Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMAJUAN teknologi yang begitu pesat berdampak juga pada bidang medis atau kesehatan. Perkembangan teknologi ini tentu memiliki dampak positif baik terhadap dokter atau praktisi kesehatan juga terhadap pasien.
Manfaat kemajuan teknologi ini terhadap pasien, misalnya dapat mempermudah pasien, membuat pasien lebih nyaman, mempercepat proses pemulihan, sehingga terwujud perbaikan positif pada kualitas hidup pasien.
Salah satu terobosan teknologi terbaru dalam ranah bedah saraf adalah spine endoscopy atau endoskopi tulang belakang.
“Dulu operasi bedah terbuka pada tulang belakang merupakan prosedur pengobatan atau penanganan untuk membantu mengatasi beragam masalah yang mengakibatkan nyeri pada tulang belakang,” papar Dr. dr. Wawan Mulyawan, SpBS, SpKP, pada keterangan pers, Kamis (27/1)
Umumnya, prosedur pengobatan ini dilakukan atau menjadi opsi bila perawatan medis lainnya tidak membuahkan hasil atau masalah pada tulang belakang sudah masuk ke dalam stadium berat.
“Selain itu prosedur bedah terbuka atau beda konvensional memerlukan bius total yang mungkin tidak bisa dilakukan pada sebagian orang. Banyak juga yang khawatir akan risiko kelumpuhan pascaoperasi,” jelasnya lebih lanjut.
Ditambah lagi dengan proses penyembuhan atau pemulihan yang tidak singkat karena memerlukan berbaring dalam waktu yang lama sehingga dapat menghambat aktivitas harian.
Sayatan yang diperlukan untuk operasi terbuka juga cukup panjang sehingga dapat menyebabkan bekas luka yang cukup panjang pula sehingga kadang mengganggu secara kosmetik.
Teknologi Minimally Invasive Spine Surgery (MISS)
Kini kemajuan teknologi juga sudah merambah di bidang pain management.
“Permasalahan pada tulang belakang kini tidak perlu lagi dilakukan operasi konvensional atau bedah terbuka seperti dulu,” jelas dr. Wawan. Cukup minimal, dengan sayatan yang kecil dan proses pemulihan lebih cepat.
Dalam bidang bedah saraf, endoskopi tulang belakang memiliki banyak sekali keunggulan dibandingkan dengan operasi terbuka.
Endoskopi tulang belakang yang terdahulu, endoskopi PELD (Percutaneous Endoscopic Lumbar Discectomy) atau PSLD (Percutaneous Stenoscopic Lumbar Discectomy), dilakukan hanya dengan satu akses yang dapat menghalangi lapang pandang saat dokter melakukan tindakan.
Selain itu, endoskopi generasi terdahulu ini hanya dapat mengambil tonjolan bantalan tulang dari satu arah saja atau hanya dari belakang.
Biportal Endoscopic Spine Surgery atau BESS.
Terkini, endoskopi tulang belakang sudah lahir generasi ketiga atau yang terbaru yakni Biportal Endoscopic Spine Surgery atau BESS.
BESS merupakan teknologi MISS yang menjadi salah satu solusi untuk membantu mengatasi saraf terjepit, dengan teknik dekompresi sehingga dapat menghilangkan bantalan tulang yang menonjol sehingga tidak lagi menjepit saraf tulang belakang.
Arti dekompresi adalah membebaskan tekanan/jepitan (kompresi) pada saraf tulang belakang.
“Tindakan dekompresi ini dilakukan untuk membantu menghilangkan nyeri dan risiko kelumpuhan akibat adanya jepitan saraf tulang belakang. Tindakan ini dilakukan pada ruas tulang belakang, bantalan tulang belakang, atau sendi yang menyebabkan tekanan pada saraf.”
BESS sebagai generasi terkini atau terbaru dalam bidang spine endoscopy, jauh lebih unggul dibandingkan dengan yang dulu. “Memang BESS ini memerlukan dua sayatan. Seperti namanya biportal, yang berarti dua portal (akses)," katanya.
"Akses pertama untuk ‘melihat’ dan akses kedua memudahkan dokter ‘bekerja’ mengatasi masalah yang ada di tulang belakang atau mengambil tonjolan bantalan tulang yang menjepit,” lanjutnya.
Endoskopi tulang belakang ini berbeda dengan tindakan bedah atau operasi konvensional yang memerlukan bius umum.
Keunggulan BESS dilakukan hanya dengan sayatan yang masing-masing ± 7mm saja dan proses pemulihan lebih cepat serta tingkat efektivitasnya bisa mencapai lebih dari 80%.
Keuntungan BESS terhadap pasien adalah sayatan kecil (sehingga tidak mengganggu secara kosmetik), proses pemulihan yang cepat, dan perbaikan nyeri.
“BESS merupakan modalitas minimal invasif yang mampu membebaskan jepitan (dekompresi) tanpa mengganggu jaringan sekitarnya, dan juga bisa menghilangkan osteofit atau taji tulang yang bisa menyebabkan nyeri saat Anda beraktivitas atau bergerak.”
“Saya dan tim telah melakukan penelitian dari 120 tindakan BESS pada pasien yang mengalami nyeri akibat saraf terjepit, hasilnya menunjukkan 97% mengalami penurunan nyeri yang dinilai dengan VAS (Visual Analogue Scale). Yang tadinya nyeri di angka 6-9, menurun menjadi angka 0,” papar dr. Wawan.
VAS adalah skala nyeri yang memvisualisasikan gradasi tingkatan nyeri yang dialami pasien dan paling banyak digunakan oleh praktisi medis atau dokter.
Endoskopi Tulang Belakang Generasi Terbaru, BESS Hadir di Brain and Spine Center RSU Bunda Jakarta
“Kami menyambut baik hadirnya teknologi endoskopi tulang belakang BESS di tengah-tengah RSU Bunda Jakarta. Pastinya dengan tersedianya teknologi generasi terbaru ini, kami bisa memberikan perbaikan kualitas hidup yang jauh lebih baik pada penderita saraf kejepit atau HNP,” jelas dr. Amir Hamigu, MM, MARS, selaku Direktur RSU Bunda, Jakarta.
Brain and Spine Center hadir di RSU Bunda Jakarta lantai 5, yang lengkap dengan dokter spesialis bedah saraf terbaik yang dapat memberikan penanganan terbaik pula untuk HNP.
Kemajuan teknologi yang juga merambah di dunia kedokteran, memungkinkan tindakan operasi yang tadinya bedah terbuka, menjadi invasif minimal atau hanya dengan sayatan yang kecil dengan BESS ini.
Dengan hadirnya endoskopi BESS ini membuat RSU Bunda Jakarta menjadi rumah sakit pertama yang sudah bisa mengaplikasikan endoskopi BESS sebagai penanganan terkini untuk saraf terjepit atau herniated nucleus pulposus (HNP).
“Brain and Spine Center RSU Bunda Jakarta ini dapat menjadi one stop solution for your spine problems. Di sini fasilitas kami juga lengkap, ada rawat inap, pemeriksaan radiologis (MRI), laboratorium canggih dan fisioterapi. Ditambah, kami juga sudah bekerjasama dengan asuransi-asuransi besar yang terpercaya,” lanjutnya.
Brain and Spine Center RSU Bunda Jakarta mengaplikasikan teknologi dan metode pengobatan terkini di bidang kedokteran. Didukung oleh tim dokter terbaik, tenaga medis, dan staf profesional yang berpengalaman dan mengedepankan kesembuhan dan kenyamanan.
Bermodalkan itu semua, dapat menjadikan Brain and Spine Center sebagai sentra rujukan terpercaya di Indonesia terutama pada penanganan nyeri tulang belakang akibat saraf terjepit. (Nik/OL-09)
Teknologi Spinal Neuronavigation merupakan sebuah sistem GPS canggih untuk tubuh manusia yang fungsinya meningkatkan presisi tindakan operasi tulang belakang.
KEBIASAAN membawa tas hanya di satu sisi bahu sering dianggap praktis dan menambah gaya, namun jika dilakukan terus-menerus, hal ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Fenomena sakit pinggang meningkat di era digital. Duduk lama dan screen time berlebih picu nyeri punggung & leher, bisa dicegah dengan gaya hidup sehat.
Kalau kamu sering merasa punggung pegal sebelah, bahu nggak sejajar, atau postur tubuhmu makin hari makin miring tanpa sadar, bisa jadi itu bukan cuma kelelahan biasa
Kenali jenis kelainan tulang belakang, penyebab, gejala, & penanganan efektif. Temukan solusi terbaik untuk kesehatan tulang punggung Anda! Jenis dan Penanganan yang Tepat
PROSEDUR bedah mengganti cakram tulang belakang dengan implan buatan menggunakan teknik lumbar disc replacement (LDR) bisa bertahan selama 25 tahun dan nyeri minimal.
Keterlibatan sekolah dan orang tua jadi elemen penting dalam membangun pemahaman anak terhadap kesehatan dan lingkungan medis secara positif.
Jasa Raharja telah mengoptimalkan sistem monitoring dan respons cepat yang terintegrasi secara daring dengan lebih dari 2.770 rumah sakit di seluruh Indonesia.
Fokus kolaborasi ini adalah menggalakkan program pencegahan stunting bagi warga masyarakat di sekitar Pondok Gede, Kota Bekasi.
Integrasi fasilitas dan layanan ini dirancang untuk menghadirkan alur perawatan kanker yang lebih komprehensif dan efisien.
MULAI berfungsinya kembali beberapa rumah sakit di lokasi bencana banjir di Sumatra Barat, Sumatra Utara dan Aceh merupakan kabar baik. Namun, peningkatan jumlah pasien akan meningkat.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mempercepat pembersihan, perbaikan, dan pemulihan layanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang terdampak bencana Sumatra.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved