Selasa 02 November 2021, 22:24 WIB

Raih Cita-Cita dengan Tanamkan Motivasi Kuat dan Didukung Passion

mediaindonesia.com | Humaniora
Raih Cita-Cita dengan Tanamkan Motivasi Kuat dan Didukung Passion

Ist
Acara bertajuk “Caree Day and Achievment Motivation Training-AMT” yang digelar SMP Labschool Rawamangun Jakarta.

 

UNTUK menggapai cita-cita ingin kuliah di satu perguruan tinggi baik dalam negeri maupun luar negeri, bisa ditanamkan sejak masih duduk di bangku sekolah pertama. 

Dengan motivasi dan tekad yang kuat kendati ada kendala, cita-cita seorang biasanya akan terwujud. Selain itu, siswa yang memiliki cita-cita harus memilki tekad pantang menyerah dan mengikuti passion-nya dengan konsisten. 

Demikian benang merah dari acara bertajuk “Caree Day and Achievment Motivation Training-AMT” yang digelar SMP Labschool Rawamangun Jakarta, secara virtual di Jakarta, Selasa (2/11/2021).

 Acara yang dipandu dua guru senior yakni Trezadigjaya, MS.i dan Dyah Wisnuningrum itu manghadirkan para alumni SMP Labschool yang sudah melanjutkan sekolah, kuliah dan berkarir di berbagai bidang.

Para alumni yang hadir mengisi hari pertama Career Day adalah Muh. Hanif Fauzan (SMA Unggulan HusiThamrin), Zhafran Rafiedli (SMAN 8 Jakarta), Budiman Danardana (Fakultas Hukum Universitas Indonesia), Muh. Rizky (Katholieke Universiteit Leuven, Brussel- PPI Belgia), artis film, Nadia Arina, dan dr.Monica Andalusia  

Alumni SMP Labschool yang kini berprofesi sebagai dokter psikiatri, Monica Andalusia mengatakan, para siswa memang sejak dini harus membuat goal atau tujuan, ke mana akan melanjutkan studi dan nanti berkeinginan menjadi apa. 

“Letakkan passion, jika ada masalah di tengah jalan, kita harus bangkit segera. Jangan terlena dengan berbagai kendala yang dihadapi,” ujar Monica.

Pernyataan senada dikemukakan Nadya  Arina yang mengatakan,"Untuk berhasil dalam karier, kita memang harus mendengar kata hati dan passion kita. Jika keinginan kita berbeda dengan keinginan orang tua, maka hal ini kita harus meyakinkan orang tua."

“Semula orang tua juga tidak setuju saya terjun ke dunia selebritas, khususnya ke film dan FTV. Tapi jangan takut, kita harus mampu membuktikan dan meyakinkan ke orang tua bahwa inilah passion kita dan kita akanberhasil di jalan ini,” ujar Nadya.

Berbeda dengan M.Hanif yang sekolah di SMA  MH Thamrin Jakarta. Sejak SD bahkan dia sudah mempunyai cita-cita seperti keluarga besarnya, bidang kesehatan.

Ada anjuran dari orang tua agar nantinya Hanif juga menjadi dokter. Anjuran ini bukan tekanan, malah tantangan baginya untuk meraih harapan itu. 

“Sejak SD saya sudah melihat dan menyaksikan langsung bagaimana masyarakat datang ke klinik keluarga kami untuk berobat. Jadi situasi dan kehidupan keluarga mendorong saya untuk bercita-cita menjadi dokter," jelasnya.

"Bahkan keinginan saya lebih menjadi dokter ketimbang saran dan harapan orang tua. Saya yakin saya mampu nanti menjadi dokter,” ujarHanif.

Alumni Labschool Jakarta yang lain, Zhafran Rafiedli juga menceritakan bagaimana perbedaan saat sekolah di SMP Labschool dan sekolahnya saat ini, SMAN 8 Jakarta.

“Cara belajar di SMA 8 menekankan kita harus mandiri, ini menjadi tantangan saya untuk menyesuaikan cara belajar saat SMP. Akhirnya saya bisa beradaptasi dan mengikuti pelajaran,” katanya sambil menambahkan situasi pendemi saat ini dengan sistem pembelajaran daring membuat kita lebih kreatif.

Belajar di luar negeri

Lain lagi cerita Muhammad Rizky, alumni SP Labschool yang melanjutkan studinya ke luar negeri, sejak SMA dan hingga kuliah saat ini. Rizky termasuk sedikit dari alumni yang berani mengambil tantangan dengan mencari beasiswa SMA ke luar negeri.

Rizky lolos seleksi  dan  melanjutkan  pendidikan SMA–nya ke sekolah internasional bernama Knightsbridge Schools International (KSI) di KotaTivat, Montenegro, Eropa Selatan. 

“Secara sadar, sejak kecil saya ingin belajar di luar negeri. Kenapa? Dua kakak saya sudah kuliah di luar negeri, dengan beasiswa saat masih SMP. Saya sering membaca buku-buku milik ayah di perpustakaan di rumah yang bercerita tentang situasi di belajar di luar negeri, seperti buku Bung Hatta, dan juga buku tentang Tan Malaka,” ungkap Rizky.

Menurut Rizky yang kini kuliah di KU Leuven, Brussel, Belgia, banyak pengalaman dan llmu yang diperoleh saat belajar di luar negeri. Semua itu bisa menjadi modal kita untuk meraih karir dan cita-cita masa depan. Jadi, jangan takut dengan beragam tantangan belajar di luar negeri. 

“Sistem pembelajaran dengan kurikulum IB yang menuntut kita banyak membaca dan menulis membuat kita terbiasa dengan dunia akademis," jelasnya.

"Begitu juga kemandirian yang sejak awal saya dapatkan, mengingat sejak SMA saya terpisah dengan orang tua dan keluarga. Apalagi saat pandemi menghantam dunia, dua tahun saya hidup di asrama, di kompleks sekolah yang sangat sepi. Ini proses yang membawa saya ke situasi yang nyaman sata kuliah di Belgia,” papar Rizky.

 Kepada adik-adik yang masih duduk di SMP, Rizky menyediakan diri untuk konsultasibelajar di luar negeri.

“Bisa menghubungi saya via IG atau email. Kesempatan untuk kuliah dan mendapatkan beasiswa di luar negeri terbuka luas,” katanya. (RO/OL-09)

Baca Juga

AFP/PATRICK HERTZOG

Kembangkan Obat Kanker, Peneliti BRIN Desain Nano Partikel NLCs

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 28 Juni 2022, 17:15 WIB
BRIN berusaha mendesain nano partikel yang dapat meningkatkan bioavailabilitas obat anti kanker yang umumnya mengandung...
ANTARA/ Fakhri Hermansyah

Mensos Beri Bantuan Jemaat Penyandang Disabilitas HKBP Rawalumbu

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Selasa 28 Juni 2022, 16:45 WIB
Bantuan yang diserahkan berupa alat kursi roda elektrik, alat bantu dengar, kursi roda adaptif, tongkat tuna netra, kaki tangan palsu,...
Antara

Libur Sekolah, Ini Rekomendasi Tempat Wisata dari Menparekraf

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 28 Juni 2022, 16:19 WIB
Dirinya mengingatkan masyarakat yang akan berlibur pada momentum libur sekolah, tetap menjaga kewaspadaan terhadap pandemi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya