Senin 01 November 2021, 19:02 WIB

Es Greenland Mencair Ekstrem Perbesar Risiko Banjir Global

Mediaindonesia.com | Humaniora
Es Greenland Mencair Ekstrem Perbesar Risiko Banjir Global

AFP/Mario Tama.
Greenland.

 

SEKITAR 3,5 triliun ton lapisan es Greenland yang telah mencair selama dekade terakhir telah menaikkan permukaan laut global setinggi satu sentimeter. Ini meningkatkan risiko banjir di seluruh dunia. Penelitian baru menunjukkan itu pada Senin (1/11).

Asal tahu saja, lapisan es di atas pulau terbesar di dunia itu mengandung cukup air beku untuk mengangkat lautan hingga sekitar enam meter secara global. Peristiwa pencairan ekstrem di sana ternyata telah meningkat frekuensinya selama setidaknya 40 tahun.

Meskipun merupakan salah satu tempat yang paling banyak dipelajari di Bumi oleh ahli iklim, penelitian pada Senin merupakan yang pertama menggunakan data satelit untuk mendeteksi limpasan lapisan es Greenland. Menulis di jurnal Nature Communications, para peneliti mengatakan bahwa limpasan air lelehan Greenland telah meningkat sebesar 21% selama empat dekade terakhir.

Baca juga: Penelitian Terbaru, Antidepresan Kurangi Risiko Rawat Inap Pasien Covid-19

Lebih mengejutkan lagi, data yang diberikan oleh Badan Antariksa Eropa menunjukkan bahwa lapisan es telah kehilangan 3,5 triliun ton es sejak 2011. Maknanya, ini menghasilkan air yang cukup untuk mengangkat lautan secara global dan menempatkan masyarakat pesisir pada risiko yang lebih tinggi terhadap kejadian banjir.

Sepertiga dari es yang hilang dalam dekade terakhir datang hanya dalam dua musim panas yang ekstrem yakni 2012 dan 2019, penelitian menunjukkan. Hasilnya menunjukkan variasi tahunan yang signifikan dalam pencairan es dan, dikombinasikan dengan data suhu, gelombang panas semakin menjadi penyebab utama hilangnya es.

Pada 2012, misalnya, ketika perubahan pola atmosfer menyebabkan udara hangat yang luar biasa di atas lapisan es selama berminggu-minggu, 527 miliar ton es hilang. "Seperti yang telah kita lihat dengan bagian lain dunia, Greenland juga rentan terhadap peningkatan peristiwa cuaca ekstrem," kata Thomas Slater dari Pusat Pengamatan dan Pemodelan Kutub Universitas Leeds dan penulis utama. "Saat iklim kita menghangat, masuk akal untuk berharap bahwa contoh pencairan ekstrem di Greenland akan lebih sering terjadi." 

Baca juga: Peneliti Ingatkan Air Laut akan Naik Ancam Asia Termasuk Indonesia

Memprediksi besar pencairan Greenland akan berkontribusi pada kenaikan permukaan laut sangat sulit bagi para ilmuwan yang juga perlu memperhitungkan potensi kenaikan yang disebabkan oleh pencairan gletser berbasis darat lain. Saat lautan menghangat dan air mengembang juga berkontribusi pada laut yang lebih tinggi.

Penulis mengatakan bahwa data satelit memungkinkan mereka untuk dengan cepat dan akurat memperkirakan banyak es yang hilang di Greenland pada tahun tertentu dan mengubahnya menjadi kenaikan permukaan laut yang setara. "Perkiraan model menunjukkan bahwa lapisan es Greenland akan berkontribusi antara 3-23 cm terhadap kenaikan permukaan laut global pada 2100," kata rekan penulis Amber Leeson, dosen senior Ilmu Data Lingkungan di Universitas Lancaster Inggris. (AFP/OL-14)

Baca Juga

Dok BBMC Indonesia

Bikers Brotherhood MC Gelar Vaksinasi Booster

👤Media Indonesia 🕔Selasa 25 Januari 2022, 20:30 WIB
Vaksinasi booster buat kalangan...
MI/Ramdani.

Aroma Perbatasan dari Kopi Klotok

👤Gana Buana 🕔Selasa 25 Januari 2022, 20:08 WIB
Kopi liberika kayong utara asal Kalimantan Barat rupanya pernah memecahkan rekor dan mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia untuk...
MI/ASTRI NOVARIA

TPA Terancam Penuh, Masyarakat Diminta Bijak Kelola Sampah

👤Rahmatul Fajri 🕔Selasa 25 Januari 2022, 19:49 WIB
masyarakat diminta bijak dalam mengelola sampah selama pandemi covid-19. Ia mengatakan terdapat peningkatan penggunaan plastik kemasan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya