Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
AKHIR-AKHIR ini musim hujan berlangsung lebih panjang dari seharusnya. Perubahan cuaca yang ekstrem ini semakin sering dirasakan, dari sangat panas tiba-tiba turun hujan lebat disertai kilat dan gemuruh petir. Perubahan cuaca yang berkepanjangan berpengaruh juga dalam perubahan iklim.
Dosen Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro (Undip) Rahmat Gernowo menhatakan bahwa perubahan iklim merupakan perubahan jangka panjang statistik pola cuaca dalam rentan waktu yang sangat panjang dan dapat terjadi pada suatu daerah tertentu bahkan seluruh permukaan bumi. Perilaku manusia turut berpengaruh terhadap lingkungan, perubahan tersebut akan dirasakan kembali oleh manusia.
"Cuaca merupakan keadaan udara yang terjadi di suatu tempat dengan waktu yang singkat atau sesaat. Musim juga bisa diartikan sebagai keadaan cuaca yang paling sering terjadi dalam jangka waktu tertentu, sedangkan iklim adalah rata-rata cuaca dalam suatu tempat dan untuk jangka waktu yang lebih lama," ujar Rahmat dalam keterangannya, Minggu (23/1).
Lebih lanjut ia mengatakan cuaca dipengaruhi oleh kelembaban udara, kecepatan angin dan suhu udara di suatu daerah pada waktu tertentu. Kondisi cuaca dan iklim juga akan mempengaruhi, salah satunya bencana hidrometeorologi yang terjadi, seperti banjir dan putting beliung.
Sedangkan mengenai el nino dan el nina, El Nino dan La Nina adalah pola iklim yang terjadi di Samudera Pasifik, namun bisa mempengaruhi cuaca di berbagai negara karena ada perubahan suhu lautan di lautan pasifik. Ketika El Nino berlangsung, musim kemarau menjadi sangat kering . Sedangkan ketika La nina, musim penghujan akan tiba lebih awal dari biasanya.
Menurutnya dampak yang terasa di wilayah Indonesia secara umum pada saat terjadi El Nino adalah musim kemarau menjadi lebih lama dan hujannya sedikit (istilah BMKG, k
musim kemaraunya di bawah normal). Sebaliknya saat terjadi peristiwa La Nina, musim di Indonesia secara umum menjadi lebih basah (di atas normal).
Dampak dari dua fenomena tersebut sudah cukup di fahami masyarakat, yaitu kekeringan dan banjir. Demikianlah sektor-sektor pertanian, transportasi, manajemen pengelolaan air dan sektor lainnya menjadi sangat tergantung pada prediksi musim yang akurat, apakah akan terjadi El Nino, atau La Nina. ENSO hanyalah salah satu fenomena yang mempengaruhi sistim iklim di Indonesia, dalam skala waktu.
"Kondisi cuaca bisa diketahui dari satelit Himawari, jika kita lihat citra satelit yang paling penting adalah warna merah, menunjukkan siklon tropis yang terkait dengan terjadinya cuaca ekstrem di sejumlah wilayah tertentu. Perubahan iklim sudah terasa karena banyak bencana dimana-mana, ada banjir, tanah longsor yang merupakan efeknya. Fenomena terakhir adalah turbulensi puting beliung," ungkapnya.
Rahmat menuturkan upaya yang paling tepat dalam menghadapi perubahan iklim adalah manusia beradaptasi dengan datangnya perubahan iklim, mengubah perilakunya untuk selalu peduli pada lingkungan. Cara tepat manusia beradaptasi terhadap perubahan iklim adalah dengan peduli dan cinta pada lingkungan.
"Bencana bisa terjadi, tetapi bagaimana cara kita untuk dapat mengantisipasi sebelum terjadinya bencana dan sebelum tindakan-tindakan yang besar, kita memulainya dengan hal yang paling sederhana misalnya membersihkan selokan dan lingkungan," pungkasnya. (H-2)
Studi terbaru mengungkap sisi emosional hilangnya gletser dunia. Dari tujuan wisata "kesempatan terakhir" hingga ritual pemakaman es, bagaimana manusia merespons kepunahan gletser?
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
Analisis global terhadap 31.000 spesies pohon mengungkap tren mengkhawatirkan: spesies pohon yang tumbuh lambat mulai punah, digantikan pohon cepat tumbuh yang rapuh.
Fenomena Bulan yang perlahan menjauh dari Bumi dijelaskan secara ilmiah oleh pakar IPB University.
Di tengah meningkatnya tekanan perubahan iklim dan pemanasan laut, diskusi tentang energi dan kelautan kini tidak lagi berdiri sendiri.
Peneliti mengungkap mekanisme seluler yang membantu tanaman tetap tumbuh meski cuaca ekstrem. Temuan ini menjadi kunci masa depan ketahanan pangan global.
Universitas Diponegoro (Undip) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Pemalang meresmikan rumah desalinasi air di wilayah pesisir Kabupaten Pemalang.
Universitas Diponegoro resmi mengekspor produk teri nasi ke Jepang, Sabtu (20/12). Pelepasan ekspor dilakukan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI Sakti Wahyu Trenggono.
Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro (Undip), Singgih Tri Sulistiyono, sebut buku Sejarah Indonesia 2025 menjadi benteng identitas nasional.
Undip berhasil meraih Penghargaan Mitra Bhakti Husada Tahun 2025 dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk kategori Perlindungan Kesehatan Pekerja Perkantoran.
Program ini menjadi perpanjangan dari semangat Roemah Koffie Academy yang selama ini aktif menyelenggarakan kompetisi latte art, pelatihan barista, dan workshop kopi di berbagai daerah.
Dalam rangka Dies Natalis ke-68, Universitas Diponegoro (Undip) menyelenggarakan Pagelaran Ketoprak Banjaran Diponegoro di Gedung Prof. Sudarto, S.H., Kampus Tembalang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved