Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SURVEI dari Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta mengungkapkan, masih banyak siswa yang tidak mematuhi protokol kesehatan selama pandemi covid-19.
Ketaatan protokol kesehatan (prokes) yang paling sering dilanggar adalah menghindari berkumpul yakni sebanyak 64%, menjaga jarak 42%, mencuci tangan 41%, dan memakai masker 20.10%.
"64,8% siswa masih abai soal menghindari berkumpul. Jadi mereka masih suka kumpul-kumpul padahal kita tahu covid-19 ini transmisinya karena kedekatan," kata Peneliti PPIM UIN Jakarta Narila Mutia Nasir dalam webinar Hasil Survei Nasional 2022 dari UIN Jakarta, Rabu (5/1).
Dalam paparanya juga disebutkan dalam kegiatan di sekolah, siswa di bawah naungan Kemendikbud-Ristek (51,2%) lebih peduli dalam memakai masker dibandingkan di bawah Kementerian Agama (39,3%). Sementara peserta didik yang sering melanggar prokes menghindari berkumpul ada di semua sekolah baik di bawah naungan Kemenag atau pun Kemendikbud-Ristek.
Selain itu Narila memaparkan pada masa pandemi covid-19 sebanyak 72% siswa mengurangi kegiatan olahraga. Survei itu diikuti sebanyak 2.308 siswa SLTA Indonesia.
Padahal olahraga menjadi salah satu kegiatan yang penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang virus covid-19 atau penyakit lainnya.
Baca juga : Vaksinasi Siswa bukan Syarat PTM, SKB 4 Menteri Jadi Acuan Kemendikbud-Ristek
"Selain itu dengan adanya pandemi ini membuat 50,50% mengalami tidur tidak teratur dan pola makan yang tak teratur," pungkasnya.
Di kesempatan yang sama Koordinator Imunisasi Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Iqbal Djakaria mengatakan, hal itu yang yang harus dibenahi bersama untuk sekolah-sekolah yang sudah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT).
"Tentu saja ini menjadi lebih penting lagi agar tidak terjadi peningkatan kasus covid-19 karena kurang mematuhi prokes dengan baik dan kurang menjalani hidup yang sehat. Oleh karena itu ini menjadi poin yang penting dan masukan sehingga bisa menjadi perhatian lebih dikuatkan lagi upaya prokesnya," jelasnya.
Selain itu, terkait vaksinasi saat ini sekitar 70% masyarakat sudah disuntik dosis pertama. Dengan adanya vaksinasi ini bisa memberikan kenyamanan saat melakukan PTMT baik murid, ataupun guru yang mengajar.
"Kami lihat beberapa kondisi bahwa ternyata memang dengan melakukan vaksinasi covid-19 kita mendapatkan perlindungan tidak tertular dan tentu saja kalau memang tertular penyakit tersebut tidak terlalu berat," pungkasnya. (OL-7)
KEMENTERIAN Pariwisata (Kemenpar) kembali menegaskan pentingnya penerapan protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan (CHSE) di tempat wisata.
Dalam menghadapi ancaman Covid-19 ini, Pemko Banjarmasin mulai melakukan mitigasi dengan melibatkan semua sektor.
KETUA Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene menilai lonjakan kasus covid-19 saat ini harus menjadi peringatan penting bagi pemerintah dan masyarakat.
KEPALA Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, mengimbau masyarakat Indonesia untuk kembali menerapkan protolol hidup sehat menyusul lonjakan kasus Covid-19
Sejulah atlet yang berkompetisi di Olimpiade Paris 2024 terjangkit Covid-19. Terbaru, perenang Inggris Adam Peaty dinyatakan positif setelah lima atlet polo air Australia.
Janji kampanye Ganjar terkait 1 nakes 1 desa dianggap tidak cukup penuhi kebutuhan layanan kesehatan
ICAS tidak sekedar kompetisi, melainkan sebagai ruang pembelajaran yang melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi untuk menghadapi tantangan masa depan.
Kesejahteraan siswa merupakan faktor penting yang selama ini kurang diteliti di Indonesia, padahal sangat berpengaruh pada perkembangan psikososial dan prestasi akademik.
Kombinasi antara aktivitas sekolah yang padat, curah hujan tinggi, dan kelembapan yang meningkat dapat menciptakan lingkungan yang rawan terhadap penularan penyakit.
Data hasil TKA menjadi salah satu rujukan pemerintah dalam memetakan capaian pendidikan antarwilayah.
Kemendikdasmen berkomitmen menyempurnakan TKA melalui evaluasi berkelanjutan dan dialog dengan pemangku kepentingan.
Kenaikan kelas dan kelulusan seringkali hanya menjadi formalitas administratif demi mengejar target persentase kelulusan 100%. Masih ditemukannya siswa yang belum bisa membaca dan menulis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved