Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakn capaian imunisasi dasar lengkap untuk usia 12 sampai 23 tahun pada 2021 masih rendah. Salah satu faktor penyebabnya yakni pra tenaga kesehatan yang tengah fokus melayani vaksinasi covid-19.
Berdasarkan data Kemenkes per Oktober 2021, cakupan imunisasi dasar lengkap baru mencapai 58,4% dari target 79,1%.
"Semua nakes fokus ke vaksinasi Covid sehingga (imunisasi dasar lengkap) sangat tertinggal," kata Budi di Kantor Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan(PMK), Jakarta Pusat (29/12).
Menurutnya, imunisasi dasar penting untuk masa depan generasi dan saat ini menjadi perhatian kemenkes RI untuk mengejar ketertinggalan capaian imunisasi dasar.
"Saya melihat juga ini agak bahaya. Melihat bahwa ini kan masa depan yang harus kita proteksi," ujarnya.
Saat ini Kemenkes akan mengintegrasikan sistem informasi vaksinasi Covid-19 dengan imunisasi dasar seperti polio, difteri, pertusis, tetanus, hepatitis, campak, dan rubela.
"Semua sistem informasi vaksinasi akan kita jadikan satu dengan covid. Hanya covid yang sistem informasinya bagus," tutur Budi.
Baca juga: BINDA Banten Sasar Vaksinasi Untuk Anak Usia 6-11 Tahun dan Lansia
Selain itu pihaknya akan memperlebar pelayanan imunisasi dasar, bukan hanya di puskesmas, saat ini imunisasi dasar akan dibuka di klinik-klinik swasta.
"Kita akan coba klo bisa bukan hanya di puskesmas saja tapi klinik klinik swasta akan kita buka," ujarnya.
Terakhir, pihaknya juga akan mendigitalisasi sistem registrasi vaksinasi dan imunisasi dasar. Tujuannya, agar mempermudah mengetahui orang yang sudah divaksin dan mendapat imunisasi dasar dengan yang belum.
"Sistem registrasi nanti kita akan digitalisasi, sehingga para puskesmas kita bisa lihat secara geotagging itu mau kita di google map rumah rumah mana sih yang belum vaksinasi, dengan demikian kita bisa membantu mempercepat program vaksinasi kuta nanti kita bekerja sama dengan Dukcapil," pungkasnya. (A-2)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Vaksin seperti RSV, hepatitis A, hepatitis B, dengue, serta meningokokus diberikan berdasarkan risiko tertentu.
Difteri masih berbahaya dan bisa muncul diam-diam. Kenali gejala awal, cara penularan, dan risiko fatal penyakit yang sebenarnya dapat dicegah ini.
Pemerintah memperluas imunisasi heksavalen melalui penguatan Program Imunisasi Nasional. Imunisasi terbukti efektif melindungi anak dari penyakit menular berbahaya.
Para orangtua diingatkan untuk mewaspadai penyakit umum selama masa liburan dengan melengkapi imunisasi, terutama penyakit respiratori.
Imunisasi dengan Palivizumab direkomendasikan oleh IDAI untuk mencegah bayi yang lahir prematur mengalami penurunan kesehatan karena infeksi RSV.
IDAI juga menekankan bahwa Imunisasi adalah salah satu intervensi kesehatan yang paling ‘cost-effective’ dan telah menyelamatkan jutaan nyawa anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved