Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Indonesia meminta dukungan banyak negara untuk penghapusan perdagangan ilegal merkuri. Ini disampaikan saat menjadi tuan rumah Konferensi Para Pihak ke-4 atau COP-4 Konvensi Minamata pada pekan lalu.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) disebutkan, dalam tingkat multilateral melalui Konvensi Minamata 2017, sudah terdapat kesepakatan untuk mengurangi dan menghapus merkuri.
Saat ini, terdapat 135 negara pihak yang menjadi anggota Konvensi Minamata. Salah satu faktor penyebab masih beredarnya merkuri ini adalah melalui jalur perdagangan ilegal.
“Kami harapkan dukungan untuk melakukan komunikasi dengan negara akreditasi dalam menggalang dukungan bagi usulan ini," kata Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) KLHK Rosa Vivien Ratnawati dalam keterangannya, Selasa (23/11).
Pihaknya menyampaikan, dari Laporan United Nations Environment Programme (UNEP) 2020, total nilai perdagangan ilegal merkuri dunia mencapai lebih dari Rp3 triliun.
Baca juga : Cegah Terjangkit Penyakit Menular, Imunisasi Pada Anak di Masa Pandemi Perlu Ditingkatkan
Hal ini dipastikan meningkat seiring dengan naiknya permintaan emas di masa pandemi. Lebih dari 50% perdagangan ilegal merkuri global dikatakan berasal dari sektor pertambangan emas skala kecil (PESK).
Tercatat ada 3 kawasan yang memiliki tingkat konsentrasi PESK tertinggi di dunia yaitu Asia Tenggara dan Asia Timur, Sub Sahara Afrika dan Amerika Selatan.
Melalui jalur perdagangan ilegal, merkuri masih bisa beredar dan digunakan, misalnya di produk kosmetik, baterai dan untuk proses penambangan emas skala kecil, atau PESK.
COP-4 sendiri dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu fase 1 secara virtual dari 1-5 November 2021, dan fase 2 nanti pada 21-25 Maret 2022 di Bali.
Pada fase pertama, perwakilan Indonesia telah menjelaskan argumentasi mengenai pentingnya penghapusan perdagangan ilegal merkuri kepada seluruh negara pihak yang hadir. (OL-7)
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
Petugas mengambil sampel air permukaan, air bagian dalam dan dasar, serta ikan, kemudian dibawa ke laboratorium
CEMARAN senyawa merkuri ditemukan di Waduk Cirata, Jawa Barat. Kandungan merkuri ditemukan dari tubuh ikan yang diambil dari waduk Cirata.
POLEMIK skincare abal-abal mengandung zat berbahaya menjadi perhatian tersendiri bagi berbagai pihak. Bagi kalangan medis, ini menjadi tanggung jawab publik untuk melakukan edukasi.
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menarik lebih dari 2 ton alat kesehatan bermerkuri yang berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan di Bali.
Sebanyak 26 rakit PETI yang digunakan untuk menambang emas di wilayah tersebut dihancurkan dengan cara dibakar.
Proyek kolaborasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), BRIN, dan UNDP itu berhasil mengurangi penggunaan 23 ton merkuri di enam titik PESK dalam waktu sekitar lima tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved