Kamis 27 Januari 2022, 19:35 WIB

Metode Dekompresi Atasi Saraf Terjepit Tulang Belakang

Eni Kartinah | Humaniora
Metode Dekompresi Atasi Saraf Terjepit Tulang Belakang

Ist/Ilustrasi/jns
Endoskopi tulang belakang sudah lahir generasi ketiga atau yang terbaru yakni Biportal Endoscopic Spine Surgery atau BESS. 

 

KEMAJUAN teknologi yang begitu pesat berdampak juga pada bidang medis atau kesehatan. Perkembangan teknologi ini tentu memiliki dampak positif baik terhadap dokter atau praktisi kesehatan juga terhadap pasien. 

Manfaat kemajuan teknologi ini terhadap pasien, misalnya dapat mempermudah pasien, membuat pasien lebih nyaman, mempercepat proses pemulihan, sehingga terwujud perbaikan positif pada kualitas hidup pasien.

Salah satu terobosan teknologi terbaru dalam ranah bedah saraf adalah spine endoscopy atau endoskopi tulang belakang. 

“Dulu operasi bedah terbuka pada tulang belakang merupakan prosedur pengobatan atau penanganan untuk membantu mengatasi beragam masalah yang mengakibatkan nyeri pada tulang belakang,” papar Dr. dr. Wawan Mulyawan, SpBS, SpKP, pada keterangan pers, Kamis (27/1)

Umumnya, prosedur pengobatan ini dilakukan atau menjadi opsi bila perawatan medis lainnya tidak membuahkan hasil atau masalah pada tulang belakang sudah masuk ke dalam stadium berat.  

“Selain itu prosedur bedah terbuka atau beda konvensional memerlukan bius total yang mungkin tidak bisa dilakukan pada sebagian orang. Banyak juga yang khawatir akan risiko kelumpuhan pascaoperasi,” jelasnya lebih lanjut. 

Ditambah lagi dengan proses penyembuhan atau pemulihan yang tidak singkat karena memerlukan berbaring dalam waktu yang lama sehingga dapat menghambat aktivitas harian. 

Sayatan yang diperlukan untuk operasi terbuka juga cukup panjang sehingga dapat menyebabkan bekas luka yang cukup panjang pula sehingga kadang mengganggu secara kosmetik. 

Teknologi Minimally Invasive Spine Surgery (MISS) 

Kini kemajuan teknologi juga sudah merambah di bidang pain management.

“Permasalahan pada tulang belakang kini tidak perlu lagi dilakukan operasi konvensional atau bedah terbuka seperti dulu,” jelas dr. Wawan. Cukup minimal, dengan sayatan yang kecil dan proses pemulihan lebih cepat.

Dalam bidang bedah saraf, endoskopi tulang belakang memiliki banyak sekali keunggulan dibandingkan dengan operasi terbuka. 

Endoskopi tulang belakang yang terdahulu, endoskopi PELD (Percutaneous Endoscopic Lumbar Discectomy) atau PSLD (Percutaneous Stenoscopic Lumbar Discectomy), dilakukan hanya dengan satu akses yang dapat menghalangi lapang pandang saat dokter melakukan tindakan. 

Selain itu, endoskopi generasi terdahulu ini hanya dapat mengambil tonjolan bantalan tulang dari satu arah saja atau hanya dari belakang. 

Biportal Endoscopic Spine Surgery atau BESS. 

Terkini, endoskopi tulang belakang sudah lahir generasi ketiga atau yang terbaru yakni Biportal Endoscopic Spine Surgery atau BESS. 

BESS merupakan teknologi MISS yang menjadi salah satu solusi untuk membantu mengatasi saraf terjepit, dengan teknik dekompresi sehingga dapat menghilangkan bantalan tulang yang menonjol sehingga tidak lagi menjepit saraf tulang belakang.

Arti dekompresi adalah membebaskan tekanan/jepitan (kompresi) pada saraf tulang belakang. 

“Tindakan dekompresi ini dilakukan untuk membantu menghilangkan nyeri dan risiko kelumpuhan akibat adanya jepitan saraf tulang belakang. Tindakan ini dilakukan pada ruas tulang belakang, bantalan tulang belakang, atau sendi yang menyebabkan tekanan pada saraf.”

BESS sebagai generasi terkini atau terbaru dalam bidang spine endoscopy, jauh lebih unggul dibandingkan dengan yang dulu. “Memang BESS ini memerlukan dua sayatan. Seperti namanya biportal, yang berarti dua portal (akses)," katanya.

"Akses pertama untuk ‘melihat’ dan akses kedua memudahkan dokter ‘bekerja’ mengatasi masalah yang ada di tulang belakang atau mengambil tonjolan bantalan tulang yang menjepit,” lanjutnya. 

Endoskopi tulang belakang ini berbeda dengan tindakan bedah atau operasi konvensional yang memerlukan bius umum.

Keunggulan BESS dilakukan hanya dengan sayatan yang masing-masing ± 7mm saja dan proses pemulihan lebih cepat serta tingkat efektivitasnya bisa mencapai lebih dari 80%. 

Keuntungan BESS terhadap pasien adalah sayatan kecil (sehingga tidak mengganggu secara kosmetik), proses pemulihan yang cepat, dan perbaikan nyeri. 

“BESS merupakan modalitas minimal invasif yang mampu membebaskan jepitan (dekompresi) tanpa mengganggu jaringan sekitarnya, dan juga bisa menghilangkan osteofit atau taji tulang yang bisa menyebabkan nyeri saat Anda beraktivitas atau bergerak.”

“Saya dan tim telah melakukan penelitian dari 120 tindakan BESS pada pasien yang mengalami nyeri akibat saraf terjepit, hasilnya menunjukkan 97% mengalami penurunan nyeri yang dinilai dengan VAS (Visual Analogue Scale). Yang tadinya nyeri di angka 6-9, menurun menjadi angka 0,” papar dr. Wawan. 

VAS adalah skala nyeri yang memvisualisasikan gradasi tingkatan nyeri yang dialami pasien dan paling banyak digunakan oleh praktisi medis atau dokter. 

Endoskopi Tulang Belakang Generasi Terbaru, BESS Hadir di Brain and Spine Center RSU Bunda Jakarta 

“Kami menyambut baik hadirnya teknologi endoskopi tulang belakang BESS di tengah-tengah RSU Bunda Jakarta. Pastinya dengan tersedianya teknologi generasi terbaru ini, kami bisa memberikan perbaikan kualitas hidup yang jauh lebih baik pada penderita saraf kejepit atau HNP,” jelas dr. Amir Hamigu, MM, MARS, selaku Direktur RSU Bunda, Jakarta.

Brain and Spine Center hadir di RSU Bunda Jakarta lantai 5, yang lengkap dengan dokter spesialis bedah saraf terbaik yang dapat memberikan penanganan terbaik pula untuk HNP. 

Kemajuan teknologi yang juga merambah di dunia kedokteran, memungkinkan tindakan operasi yang tadinya bedah terbuka, menjadi invasif minimal atau hanya dengan sayatan yang kecil dengan BESS ini.

Dengan hadirnya endoskopi BESS ini membuat RSU Bunda Jakarta menjadi rumah sakit pertama yang sudah bisa mengaplikasikan endoskopi BESS sebagai penanganan terkini untuk saraf terjepit atau herniated nucleus pulposus (HNP).

“Brain and Spine Center RSU Bunda Jakarta ini dapat menjadi one stop solution for your spine problems. Di sini fasilitas kami juga lengkap, ada rawat inap, pemeriksaan radiologis (MRI), laboratorium canggih dan fisioterapi. Ditambah, kami juga sudah bekerjasama dengan asuransi-asuransi besar yang terpercaya,” lanjutnya. 

Brain and Spine Center RSU Bunda Jakarta mengaplikasikan teknologi dan metode pengobatan terkini di bidang kedokteran. Didukung oleh tim dokter terbaik, tenaga medis, dan staf profesional yang berpengalaman dan mengedepankan kesembuhan dan kenyamanan.

Bermodalkan itu semua,  dapat menjadikan Brain and Spine Center sebagai sentra rujukan terpercaya di Indonesia terutama pada penanganan nyeri tulang belakang akibat saraf terjepit. (Nik/OL-09)

Baca Juga

Ist

Institut Alghurabaa dan Global Humanity Foundation Hadirkan Sekolah Gratis

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 16:01 WIB
Sekolah nonformal gratis bagi mereka yang tidak mampu usia 6 sampai 12 tahun dihadirkan Institut Alghurabaa dan Global Humanity...
MI/M Iqbal Al Machmudi

Faktor Genetik dan Hormon Kehamilan Bisa Sebabkan Varises

👤 M Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 16:00 WIB
VARISES merupakan pembengkakan pelebaran pembuluh darah atau vena yang bisa terjadi seluruh tubuh. Waspadai berbagai faktor...
Ist

The Fourth APRMC Bahas Bisnis dalam Merespons Dampak Pandemi

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 15:49 WIB
PPM School of Management (PPM SoM) menggelar konferensi internasional manajemen, Asia-Pacific Management Research Conference (APMRC) yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya