Rabu 09 Februari 2022, 20:55 WIB

Molnupiravir dan Nirmatrelvir Digunakan untuk Pasien Berisiko Tinggi

Atalya Puspa | Humaniora
Molnupiravir dan Nirmatrelvir Digunakan untuk Pasien Berisiko Tinggi

Antara/ Aditya Pradana Putra
PENELITIAN IMUNOMODULATOR: Peneliti menyiapkan uji imunomodulator bagi pasien covid-19 di Laboratorium Puslit Bioteknologi LIPI, Cibinong

 

LIMA organisasi profesi dokter yakni Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia dan Ikatan Dokter Anak Indonesia mengeluarkan panduan edisi keempat tentang tata laksana penanganan pasien covid-19.

Dalam panduan terbaru itu,  kelima organisasi profesi menyepakati penggunaan dua obat antivirus yang baru sebagai pilihan sesuai indikasi dan ketersediaan yaitu Molnupiravir dan Nirmatrelvir/Ritonavir (Paxlovid). "Kedua obat ini sudah dipakai sebagai obat antivirus untuk covid-19 di berbagai negara. Obat ini dipakai pada kasus covid-19 ringan sampai sedang, terutama untuk yang berisiko meningkatkan terjadinya perburukan," kata Ketua PAPDI Agus Dwi Susanto dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (9/2).

Dengan demikian, kini ada empat obat antivirus yang digunakan untuk covid-19, yaitu Remdesivir, Favipiravir, Molnupiravir, dan Nirmatrelvir/Ritonavir (Paxlovid). Dikatakan Agus, Molnupiravir dan Nirmatrelvir/Ritonavir tidak diberikan pada semua pasien terkonfirmasi covid-19. Tetapi hanya untuk pasien yang berisiko tinggi menjadi perburukan atau berat yaitu pasien dengan diabetes mellitus tipe 1 dan dua, keganasan, penyakit serebrovaskular, gagal ginjal kronik, penyakit hati krnik, penyakit paru kronik, penyakit jantung dan obesitas.

Di samping itu, Agus menyatakan terdapat sejumlah obat-obatan yang tidak lagi di gunakan dalam tata laksana covid-19. Diantaranya Ivermectin, Klorokuin, Oseltamivir, Azithromycin dan terapi plasma konvalesen. "Tidak lagi digunakan karena tidak terbukti memiliki manfaat. Bahkan, beberapa diantaranya menyebabkan efek samping yang serius," tambah Agus. (Fer/H-1)

Baca Juga

Antara

Update 10 Agustus: 5.926 Kasus Covid-19 Terdeteksi Hari Ini

👤MGN 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 17:22 WIB
Sementara itu, kasus aktif covid-19 bertambah 1.002 sehingga menjadi 52.043...
DOK Pribadi.

Rayakan 60 Tahun Berdiri, Hotel Indonesia Kempinski Gelar Pameran Seni

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 17:02 WIB
Merayakan 60 tahun berdirinya Hotel Indonesia, Hotel Indonesia Kempinski Jakarta kali ini mempersembahkan keelokan seni Indonesia melalui...
Dok MGN

Lampung Post Luncurkan Aplikasi One Click

👤Andi Apriadi/Muklis Efendi 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 16:52 WIB
Transformasi itu merupakan bentuk kecintaan terhadap masyarakat dan ikut serta memajukan Provinsi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya