Selasa 22 Februari 2022, 10:15 WIB

Risiko Efek Samping Kemoterapi pada Pasien Kanker Ternyata Bisa Diminimalkan 

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Risiko Efek Samping Kemoterapi pada Pasien Kanker Ternyata Bisa Diminimalkan 

MI/Eni
Pasien bersiap menjalani kemoterapi di Omni Chemo Cente, Omni Hospital Pulomas Jakarta.

 

KEMOTERAPI sebagai salah satu modalitas utama tata laksana kanker berpotensi menyebabkan efek samping dan risiko ini dapat diminimalisasi. Hal itu dikatakan Kepala Departemen dan KSM Ilmu Kesehatan Anak RSUP Hasan Sadikin Susi Susanah.

"Risiko efek samping ini dapat diminimalisir melalui mitigasi dengan cara mengenal karakteristik obat kemoterapi, karakteristik pasien dan penanganan efek samping," kata dia dalam sebuah webinar kesehatan, dikutip Selasa (22/2).

Susi mengatakan, ada sejumlah efek samping yang bisa dirasakan pasien seperti nyeri, rambut rontok, konstipasi, diare, neurotoksisitas, mual dan muntah, demam, hingga kebocoran cairan.

Baca juga: Cegah Malnutrisi Pasien Kanker, Kunci Sukses Keberhasilan Pengobatan

Efek samping ini berdasarkan waktu munculnya, bisa bersifat segera ataudalam 24 jam pertama seperti mual, muntah, kemerahan pada kulit, nyeri saat berkemih dan menggigil; dini atau atau hitungan hari hingga minggu misalnya stomatitis, rambut rontok, diare; bahkan tahunan seperti sirosis hepatis, keganasan, dan infertilitas.

Pasien yang mengalami mual dan muntah karena kemoterapi dapat menurun kualitas hidupnya, ketidakseimbangan metabolik, anoreksia sehingga berujung malnutrisi, masa rawat inap yang lama dan terancamnya keberlangsungan hidup karena keterlambatan atau penundaan siklus kemoterapi.

"Faktor yang mempengaruhi kejadian mual dan muntah seperti tipe, dosis dan jadwal kemoterapi serta individu pasien yang dipengaruhi usia dan gender," kata Susi.

Menurut Susi, tenaga kesehatan umumnya sudah mengenali obat-obat kemoterapi yang menyebabkan mual dan muntah dengan derajat minimal atau ringan, sedang hingga tinggi. 

Pasien yang diberikan obat-obatan jenis high emetogenic umumnya akan mendapatkan antiemetik atau antimuntah sebelum kemoterapi dilakukan.

Selain mual dan muntah, pasien juga bisa merasakan efek mukositis yang dikaitkan dengan kemampuan nyeri, makan dan menelan pasien.

Perawat, bisa bekerja sama dengan orangtua dan dokter untuk menjaga kebersihan rongga mulut pasien misalnya dengan berkumur, menyikat gigi sampai pada tahap yang terakhir memerlukan terapi medikamentosa.

Di sisi lain, selama kemoterapi, pasien juga dapat berisiko mengalami kebocoran cairan atau obat sehingga obat yang diberikan melalui intravena bisa memunculkan gejala seperti nyeri, gangguan sensasi seperti bengkak, panas, kesemutan dan pendarahan. Kejadian ini bisa berkurang salah satunya dengan pemilihan vena yang sesuai.

Kemoterapi bertujuan menghancurkan sel-sel kanker dengan mempengaruhi sintesis atau fungsi DNA sehingga dapat menghambat atau merusak siklus sel kanker. 

Tetapi, terapi ini juga dapat menghancurkan sel-sel normal, sehingga di dalam pelayanan tatalaksana kemoterapi selain manfaat yang diambil, pasien kanker menghadapi risiko berupa efek samping, meskipun tidak selalu terjadi dan bersifat individual.

"Sebagian dapat diprediksi dan ini salah satu yang harus dikomunikasikan kepada orangtua dan pasiennya kalau (dia) sudah remaja. Antisipasi dalam memberikan kemoterapi khususnya pasien kanker anak yakni mengenali karakteristik obat kemoterapi, mengantisipasi efek samping sehingga bisa mempersiapkan penanganan efek samping tersebut dan persiapan selama dan pascakemoterapi," jelas Susi.

Dia mengingatkan, dalam pemberian kemoterapi, ada banyak faktor yang harus diperhatikan yakni jenis kanker, stadium kanker, usia pasien, status kesehatan pasien dengan sebagian ada penyakit-penyakit yang menyertai.

Menurut dia, peran perawat kompeten yang menjadi bagian dari tim multidisiplin tatalaksana kanker termasuk faktor penting dalam keberhasilan terapi. (Ant/OL-1)

Baca Juga

DOK @limofficial_lirboyo di Instagram.

Asmaul Husna: Al-Malik Yang Merajai Miliki Segala yang Wujud

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 14:48 WIB
Di muka Bumi terdapat banyak raja. Namun mereka semua di bawah kekuasaan satu adiraja raja tertinggi ialah Allah subhanahu wa ta'ala....
Antara

Presiden Apresiasi Pelaksanaan Jambore Nasional XI 2022

👤Indriyani Astuti 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 14:25 WIB
Ada beragam kegiatan Jambore Nasional XI yang digelar pertama kali saat pandemi covid-19. Seperti, panjat tebing, mengurangi sampah...
Ist/UMT

2.000 Peserta Gowes Padati Kota Tangerang dalam Milad ke-13 UMT

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 13:52 WIB
Ribuan warga dari berbagai daerah di Kota Tangerang, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang, antusias mengikuti kegiatan Milad ke-13...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya