Kamis 11 November 2021, 21:56 WIB

Perubahan Iklim Jadi Salah Satu Isu yang Dibahas di Muktamar NU 

Tri Subarkah/Despian Nurhidayat | Humaniora
Perubahan Iklim Jadi Salah Satu Isu yang Dibahas di Muktamar NU 

Dok. NU
Logo NU

 

KETUA Komite Pengarah atau Steering Committee Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-34 Muhammad Nuh menyampaikan perubahan iklim akan menjadi salah satu isu yang akan dibahas dalam pertemuan di Lampung pada Desember mendatang. Nuh menyebut masalah itu turut memengaruhi perkembangan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. 

"Yang tidak kalah penting isu ke depan mengenai climate change yang akan memengaruhi perkembangan NU ke depan," katanya melalui siaran pers virtual, Kamis (11/11). 

Nuh menjelaskan, bonus demografi Indonesia yang puncaknya pada 2035 harus bisa dikelola dengan baik. Sebanyak 70% populasi, lanjutnya, memasuki usia produktif. Alih-alih bonus demografi, pengelolan yang lalai akan menyebabkan disaster demographic. 

"Bukan demographic deviden. Itu yang harus jadi perhatian khusus PBNU ke depan," ujar Nuh. 

NU juga menyoroti perkembangan era digital. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu mengatakan, NU harus memanfaatkan perkembangan teknologi digital dengan baik. Sebab, teknologi digital dikategorikan sebagai generic purpose of technology yang dibutuhkan dalam semua bidang. 

Selain itu, muktamar NU juga akan membahas munculnya paham-paham keagamaan transnasional yang dinilai tidak cocok dengan prinsip keindonesiaan. Nuh menyebut paham-paham transnasional harus disikapi NU dengan baik. 

Baca juga : Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) Dorong Para Ibu Tingkatkan Pendapatan

"Desain besar NU ke depan itu harus menciptakan, membuat rumah yang biaa menampung segala ragam profesi dengan segala macam jumlah yang luar biasa," tandasnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pelaksana Muktamar NU ke-34 Imam Aziz menyebut ada empat tempat yang akan digunakan dalam muktamar tersebut. Acara pembukaan dan sidang pleno, katanya, akan dihelat di Pesantren Darussaadah Lampung Tengah. 

Sementara tiga univeristas di Kota Bandar Lampung akan digunakan untuk rapat-rapat komisi maupun sidang bahtsul masail. Ketiga univeristas yang dimaksud adalan Universitas Islam Negeri Raden Intan, Universitas Lampung (Unila), dan Universitas Malahayati. 

"Kami pantia berkomitmen dengan protokol kesehatan dan semuanya ini nanti kita atur bagaimana agar tidak terjadi kerumunan," kata Imam. 

"Sehingga membagi-bagi komisi ke empat venue utama menjadi bagian yang sangat penting untuk menjaga protkes," sambungnya. 

Adapun para peserta muktamar yang diselenggarakan pada 23-25 Desember mendatang berasal dari tiga utusan, yakni pengurus wilayah dari 34 provinsi, pengurus cabang yang terdiri sekitar 550 cabang, dan pengurus cabang istimewa (internasional) sebanyak 32 cabang. Karena digelar saat pandemi covid-19, perwakilan setiap unsur yang datang dihadiri sebanyak tiga peserta. (OL-7)

Baca Juga

DOK Pribadi.

Perkembangan Teknologi Harus Dimanfaatkan untuk Perkokoh Nilai Kebangsaan

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Juni 2022, 17:30 WIB
Daya adaptasi dan inovasi yang mumpuni dari setiap anak bangsa yang didasari nilai-nilai kebangsaan sangat dibutuhkan untuk menjawab...
ANTARA/Nova Wahyudi

Hari Ini 3.683 Jemaah dari 7 Kloter Diberangkatkan ke Arab Saudi

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 26 Juni 2022, 17:15 WIB
Rencana keberangkatan jemaah haji Indonesia gelombang 2, Minggu, (26/6) Juni 2022 akan diberangkatkan sebanyak 9 kloter dari 7...
Ist

Sandiaga Uno: Desa Wisata Loang Baloq Paduan Ekraf dan Kearifan Lokal 

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Juni 2022, 15:42 WIB
Lokasi Desa Wisata Taman Loang Baloq cukup strategis. Dari Lombok International Airport Praya sekitar 30 menit menggunakan mobil menuju...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya