Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden Joko Widodo dinilai punya langkah strategis untuk permasalahan Indonesia ke depan yaitu dengan menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas. SDM tersebut disiapkan agar mampu bersaing dengan negara luar terutama dalam menghadapi transformasi digital.
Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Fauzan mengapresiasi kebijakan Jokowi yang terus mendorong pertumbuhan SDM masyarakat Indonesia. Menurutnya, Jokowi sedang membangun pondasi yang kuat agar mampu mengatasi persoalan bangsa di masa mendatang. “Kebijakan Pak Jokowi sudah sangat tepat dalam rangka mengantisipasi persoalan Indonesia ke depan,” ujar Fauzan.
Jokowi sendiri sudah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Salah satunya adalah dengan diluncurkannya program Merdeka Belajar yang dinilai mampu mendorong anak-anak didik menemukan minat dan bakatnya.
Fauzan optimistis, Merdeka Belajar akan menjadi tonggak utama dalam kemajuan SDM Indonesia. Maka dari itu, lanjut Fauzan, program gagasan Jokowi ini wajib didukung. “Saya kira berbagai upaya telah dilakukan karena saya juga berkecimpung di dunia pendidikan. Tentu saja Merdeka Belajar menjadi tonggak dalam pengembangan SDM,” ujar Fauzan.
Selain Merdeka Belajar, Fauzan juga mengapresiasi peluncuran Leadership Digital Academy (LDA) yang juga digagas oleh Jokowi. Menurutnya, langkah tersebut sangat tepat mengingat perkembangan dunia digital yang kian kencang dan makin meluas. “Jadi saat ini kita memang sudah harus waktunya menyiapkan SDM yang akan mampu membawa Indonesia ke peradaban yang lebih baik,” pungkas Fauzan. (OL-12)
Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi diisukan menjadi Watimpres. Jokowi merespons akan tetap di kediamannya di Solo
PRESIDEN ke-7 RI Joko Widodo dicecar pertanyaan penyidik Polda Metro Jaya dengan 10 pertanyaan mendalam selama 2,5 jam di Mako Polresta Surakarta, Rabu (11/2).
Walaupun belum tercatat sebagai kader, sikap politik Jokowi ini dinilai sebagai langkah untuk melengkapi legasinya.
Pernyataan Jokowi yang siap “berjuang mati-matian” untuk PSI sebagai sinyal kecemasan dan rasa terancam di tengah dinamika politik pasca-Pilpres.
Pernyataan-pernyataan Jokowi dalam pidatonya di Rakernas PSI memiliki makna politik yang kuat, meskipun secara formal Jokowi belum bergabung ke PSI.
Upaya itu untuk mendongkrak elektabilitas PSI di Pemilu 2029. Mengingat, saat ini PSI masih belum bisa lolos ke parlemen di Senayan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved