Jumat 04 Februari 2022, 18:36 WIB

Tari Kontemporer Indonesia-Prancis Meriahkan Sejumlah Kota Besar Prancis

Mediaindonesia.com | Humaniora
Tari Kontemporer Indonesia-Prancis Meriahkan Sejumlah Kota Besar Prancis

Antara/Novrian Arbi.
Pentas seni Institut Prancis di Indonesia, Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

 

SEJUMLAH seniman tari asal Indonesia dan koreografer Prancis menggelar kolaborasi tari kontemporer yang berjudul Sikap. Koreografer dan pengarah artistik asal Prancis, Abderzak Houmi, berkolaborasi dengan empat penari asal Indonesia, yaitu Erwin Mardiansyah, Krisna Satya, Siska Aprisia, dan Tazkia Hariny Nurfadlillah. Desain pencahayaan dirancang oleh seniman asal Prancis, Jean-Marie Lelièvre. 

Abderzak Houmi mengenal penari dari berbagai kota di Indonesia sejak 2018, khususnya melalui kontak dengan Sasikirana KoreoLab and Dance Camp sebagai tempat persiapan produksi Sikap di Bandung, Jawa Barat. Kolaborasi ini juga didukung oleh Institut Prancis di Indonesia (IFI).

Dijelaskan Houmi, Sikap mengambil kata dari bahasa Indonesia yang menyatakan dengan baik bahwa tari bukan sekadar keterampilan gerak tetapi juga sikap dari para penari yang diharapkan menginspirasi penontonnya. "Sikap juga hal terpenting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Demikian kesimpulan saya setelah mempelajari dan mengamati kehidupan di Indonesia," jelas Houmi. 

Para artis dari Indonesia tiba pada 22 Desember yang lalu dan telah memulai tur untuk menampilkan Sikap sebanyak 15 kali di sejumlah kota besar di Prancis, yaitu Amboise, Troyes, Lillebonne, Orléans, Chinon, Joué-lès-Tours, dan Vernouillet. Tur telah berlangsung sejak 14 Januari hingga 26 Februari 2022. 

Dubes/Wakil Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO, Ismunandar, yang hadir di pertunjukan di Orleans, 2 Februari lalu, menyaksikan animo masyarakat yang menonton sangat tinggi dan pertunjukan Sikap mendapat apresiasi yang sangat baik. Penonton menyaksikan pertunjukan dengan protokol kesehatan yang ketat. 

Baca juga: Angka Kanker Meningkat di Indonesia Dipicu Rendahnya Kesadaran Deteksi Dini

Ismunandar mengapresiasi kolaborasi ini dan berharap kontak antarartis dapat berkesinambungan serta berkembang untuk kolaborasi bidang-bidang lain. "Koreografi Sikap banyak menunjukkan filosofi Indonesia, misalnya Pancasila terlihat dalam persegi lima dalam pencahayaannya, pentingnya sikap atau attitude dalam kehidupan, dan sebagainya. Hubungan pribadi antarartis dalam kolaborasi ini juga menunjukkan pentingnya hubungan people to people, komponen penting diplomasi," terang Ismunandar. (RO/OL-14)

Baca Juga

Antara

Pakar UGM: Literasi Bencana Harus Libatkan Semua Pihak

👤Naufal Zuhdi 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 06:05 WIB
Masyarakat mesti disadarkan tentang bencana dan menjadikan upaya mitigasi sebagai sebuah pembiasan sejak...
AFP

Pemerintah Susun Instrumen Survei Indeks Kepuasan Jemaah Haji 1444 H

👤Zubaedah Hanum 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 01:00 WIB
Penyusunan Instrumen Survei Kepuasan Jemaah Haji mengacu pada Standar Pelayanan Minimal...
Antara

RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, Upaya Memanusiakan Manusia

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 30 September 2022, 23:55 WIB
PRAKTIK perbudakan rupanya masih berlangsung di Indonesia seperti ditampakkan dari para pekerja rumah tangga (PRT) yang belum mendapatkan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya