Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA berkomitmen untuk melakukan kerja nyata dalam hal upaya pengendalian iklim. Hal itu ditegaskan oleh Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Laksmi Dewanti.
"Kita tidak hanya mendeklarasikan dan menyepakatinya. Kita melakukan apa yang kita deklarasikan dan janjikan melalui upaya nyata. Dan ini adalah hal yang akan terus dilakukan sejak 2021 hingga di tahun-tahun yang akan datang," kata Laksmi dalam agenda refleksi akhir tahun KLHK, Kamis (23/12).
Ia mengungkapkan, hal-hal yang telah tertuang dalam Paris Agreement, dokumen NDC, dan LTS-LCCR 2050 harus terus dilakkukan. Mengingat Indonesia merupakan negara yang menghadapi tantangan dari segi kondisi geografis dan klimatologi yang menyebabkan masifnya bencana alam.
"Itu menunjukan ada kebutuhan untuk bisa terus melakukan upaya aksi mitigasi dan adaptasi," ucap dia.
Adapun, uupaya-upaya konkret yang dilaksankan meliputi pencegahan kebakaran hutan dan lahan dengan melakukan TMC dan patroli terpadu. Hingga November 2021, patroli terpadu yang dilakukan KLHK telah melibatkan senayak 242 posko di 633 desa dengan menggaet masyarakat peduli api.
Selain itu, patroli mandiri juga telah dilakukan oleh Manggala Agni di 804 posko desa di berbagai provinsi rawan kebakaran hutan dan lahan.
Adapun, berdasarkan data KLHK pada Januari hingga November 2021 terjadi kebakaran hutan di area seluas 353.222 hektare atau naik 15,93% dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya mencapai 296.942.
Selanjutnya, ia menegaskan pada 2022 mendatang, pihaknya menargetkan adanya penambahan 5.000 Kampung Iklim di Indonesia dan sebanyak 20 ribu pada 2024.
“Kami berharap dan mengundang kolaborasi berbagai pemangku kepentingan. Bukan saja unit-unit di internal KLHK, tapi juga di pemangku kepentingan lainnya untuk bersama-sama dalam melakukan agenda-agenda adaptasi perubahan iklim melalui Program Kampung Iklim,” beber Laksmi.
Dengan adanya upaya-upaya nyata yang dilakukan KLHK dan berbagai pihak, Laksmi meyakini Indonesia bisa mencapai net zero emision pada 2060 atau bahkan lebih cepat. (H-2)
Yosep meneliti pengetahuan, sikap, dan praktik anak muda terkait perubahan iklim. Temuannya menunjukkan bahwa tingkat pemahaman masyarakat Indonesia masih sekitar 50 persen.
Studi terbaru Smithsonian mengungkap ekosistem terumbu karang modern kehilangan kompleksitas ekologi dibandingkan 7.000 tahun lalu. Rantai makanan kini memendek drastis.
Peneliti menemukan penurunan kadar garam di Samudra Hindia bagian selatan. Fenomena ini mengancam sistem sirkulasi laut global dan iklim dunia.
Ilmuwan temukan jutaan bakteri dan jamur "pelindung" di dalam pohon ek yang tetap stabil meski dilanda kekeringan ekstrem.
Ilmuwan temukan deposit granit raksasa terkubur di bawah Gletser Pine Island, Antartika. Penemuan ini memecahkan misteri batuan purba sekaligus kunci prediksi kenaikan permukaan laut.
Presiden Donald Trump resmi membatalkan "endangerment finding" 2009, kebijakan kunci era Obama yang membatasi gas rumah kaca. Simak dampak ekonomi dan pro-kontra medisnya di sini.
Dari sebanyak 8 lokasi Karhutla di Riau, wilayah Kabupaten Pelalawan merupakan daerah yang cukup luas terdampak.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan status siaga darurat Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) per Jumat (13/2) yang berlaku hingga 30 November 2026 mendatang.
KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Provinsi Riau terus meluas dan bahkan telah menembus hingga 745,5 hektare (ha).
JUMLAH titik panas atau hotspot sebagai indikator karhutla di Riau terus melonjak. Berdasarkan pantauan terakhir satelit ditemukan sebaran titik panas yakni 336 di sumatra
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
Hingga kini proses pemadaman karhutla terus dilakukan secara intensif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved