Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PERJALANAN demokrasi Indonesia dipandang penting untuk diperhatikan dalam memahami dinamika politik Indonesia pada 2022. Tantangan demokrasi pada tahun ini, berada pada upaya bersama untuk mencegah laju regresi demokrasi.
Kepala OR Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora BRIN, Ahmad Najib Burhani mengatakan bahwa tren kemunduran demokrasi diperparah dengan adanya situasi pandemi global. “Dalam konteks demokrasi, krisis yang diakibatkan oleh penyebaran covid-19 dapat memengaruhi cara pandang dan bentuk kebijakan pemerintah dalam mengelola roda pemerintahan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (1/2).
Di tengah kondisi pandemi publik dihadapkan pada pilihan untuk beradaptasi dan bernegosiasi dengan situasi baru yang disebut dengan istilah new normal. Hal demikian dilakukan agar segala agenda pemerintahan tidak terganggu dan dapat terus berlanjut.
“Kondisi baru ini mengarahkan kita semua untuk menjawab pertanyaan seputar arah perkembangan demokrasi, stabilitas pemerintahan dan dinamika politik post-pandemi di 2022, bersamaan dengan Indonesia mulai memasuki momentum politik yang penting dalam agenda demokrasi, yaitu dimulainya tahapan penyelenggaraan pemilihan umum,” jelas Najib.
Untuk itu, BRIN memandang perlu mengadakan diskursus akademik sebagai bentuk proyeksi demokrasi dan dinamika politik ke depan. “Diskursus tersebut akan dilakukan dengan menempatkan analisis yang komprehensif dari masing-masing klaster penelitian,” sebut Najib.
Kepala Pusat Riset Politik BRIN, Athiqah Nur Alami menjelaskan bahwa ruang lingkup penelitian meliputi klaster bidang politik luar negeri dan isu-isu internasional; agama, etnisitas, gender dan politik; perwakilan politik, pemerintahan dan otonomi daerah; konflik, pertahanan dan keamanan; ekonomi politik dan isu-isu strategis.
Selanjutnya, dikatakan Athiqah dimulainya tahapan penyelenggaraan pemilu, beberapa isu-isu strategis lain penting untuk diperhatikan dalam perjalanan demokrasi Indonesia 2022. “Diantaranya, isu strategis bidang ekonomi politik, yaitu pengelolaan sumber daya alam (SDA) dan isu tentang ibu kota negara (IKN) yang belakangan ini semakin mengemuka dan menjadi pembahasan serius di kalangan elit politik dan pemerintah pusat,” terang Athiqah.
“Sementara itu, dalam melihat arah perkembangan demokrasi dan dinamika politik tahun ini, kita juga perlu melakukan proyeksi terhadap sejumlah potensi ancaman di bidang pertahanan dan keamanan dalam rangka mempertahankan stabilitas politik, keutuhan dan kedaulatan NKRI,” pungkas Athiqah.(H-1)
Pengamat ESA Unggul Jamiluddin Ritonga kritik usulan koalisi permanen Golkar untuk Prabowo, dinilai berisiko lemahkan DPR dan checks and balances.
Demokrasi, bisa bertumbuh dari akar ilmu (pengetahuan) yang terintegrasi dengan amal perbuatan
IPK Indonesia 2025 turun ke skor 34. Peneliti Pukat UGM Zaenur Rohman menilai perbaikan penegakan hukum jadi kunci pemberantasan korupsi.
Pakar FH UI Titi Anggraini menyoroti lemahnya transparansi keuangan partai politik Indonesia, menekankan audit eksternal dan pengawasan tegas dibutuhkan.
ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai NasDem Willy Aditya, menegaskan bahwa literasi dan kemampuan berpikir kritis merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat.
Sidang pemeriksaan pendahuluan perkara tersebut digelar Kamis (4/2) dan dipimpin Ketua MK Suhartoyo, didampingi Hakim Konstitusi Daniel Yusmic P. Foekh dan M. Guntur Hamzah.
PARTAI politik di DPR begitu reaktif dalam merespons Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No 135/PUU-XXII/2025.
MELALUI Putusan No 135/PUU-XXII/2024, MK akhirnya memutuskan desain keserentakan pemilu dengan memisahkan pemilu nasional dan pemilu daerah.
Titi meminta kepada DPR untuk tidak membenturkan antara Pasal 22E ayat (1) UUD NRI 1945 dengan putusan konstitusionalitas pemilu serentak nasional dan daerah.
WAKIL Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi menyoroti kompleksitas Pemilu serentak atau yang berlangsung bersamaan, terutama dalam konteks pemilihan legislatif dan presiden
Pengecekan berbagai jenis peralatan keamanan dan alat material khusus serta kendaraan dinas diharapkan bisa mengantisipasi terjadinya konflik saat tahapan pemilu serentak berlangsung.
KEPOLISIAN Daerah (Polda) Papua meminta bantuan 10 satuan setingkat kompi (SSK) untuk mengamankan Pemilu 2024 di empat provinsi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved