Sabtu 29 Januari 2022, 12:30 WIB

Obat Harus Disimpan Sesuai Karakteristiknya

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Obat Harus Disimpan Sesuai Karakteristiknya

Medcom
Ilustrasi

 

OBAT yang Anda dapatkan usai berobat ke tenaga medis sebagai lanjutan terapi perlu disimpan dengan baik, sesuai dengan karakteristiknya. Hal itu dikatakan staf apoteker farmasi di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) Zahra Adiyati.

"Tidak semua obat bisa disimpan dengan cara yang sama, sehingga masyarakat perlu membaca dan memahami instruksi penyimpanan obat yang ada pada etiket (label obat) masing-masing obat," kata dia melalui siaran pers RSUI, Sabtu (29/1).

Menurut Zahra, penyimpanan obat yang sesuai dengan karakteristiknya akan mempengaruhi fungsi obat tersebut sehingga ketika obat berada dalam stabilitasnya maka akan memberikan efek obat yang diinginkan.

Baca juga: Kimia Farma dapat sub-lisensi dari MPP untuk Obat Molnupiravir

Sebaliknya, jika penyimpanan tidak sesuai, obat tersebut tidak dapat memberikan efek yang diinginkan sehingga fungsinya menjadi tidak optimal.

Untuk penyimpanan khusus, misalnya seperti penyimpanan sirup jika tidak ada instruksi lebih lanjut pada kemasan untuk disimpan kulkas, sebaiknya disimpan di suhu ruang saja untuk menjaga kestabilannya.

Untuk jenis insulin disarankan disimpan di suhu lemari pendingin 2-8 derajat Celcius, jika sudah dibuka boleh di suhu ruangan yang kurang dari 30 derajat Celcius dan tidak disarankan untuk dimasukkan ke lemari pendingin lagi.

Untuk sirup kering pun memiliki cara penyimpanan yang berbeda, ada yang harus disimpan di kulkas ada yang bisa disimpan di suhu ruangan saja, jadi Anda perlu mengetahui keterangan yang ada pada obat tersebut.

Hal lainnya yang juga perlu diperhatikan dalam penyimpanan obat yakni tidak melepas etiket kemasan atau label obat.

"Karena biasanya pada label obat tersebut tercantum nama, nama obat, cara penggunaan, expired date atau tanggal kadaluarsa," ungkap Zahra.

Selain itu, Anda perlu mengikuti aturan pakai yang tertera pada kemasan, khususnya obat-obatan yang dibeli sendiri dan keterangan penyimpanan dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Obat dapat diletakkan di dalam wadah atau tempat yang tertutup rapat serta jauh dari sinar matahari langsung, karena biasanya obat-obatan sensitif dari panas, udara, kelembaban dan sinar matahari.

"Ada beberapa obat juga yang penyimpanannya di lemari pendingin. Tidak disarankan menyimpan obat-obatan di dalam mobil karena suhu di mobil tidak stabil sehingga obat dapat cepat rusak," tutur Zahra.

Terakhir, perhatikan ada tidaknya tanda-tanda kerusakan obat. Tanda-tanda kerusakan obat bisa dilihat secara fisik seperti perubahan warna dan juga dari aroma. 

Jika sudah terdapat perubahan, obat-obatan tersebut tidak dapat digunakan lagi. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Antara

Update 10 Agustus: 5.926 Kasus Covid-19 Terdeteksi Hari Ini

👤MGN 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 17:22 WIB
Sementara itu, kasus aktif covid-19 bertambah 1.002 sehingga menjadi 52.043...
DOK Pribadi.

Rayakan 60 Tahun Berdiri, Hotel Indonesia Kempinski Gelar Pameran Seni

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 17:02 WIB
Merayakan 60 tahun berdirinya Hotel Indonesia, Hotel Indonesia Kempinski Jakarta kali ini mempersembahkan keelokan seni Indonesia melalui...
Dok MGN

Lampung Post Luncurkan Aplikasi One Click

👤Andi Apriadi/Muklis Efendi 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 16:52 WIB
Transformasi itu merupakan bentuk kecintaan terhadap masyarakat dan ikut serta memajukan Provinsi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya