Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
HARI Puspa dan Satwa Nasional, menjadi momentum generasi muda untuk terus peduli terhadap lingkungan dan mewujudkan pelestarian alam. Hal tersebut ditegaskan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat Meiki W Paendong.
Menurut dia, tidak hanya flora dan fauna langka, kekayaan sumber daya alam sebagian besar ada di kawasan hutan. Sehingga momen baik ini, juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga keasrian dan keberlangsungan hutan.
"Secara general, tidak hanya mengarah pada flora dan fauna (jenis) saja. Namun, juga pada keseluruhan kawasan hutan. Apabila tidak ditindaklanjuti dengan, kesadaran bersama maka satwa dan flora endemik yang ada di dalamnya akan punah," ucap Meiki melalui keterangan tertulis.
Dirinya mengapresiasi, banyak bermunculan kelompok pecinta alam yang berasal dari generasi muda. Mereka gotong royong melakukan berbagai kegiatan, dengan tujuan melestarikan alam dan lingkungan salah satunya gerakan bersih-bersih hutan.
Namun, sikap kecintaan ini jangan pula diimplementasikan dengan memelihara hewan yang memang seharusnya ada di hutan dengan dalih penangkaran.
Baca juga : Sinar Mas Land Gelar Program Aku Cinta Tanah Air
"Seharusnya kita pertahankan agar flora dan fauna ini, tetap ada di alamnya harus ada penekanan terkait hal ini," paparnya.
Meiki menuturkan, sudah saatnya generasi muda membangun revolusi mental. Salah satunya lewat konsistensi, memperhatikan dan menjaga kelestarian hutan dari tangan-tangan perusak.
"Kegiatan positif mereka (generasi muda pecinta alam) patut di apresiasi. Disini memperlihatkan, secara nyata gotong royong perduli lingkungan dengan memperhatikan krisis-krisis berkelanjutan bisa diikuti oleh generasi selanjutnya," bebernya.
Sementara itu, nafas gotong royong dengan tujuan pelestarian lingkungan yang dilakukan oleh generasi muda ini juga senada dengan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy yang mengatakan, bangsa Indonesia memiliki prinsip semangat gotong royong dan merupakan keunggulan bangsa Indonesia.
"Gotong royong adalah kristalisasi nilai pancasila, sebuah keikhlasan untuk berkorban, semangat untuk berbagi, bekerja sama dalam kerangka kebersamaan, bersatu mengatasi permasalahan," ujarnya. (RO/OL-7)
Warsito menjelaskan PKJB sejatinya keberlanjutan dari GNRM. Transformasi ini juga bukan sekadar perubahan istilah, melainkan perluasan cakupan dan penguatan substansi.
Subtansi program penguatan karakter dan jati diri bangsa tetap memuat tiga pilar revolusi mental: integritas, etos kerja, dan gotong royong.
Dengan menyajikan berita analisis, dan opini terkait gerakan revolusi mental, mediaindonesia.com membantu meningkatkan kesadaran publik.
Melalui kemandirian wirausaha yang ditunjang gerakan nasional revolusi mental, dengan etos kerja, gotong royong dan integritas, sehingga akan melatih mental wirausaha.
Peran penting aparatur sipil negara (ASN) dalam perbaikan tata kelola pemerintahan menuju Indonesia Emas 2045. Untuk itu, Presiden Joko Widodo mengamanatkan
WAKIL Ketua Komisi XI DPR RI Dolfie Othniel Frederic Palit mempertanyakan fungsi perencanaan dan penajaman kegiatan pembangunan yang diagendakan pemerintah, Bappenas
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, menegaskan bahwa manusia memiliki kewajiban moral tanpa batas untuk menjaga kelestarian alam
Muslimat NU dan Kementerian Lingkungan Hidup RI menandatangani MoU untuk memperkuat gerakan pelestarian lingkungan berbasis masyarakat melalui program Mustika Darling.
Kementerian LH memberikan tenggat waktu selama enam bulan bagi seluruh pengelola rest area di jalur tol untuk segera menyediakan unit pengolahan sampah mandiri yang mumpuni.
Seorang guru, Beryl Hamdi Rayhan, mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mendorong pendidikan lingkungan hidup menjadi mata pelajaran wajib dalam kurikulum nasional.
Penghijauan wilayah pesisir menjadi langkah penting untuk menahan laju abrasi, memperkuat ekosistem pesisir, dan melindungi masyarakat dari dampak perubahan iklim.
Serangkaian bencana alam yang dipicu kerusakan lingkungan hidup harus menjadi peringatan serius bagi negara untuk memperkuat perlindungan lingkungan dalam konstitusi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved