Kamis 27 Januari 2022, 19:28 WIB

Kurikulum Prototipe Beri Otonomi Pada Guru

Faustinus Nua | Humaniora
Kurikulum Prototipe Beri Otonomi Pada Guru

ANTARA/ASPRILLA DWI ADHA
Siswa mengecek suhu tubuh dan melakukan scan peduli lindungi saat akan mengikuti PTM di SMP 26 Depok, Depok, Jawa Barat, Senin (24/1/2022).

 

KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) telah menetapkan Kurikulum Prototipe sebagai salah satu opsi kurikulum bagi sekolah sebelum diberlakukan secara nasional pada tahun 2024. Kurikulum baru itu disebut memberi otonomi lebih pada guru lewat fleksibilitas dan pembelajaran yang tidak padat materi.

"Yang bisa dianggap baru (dari Kurikulum Prototipe) adalah kepercayaan pada guru dan sekolah bahwa guru adalah profesional pengajar. Artinya mengakui dan memberi otonomi pada guru," ujar Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbud-Ristek Anindito Aditomo dalam FGD virtual pada Kamis (27/1).

Baca juga: Kemendikbudristek Klaim Kurikulum Prototipe Bisa Kurangi Kesenjangan Pendidikan

Menurut Kepala BSKAP yang akrab disapa Nino itu otonomi pada guru merupakan salah satu poin pembeda dari kurikulum sebelumnya. Dengan tidak menetapkan materi pembelajaran yang padat, guru bisa lebih kreatif dalam membimbing siswa. Guru dan sekolah bisa menentukan pembelajaran yang benar-benar dibutuhkan siswanya sebab hanya sedikit materi yang diwajibkan pusat.

Dalam kurikulum tersebut, kementerian hanya mewajibkan hal-hal yang sifatnya kerangka dasar. Kurikulum baru tidak dikunci tetapi memberi ruang yang selanjutnya diisi oleh guru dam sekolah.

"Kita secara sadar membatasi diri, puast itu tidak boleh terlalu banyak menetapkan mata pelajaran, tidak boleh mengunci kurikulum," terangnya.

Baca juga: Bertambah, Kasus Meninggal Karena Omikron Menjadi 3 Orang

Selain itu, Nino mengatakan bahwa yang baru dan berbeda dari kurikulum sebelumnya adalah jam pelajaran khusus untuk pengembangan karakter. Bila sebelumnya pendidikan karakter sering dianggap sebagai unsur tambahan, kini merupakan pelajaran wajib.

"Pengembangan karakter itu diberi jam pelajaran khsuus, itu muncul sebagai slot tersendiri dalam krimulum. Itu yang belum ada selama ini dan menujukan keseriusan dalam pengembangan karakter," tuturnya.

Kedua hal tersebut merupakan prinsip dasar pendidikan menurut UU Sisdiknas. Namun selama ini diterjemahkan secara berbeda dan lewat Kurikulum Prototipe, kedua hal tersebut tersebut kembali diangkat sebagai sebagai paradigma baru pendidikan Indonesia. (H-3)

Baca Juga

MI/HO

Lebih dari 63 Ribu Pelajar Ramaikan Science Film Festival  Indonesia 2022

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 05 Desember 2022, 11:30 WIB
Para siswa berkenalan dengan tema “Kesempatan yang Setara di Dunia Sains” melalui pemutaran belasan film internasional dan...
ANTARA/Aditya Pradana Putra

10 Ilustrasi Khotbah Natal yang Menarik 2022

👤Meilani Teniwut 🕔Senin 05 Desember 2022, 11:00 WIB
Makna kelahiran Yesus Kristus ke dunia tentu lebih daripada sekadar perayaan tukar kado dan makan bersama. Setiap tahun kita diajak kembali...
ANTARA/Adwit B Pramono

Ini 12 Hiasan Natal untuk Memeriahkan Suasana

👤Meilani Teniwut 🕔Senin 05 Desember 2022, 10:45 WIB
Selain pohon Natal, banyak pula aksesoris lain yang harus ada dalam momen ini. Bahkan di antaranya juga mengandung makna yang mendalam jika...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya