rumah maupun rumah sakit.
Dalam hal ini, hubungan moral antara sesama pasien, penyintas dan bahkan yayasan terkait kanker juga menjadi hal yang diperlukan dalam merawat pasien kanker agar mereka bisa mencapai survival lebih baik.
Pustika mengingatkan, sebagian besar kasus kanker membutuhkan kemoterapi disamping operasi dan radiasi. Terapi ini memiliki efek samping seperti mulai dari mual, muntah, tidak nafsu makan, mudah lelah, infeksi, nyeri, rambut rontok kemudian komplikasi lain di berbagai organ hingga syok anafilaktik atau reaksi alergi berat.
"Orangtua juga perlu diedukasi cara bagaimana mencegah infeksi, menjaga kesehatan anak baik fisik maupun mental serta mengenal tanda dan gejala darurat yang mengharuskan mereka membawa anaknya mencari pertolongan dokter," kata dia.
Menurut dia, perawatan suportif seperti pemberian nutrisi, transfusi dan psikososial memiliki peranan penting dalam keberhasilan tatalaksana pasien kanker.
Kanker dapat terjadi pada orang-orang dari segala usia dan dapat mempengaruhi setiap bagian dari tubuh. Kondisi ini dimulai dengan perubahan genetik dalam sel tunggal, yang kemudian tumbuh menjadi massa (atau tumor), menyerang bagian lain dari tubuh dan menyebabkan kerusakan dan kematian jika tidak ditangani.
Pada anak, sebagian besar kanker tidak diketahui penyebabnya. Banyak penelitian berusaha mengidentifikasi penyebab kanker pada anak dan menemukan sangat sedikit kanker pada anak yang disebabkan faktor lingkungan atau gaya hidup.
Upaya pencegahan kanker pada anak harus difokuskan pada perilaku yang akan mencegah anak mengembangkan kanker.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, setiap tahun sekitar 400.000 anak dan remaja berusia 0-19 tahun terkena kanker.
Pada anak, jenis kanker yang paling umum leukemia, kanker otak, limfoma, dan tumor padat, seperti neuroblastoma dan tumor Wilms.
Kanker anak umumnya tidak dapat dicegah atau diidentifikasi melalui skrining. Walau begitu, sebagian besar kanker dapat diobati termasuk pembedahan dan radioterapi. (Ant/OL-1)
Kebersamaan bisa dilakukan oleh ayah maupun ibu, tergantung siapa yang memiliki kesempatan.
Aturan pemberian makan anak atau feeding rules tidak hanya bicara soal apa yang dimakan, tetapi mencakup tiga pilar utama: jadwal, prosedur, dan lingkungan.
IDAI rilis panduan mudik aman bersama anak. Simak tips imunisasi, protokol kesehatan, perlengkapan wajib, hingga aturan car seat sesuai usia.
Ingin mudik aman tanpa drama? Simak panduan lengkap manajemen stres dan kenyamanan kabin khusus untuk perjalanan bersama anak-anak dan lansia di sini
Gemas sama anak orang boleh, tapi jangan main cium, pegang, apalagi asal suapin. Kita gak tau kuman apa yang nempel di tangan kita.
Penguatan pelayanan kesehatan primer, terutama Puskesmas dan Posyandu, harus menjadi prioritas dalam strategi nasional penanganan kesehatan mental anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved