Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
AGENDA United Nations Climate Change Conference (COP26) telah berlangsung di Glasgow. Dalam pembukaan agenda COP26 di Pavilliun Indonesia, Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong mengungkapkan, Indonesia memiliki keinginan yang teguh untuk mencapai target yang ditetapkan dalam pengendalian iklim.
Namun demikian, Alue menegaskan, Indonesia tidak bisa berjalan sendiri. Maka, ia meminta dukungan penuh dari negara-negara maju untuk mencapai target-target pengendalian iklim. Diantaranya penurunan emisi Gas Rumah Kaca sebesar 29% dengan upaya sendiri dan hingga 41% dengan bantuan negara lain, serta target FOLU net sink pada 2030 dan Indonesia rendah karbon dan berketahanan iklim pada 2060
"Kami mendesak setiap negara untuk bekerja secara kolaboratif untuk menyelamatkan bumi pertiwi kita. Kami telah membagikan apa saja pencapaian yang telah kita raih dan apa saja yang akan kita lakukan. Untuk semua peserta internasional, saya dengan senang hati menerima masukan terkait apa yang kita sudah lakukan," kata Alue dalam acara pembukaan COP26 Pavilliun Indonesia, Senin (1/11).
Alue mengungkapkan, perubahan iklim kini telah memengaruhi semua negara di dunia. Perubahan tersebut, lanjut dia, akan memengaruhi berbagai aspek mulai dari perburukan ekonomi, cuaca ekstrem yang lebih sering dan ganas, masalah kesehatan penduduk, peningkatan konsumsi energi, dan kesulitan ketersediaan air bersih.
"Tanpa tindakan, peningkatan suhu permukaan rata-rata dunia akan melampaui 3 derajat celcius pda abad ini. Orang-orang miskin akan menjadi kelompok paling rentan dan terpengaruh," ucap dia.
Baca juga : Es Greenland Mencair Ekstrem Perbesar Risiko Banjir Global
Saat ini sendiri, Indonesia telah melakukan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di berbagai dimensi, mulai dari pengambilan keputusan di tingkat pemerintah hingga upaya-upaya yang dilakukan di tingkat tapak. Namun demikian, ia menyatakan masih ada sejumlah hambatan yang ditemui.
"Aksi bersama untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim memang menemui sejumlah tantangan, diantaranya kelemahan dalam pengambilan keputusan di tingkat lokal, kepentingan yang bertentangan antara sosial, ekonomi dan lingkungan, serta penolakan sudut pandang masyarakat alternatif dan tidak adanya dukungan dari masyarakat," beber dia.
Untuk itu, perlu adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk dunia internasional dalam menanggulangi permasalahan iklim di Indonesia.
"Kami siap melangkah lebih jauh, lebih berani mengambil tindakan untuk bumi kita," pungkas dia. (OL-7)
Lautan dunia menyerap panas ekstrem tahun 2025, memecahkan rekor selama sembilan tahun berturut-turut. Simak dampak mengerikannya bagi iklim global.
Peneliti Oxford mengungkap bagaimana bentuk garis pantai dapat menjebak spesies laut saat suhu memanas. Garis pantai Timur-Barat tingkatkan risiko kepunahan.
PERINGATAN mengenai ancaman perubahan kiamat iklim kembali menguat seiring dengan ditemukannya fenomena geologi yang tidak biasa di Greenland.
Kawasan mangrove, yang berperan penting sebagai pelindung pantai, penyerap karbon, serta habitat keanekaragaman hayati, menjadi salah satu fokus rehabilitasi.
Sebagai hewan ektotermik, suhu lingkungan jadi penentu utama siklus hidup nyamuk. Karena itu perubahan iklim berdampak besar pada penyakit akibat gigitan nyamuk.
TAHUN 2024 tercatat sebagai salah satu tahun dengan kasus DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tertinggi dalam sejarah global. Itu merupakan sinyal kuat dari dampak perubahan iklim,
Kerusakan padang lamun di pesisir Jawa dan sebagian Sumatra berpotensi menjadi salah satu sumber emisi karbon tersembunyi terbesar di Indonesia.
Memakai galon guna ulang bisa mengurangi sampah kemasan sekali pakai hingga 316 ton setiap tahun.
PERMINTAAN global terhadap praktik produksi berkelanjutan terus meningkat. Karenanya, instalasi panel surya dipasang pada pabrik Aneka Rimba Indonusa di Gresik, Jawa Timur.
Komitmen PHE OSES dalam menurunkan emisi dari sektor hulu migas kembali memperoleh pengakuan nasional.
TENAGA surya menjadi pilihan energi alternatif untuk mengurangi emisi karbon penyebab perubahan iklim. Pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) salah satu pilihan terbaik.
Laporan Land Gap 2025 mengungkap banyak negara masih mengandalkan hutan dan lahan untuk memenuhi target iklim, alih-alih memangkas emisi fosil secara cepat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved