Kamis 14 Oktober 2021, 16:54 WIB

Industri Kesehatan Pasca Pandemi Makin Terdiversifikasi

mediaindonesia.com | Humaniora
Industri Kesehatan Pasca Pandemi Makin Terdiversifikasi

dok.tangakapan layar
Industri kesehatan makin terdiversifikasi imbas dari pandemi covid-19

 

PANDEMI Covid-19 mengubah segalanya, termasuk dalam industri kesehatan. Keterbatasan selama hampir dua tahun akibat virus korona membuat industri kesehatan makin terdiversifikasi.

"Sejak Desember 2019 dunia menghadapi dampak dari pandemi Covid-19 yang terus berlangsung. Perubahan pun terus terjadi dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari masyarakat, termasuk dalam hal pekerjaan, pembelajaran, hingga kesehatan," ungkap Direktur Taiwan Trade Center Jakarta, Tony Lin dalam webinar bertajuk ‘Taiwan Excellence Smart Medical and Biotesting’, Kamis (14/10)

Acara yang diinisiasi Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) ini, dibuka  Dr. Chii-Wann Lin, selaku Vice President dan Director of Biomedical Technology and Device Research Laboratories di Taiwan Industrial Technology Research Institute.

Webinar yang berdurasi satu jam ini menampilkan empat brand medtech ternama pemenang Taiwan Excellence Awards tahun ini, yaitu TANbead dengan produk unggulannya Automated Nucleic Acid Extractor, kemudian Young Optics dengan produk unggulannya Miicraft’s Optical 3D Printer, lalu Aeon dengan Acid PRP and A-BMC treatment,  serta Sigknow Inc yang memperkenalkan solusi diagnostik aritmia bernama EZYPRO®.

Keempat brand medtech tersebut menunjukkan keunggulan Taiwan dalam industri biotesting dan perawatan khusus. Webinar ini juga membahas mengenai tren terbaru dan spesialisasi di masa yang akan datang dalam industri kesehatan.

Menurut Tony Lin, keterbatasan selama pandemi pun menghasilkan perubahan sehingga industri kesehatan menjadi lebih terdiversifikasi. Industri telemedicine, biotesting, dan produk kesehatan yang dapat disesuaikan diharapkan dapat menjadi lebih terkenal lagi di masa setelah pandemi.

“Di bawah ancaman pandemi, kita dapat melihat model bisnis baru dari industri biomedis, layanan medis bergerak dari terpusat mengarah ke personalisasi untuk memenuhi kebutuhan individu, dan Smart Medical Care diyakini sebagai gelombang berikutnya yang dapat mengubah dunia,” kata Tony Lin.

Dengan dukungan dari industri ICT, para pemimpin layanan kesehatan Taiwan saat ini bersemangat untuk memperluas keikutsertaanya dalam kompetisi pasca-pandemi dengan menggabungkan solusi biotesting, pengobatan preventif, telemedicine dan peralatan kesehatan yang dapat disesuaikan. (OL-13)

Baca Juga: Kanker Payudara Serang Generasi Muda, Upaya Preventif Harus Masif

 

Baca Juga

AFP

Pembukaan Ibadah Umrah Tunggu Hasil Diskusi Pemerintah Arab Saudi dan Indonesia

👤Widhoroso 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 00:19 WIB
PEMERINTAH Arab Saudi dan Indonesia masih melakukan diskusi intensif terkait pelaksanaan ibadah umrah. Hal tersebut membuat hingga kini...
MI/Ramdani

Pemerintah Harus Awasi Ketat Kepatuhan Penurunan Biaya PCR

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 22:10 WIB
Pasalnya, ada oknum atau provider penyedia lab tes PCR yang curang dengan menetapkan harga PCR di atas...
MI/Panca Syurkani

Sudirman Said: Langkah Presiden Tekan Harga Tes PCR Harus Diapresiasi

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 20:45 WIB
Kendati biayanya sudah turun, kualitas tes PCR harus tetap...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya