Kamis 25 November 2021, 18:36 WIB

Satgas: Indonesia Bisa Lolos dari Ancaman Gelombang Ketiga

Atalya Puspa | Humaniora
Satgas: Indonesia Bisa Lolos dari Ancaman Gelombang Ketiga

DOK YOUTUBE
Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito

 

SATGAS covid-19 menyatakan bahwa tidak menutup kemungkinan bahwa Indonesia bisa terbebas dari ancaman gelombang ketiga covid-19 pascanatal dan tahun baru. Dengan catatan, Indonesia berhasil menerapkan protokol kesehatan dan meningkatkan cakupan vaksinasi.

"Kunci kesuksesan kita menghadapi nataru ada dua. Pertama, kesadaran masyarakat untuk tetap memakai masker dan menjaga jarak dan tidak menunda untuk divaksin. Keseriusan pengawasan pemerintah dalam distribusi vaksin pada wilayah-wilayah yang cakupannya masih rendah juga menjadi kunci," kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (25/11).

Ia mengungkapkan, hal tersebut memang tidak mudah untuk dijalankan. Namun, dengan semangat gotong-royong yang dimiliki semua komponen bangsa, ia optimistis Indonesia bisa lolos dari ancaman gelombang ketiga.

Dalam hal penanganan covid-19, Wiku menyatakan Indonesia bahkan mampu bersaing dengan negara-negara tetangga yang berhasil mengendalikan pandemi seperti Jepang, Filipina, Iran dan India. Wiku membeberkan, Indonesia berhasil menurunkan kasus hingga 99,3% dari puncak lonjakan. Adapun, Indonesia berhasil mempertahankan penurunan kasus covid-19 selama 130 hari.

Baca juga: Nadiem Janji Bakal Prioritaskan Guru di Tahun Depan 

Saat ini sendiri, kasus mingguan di Indonesia hanya berada pada angka 2.564 kasus. Angka tersebut sangat rendah dibandingkan jumlah kasus terendah saat sebelum terjadinya lonjakan kasus, yakni sebanyak 26.126 kasus perminggu.

"Jumlah kasus ini lebih sedikit dibanding Iran dan Filipina yang jumlah penduduknya lebih sedikit dari Indonesia," ungkap dia.

Ia mengungkapkan, kesuksesan Indonesia dan sejumlah negara lainnya tak terlepas dari aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat, pengawasan protokol kesehatan dan peningkatan cakupan vaksinasi.

"Kebijakan ini terus dilakukan di negara-negara tersebut termasuk Indonesia," ucap dia. (OL-4)

Baca Juga

Dok Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng.

Prof. Dr. Yohanes Servatius Lon Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 28 November 2021, 08:22 WIB
Rektor Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng, Prof. Dr. Yohanes Servatius Lon, M.A. dikukuhkan sebagai Guru Besar...
Khoa Pham/Unsplash.com

Rumah Sakit JIH Solo Memberikan Solusi Bagi Pasutri yang Mendambakan Buah Hati

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 28 November 2021, 07:59 WIB
Mereka memberikan pelayanan bertaraf internasional dengan sentuhan budaya...
DARREN BRADLEY

KLHK Gagalkan Penjualan 36,7 Kg Sisik Trenggiling dan 1 Buah Paruh Rangkong

👤Atalya Puspa 🕔Minggu 28 November 2021, 07:39 WIB
Kepala Balai Gakum KLHK Wilayah Sumatera Subhan mengatakan bahwa penangkapan ini berawal dari kegiatan operasi peredaran tumbuhan satwa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya