Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER menyarankan agar seseorang yang sudah terindikasi mengidap diabetes--misal berdasarkan pengukuran kadar gula dalam darah--untuk segera melakukan pemeriksaan urine demi mencegah terjadinya komplikasi di kemudian hari.
Pemeriksaan urine dilakukan untuk mengetahui mikroalbuminuria (kandungan albumin dalam urine) sejak dini demi mencegah dan memperlambat progresivitas komplikasi penyakit. Hal itu dikatakan dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi dari Universitas Indonesia Tunggul D Situmorang, dalam sebuah webinar kesehatan, dikutip Jumat (19/11).
"Pada tahap awal, dengan memeriksa urine, kita sudah bisa melihat apakah ginjal sudah terkena atau terpengaruh diabetes. Kini sudah ada pemeriksaan yang sangat dini atau fase belum ada gejala. Apakah urine berbusa dan sebagainya," katanya.
Baca juga : Keseringan Buang Air Kecil tidak Baik untuk Kesehatan
Pada fase awal atau protein dalam urine di bawah 300 mg, maka dengan pengobatan yang baik termasuk pengendalian gula darah, tekanan darah, maka bisa mencegah komplikasi terhadap ginjal misalnya gagal ginjal. Pemeriksaan serupa dianjurkan kembali dilakukan setiap 6 bulan.
Sementara, bila protein yang ditemukan lebih tinggi dari angka tersebut dan urine berbusa maka artinya sudah progresif.
Menurut Tunggul, tindakan medis yang bisa dilakukan hanya memperlambat progresivitas pada ginjal.
Baca juga : Manfaat Ketumbar bagi Kesehatan, bisa Mengurangi Resiko Diabetes
Pemeriksaan fungsi ginjal dimungkinkan di sini. Sebelum itu, ada pemeriksaan yang bisa dilakukan yakni Cystatin C.
"Kalau sudah terganggu fungsi ginjal, perjalanan progresivitas penyakit ginjal kronik akibat diabetes lebih progresif dibanding penyebab lainnya. Walau gula darah dikendalikan, pada penyakit ginjal yang sudah lanjut, penyakit berjalan terus. Yang bisa dilakukan memperlambat progresivitas," tutur dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (InaSH) itu.
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin metabolik dari Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) Prof Sidartawan mengatakan, selain ginjal, fungsi organ tubuh lain seperti jantung, pembuluh darah juga perlu diperiksa untuk kemudian ditentukan obatnya.
Baca juga : Manfaat Madu Hutan untuk Kesehatan, Bisa Kurangi Resiko Terkena Penyakit Jantung
"Setiap ada komplikasi maka berbeda obatnya. Orang sudah ada keluhan, komplikasi bisa 3-4," kata dia.
Setelahnya, pasien disarankan secara berkala melakukan kontrol paling tidak 3 bulan sekali. Bila dia mendapatkan insulin, pemeriksaan mungkin setiap 2 hari tergantung keadaannya.
Dia menekankan, sebelum seseorang terdiagnosis diabetes, sebaiknya melakukan pemeriksaan dini gula darah, terlebih bila memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga dengan diabetes, kondisi gemuk. dan melahirkan anak dengan berat badan di atas 4 kg.
Baca juga : Manfaat Madu Hitam bagi Kesehatan, Baik untuk Pengidap Diabetes
Gejala yang umumnya menjadi penanda diabetes seperti sering lapar, haus dan buang air kecil (BAK) menandakan penyakit yang sudah berlangsung lama.
Kemudian, pada mereka yang didiagnosis prediabetes, Prof Sidartawan menyarankan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat termasuk rutin berolahraga, menjaga berat badan normal, dan memeriksa gula darah setiap 6 bulan sekali.
"Kalau sudah baik, pertahankan. Kalau diabetes, kendalikan. Kontrol seumur hidup. Makin tinggi HbA1C, makin jelek kadarnya, makin sering kontrolnya," pesan dia. (Ant/OL-1)
MOMEN lebaran selalu identik dengan camilan dengan tinggi gula yang sering ditemui di kue nastar, putri salju, atau pun cokelat kacang.
RAMADAN bukan hanya menjadi waktu untuk melakukan refleksi spiritual, tetapi juga kesempatan untuk memberi tubuh waktu melakukan “reset” melalui pola makan yang lebih sehat.
Puasa Ramadan tingkatkan sensitivitas insulin penderita diabetes. Simak panduan pola makan, aturan hidrasi 2-4-2, dan tips medis dari pakar endokrin di sini.
Penderita diabetes berisiko tinggi mengalami masalah kaki akibat kerusakan saraf dan aliran darah. Lakukan pemeriksaan kaki rutin untuk mencegah infeksi serius dan amputasi.
Kaki merupakan bagian tubuh yang paling rawan terluka karena fungsinya sebagai penumpu utama beban tubuh.
Pemahaman mengenai klasifikasi diabetes melitus sangat penting karena setiap tipe memiliki karakteristik dan penyebab yang berbeda.
Pengecekan urine ini menyasar sopir truk dan bus antarpulau yang beroperasi di sekitar Jalan Prapat Kurung dan gate Pelabuhan Jamrud Surabaya.
Hafiz Mahendra, pengemudi Calya ugal-ugalan di Gunung Sahari resmi jadi tersangka. Terancam 4 tahun penjara & denda Rp8 juta. Simak kronologi dan hasil tes urinenya!
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Hasbiallah Ilyas, mewanti-wanti jajaran Polri agar tidak menjadikan instruksi tes urine serentak sebagai formalitas belaka
Dua awak bus positif mengonsumsi narkoba saat dilakukan tes urine di Terminal Purabaya Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (26/12).
Bea Cukai Batam berhasil menggagalkan dua upaya penyelundupan dalam satu hari, yakni narkotika seberat sekitar 475 gram dan 96 botol minuman beralkohol ilegal tanpa pita cukai.
KANTOR Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) menggelar tes urine massal pegawai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved