Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSOALAN regenerasi petani muda Indonesia mendapat perhatian serius dari Tani Center Institut Pertanian Bogor (IPB) University. Sebagai ikhtiar mendorong tumbuhnya petani muda, Tani Centre menghadirkannya lewat program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kampus Sawah Merdeka. Mahasiswa yang berasal dari lima perguruan tinggi ini nanti disebar 11 lokasi di berbagai pelosok Indonesia.
"Hadirnya program MBKM Kampus Sawah Merdeka diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda pada pertanian dan profesi petani," kata Ketua Tani Centre IPB University, Dr Hermanu Triwidodo, dalam keterangan resmi, Kamis (11/11). Program MBKM Kampus Sawah Merdeka ditandai dengan kegiatan kuliah Stadium General dengan mengusung tema Menumbuhkan Kecintaan Generasi Muda pada Pertanian dan Profesi Petani pada Rabu (10/11). Kuliah umum ini menghadirkan Dr Hermanu Triwidodo dan Exciyona Adistika, S.KPm.
Hermanu mengatakan hadirnya program MBKM Kampus Sawah Merdeka menjadi wujud nyata atas kontribusi Tani Centre IPB dalam merespons berbagai persoalan pertanian. "Sebagai unit layanan informasi pertanian di bawah naungan LPPM IPB University, Tani Centre juga mendukung program yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Riset dan Teknologi Republik Indonesia," kata Hermanu.
Hermanu berharap mahasiswa yang terlibat pada program MBKM Kampus Sawah Merdeka akan memiliki pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan dalam pemuliaan tanaman dan industri benih berkelanjutan. Selain itu, kata dia, pihak yang terlibat akan diasah kemampuannya dalam berfikir kritis dengan berorientasi pada pemecahan masalah, kreatif, komunikatif, integratif, dan kolaboratif. "Tidak lupa juga kita akan menumbuhkan dan menguatkan kemampuan jiwa kewirausahaan sosial dan berwawasan kebangsaan," ujarnya.
Exciyona turut menjelaskan dalam program ini terlibat 233 mahasiswa. Semua mahasiswa itu berasal IPB University, Universitas Wiralodra, Universitas Bojonegoro, Universitas Mahasaraswati, dan STIPER Flores Bajawa. "Dalam program ini kami juga melibatkan 16 dosen yang berasal dari lima perguruan tinggi tersebut," jelasnya.
Jenis kegiatan yang dilakukan, kata Exciyona, meliputi Pengembangan Keilmuan, Mahasiswa Turun ke Desa, serta Penulisan Publikasi dan Laporan yang telah dirancang oleh tim MBKM Tani Center IPB University. Dalam program ini nanti ada tiga kegiatan yang terkonversi menjadi sembilan SKS yaitu Pengembangan Keilmuan Pemuliaan Padi dan Pengembangan Industri Benih (3 SKS), Kegiatan di Desa (4 SKS), serta Publikasi dan Laporan (2 SKS).
Exciyona menjelaskan lagi desa-desa yang akan dijadikan tempat pembelajaran oleh para mahasiswa terdapat di 11 lokasi. "Lokasinya mulai dari Jawa Barat (Indramayu dan Subang), Jawa Tengah (Kebumen, Klaten, Magelang, Sragen, dan Tegal), Jawa Timur (Blitar dan Bojonegoro), Bali (Gianyar), dan Nusa Tenggara Timur (Bajawa)," paparnya.
Untuk output yang mahasiswa peroleh dari MBKM Pusaka yaitu pemenuhan sembilan SKS, pendampingan secara langsung dari Tani Center IPB dan Gerakan Petani Nusantara (GPN), kesempatan mentoring bersama Dewan Pakar Tani Center IPB dan praktisi, ikut berkontribusi dalam memajukan pertanian Indonesia, dan memperoleh sertifikat. "Strategi pembelajaran yang akan diterapkan yaitu pengembangan keilmuan atau perkuliahan dilaksanakan secara online, kegiatan di desa dilaksanakan secara offline, serta publikasi dan laporan dilaksanakan secara online dan offline," jelas Exciyona.
Baca juga: Perubahan Iklim Jadi Salah Satu Isu yang Dibahas di Muktamar NU
Terkait pelaksanaan pengembangan keilmuan atau perkuliahan akan dimulai pada 15 November 2021 hingga Januari 2022. "Untuk kegiatan di desa akan dimulai pada awal Desember dan berakhir pada Januari 2022. Selanjutnya, untuk publikasi dan laporan dimulai pada Januari 2022," kata Exciyona. (OL-14)
Petani di berbagai wilayah Provinsi Aceh tengah dilanda keresahan besar pada musim tanam padi rendengan, musim tanam utama yang sangat menentukan produksi pangan tahunan
CUACA ekstrem akhir-akhir ini memicu curah hujan tinggi yang meningkatkan potensi gagal panen. Pemerintah setempat mulai ancang-ancang mengantisipasi potensi tersebut.
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Mak Comblang Project, sebuah inisiatif yang bertujuan mempertemukan langsung petani dengan dapur MBG.
Kehadiran personel TNI dan dukungan pemerintah provinsi memberikan suntikan semangat baru bagi petani serta pemerintah daerah, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
IPB University berharap hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan daerah.
Fenomena Bulan yang perlahan menjauh dari Bumi dijelaskan secara ilmiah oleh pakar IPB University.
ASOSIASI Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (Aspphami) DKI Jakarta menggelar pelatihan intensif mengenai penanganan binatang pengganggu bagi para tenaga pengendali hama permukiman.
Fastrex hadir sebagai solusi atas sulitnya mobilisasi hasil panen di medan yang sering kali memiliki kontur tanah tidak rata.
Ancaman serius ini datang dari wereng batang cokelat (WBC) dan penyakit virus kerdil padi. Keduanya merupakan momok bagi petani yang dapat memicu kegagalan panen secara masif.
Masalah kejiwaan di Indonesia tidak berdiri sendiri, melainkan dipicu oleh dinamika sosial yang kompleks.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved