Senin 24 Januari 2022, 13:58 WIB

Anggota Komisi IX DPR: Pemerintah Jangan Lambat Antisipasi Omikron

Sri Utami | Humaniora
Anggota Komisi IX DPR: Pemerintah Jangan Lambat Antisipasi Omikron

Ist/DPR
Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati.

 

ANGKA penambahan kasus sudah mencapai 3.205 per hari pada Sabtu (22/1). Melihat kondisi tersebut, Anggota Komisi IX DPR Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati meminta agar Kemenkes segera meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi maksimal terjadinya lonjakan kasus positif.

“Jangan sampe terlambat dan jangan sampai kasus Juni Juli tahun lalu terulang lagi,” demikian Mufida menegaskan dalam keterangannya, Minggu (23/1).

Dia menekankan adanya kasus terkonfirmasi omicron meninggal dengan komorbid dan kasus harian di atas 3.000 adalah alarm untuk peningkatan level kewaspadaan.

Sejak pelonggaran PPKM terlihat kebijakan yang tidak sinkron antar kementerian seperti masalah karantina, pencabutan pembatasan saat Nataru, pencabutan larangan masuk bagi 14 negara asal omikron.

Mufida juga menyarankan beberapa wilayah yang mengalami peningkatan kasus cukup signifikan seperti DKI Jakarta tidak memaksakan kebijakan PTM 100%. Beberapa daerah tidak berani mengurangi kapasitas PTM 100% sebab menjadi kebijakan dari pusat.

“Kasus omikron sudah banyak datang dari luar negeri termasuk satu dari dua yang meninggal juga pelaku perjalanan luar negeri. Kita justru malah membuka pintu bagi semua negara untuk masuk,” papar dia.

Menurut data, sejak 15 Desember 2021 hingga saat ini secara kumulatif tercatat 1161 kasus konfirmasi omikron ditemukan di Indonesia. Bukan hanya omikron, varian Delta dan varian lain yang sudah ada di Indonesia juga masih ada di Indonesia.

“Laporan perawatan rumah sakit juga menunjukkan tren meningkat kembali. Pemerintah seharusnya menentukan parameter, saat tercapai indikator apa harus segera ditarik rem darurat,” papar dia.

Mufida kembali mengajak publik untuk tingkatkan disiplin menegakkan protokol kesehatan. Ia melihat pemakaian masker dan kebiasaan mencuci tangan sudah mulai kendor terutama di ruang-ruang publik.

“Tidak panik berlebihan tapi disiplin wajib diterapkan. Jadikan kebiasaan baru memakai masker dan selalu mencuci tangan karena itu juga bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat,” ungkapnya. (Sru/OL-09)

Baca Juga

DOK Daop 5 Purwokerto

Penumpang Kereta Api Masih Diwajibkan Bermasker

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 20 Mei 2022, 10:52 WIB
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menegaskan kepada para pelanggan bahwa masker tetap wajib digunakan selama berada di stasiun dan perjalanan...
Dok Universitas Mercu Buana (UMB).

UMB Penerima Terbanyak Dana Hibah Penelitian LLDIKTI III

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 20 Mei 2022, 10:46 WIB
Universitas Mercu Buana (UMB) menjadi peguruan tinggi swasta yang terbanyak menerima dana hibah penelitian 2022 di Lembaga Layanan...
Bahauddin/MCH

Pemerintah Kebut Vaksinasi Jemaah Haji

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 20 Mei 2022, 10:40 WIB
Muhadjir Effendy mengungkapkan pemerintah terus kebut vaksinasi covid-19 jemaah haji untuk memenuhi syarat yang diwajibkan oleh Pemerintah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya