Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
EFEK domino dari pandemi covid-19 nyatanya bisa menaikkan level keparahan kanker payudara yang diidap pasien karena takut datang ke rumah sakit untuk deteksi dini atau pengecekkan rutin.
Ahli Bedah Onkologi sekaligus Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (PERABOI) Walta Gautama mengatakan adanya pandemi ini membuat ketakutan massal tidak mau ke rumah sakit sehingga terjadi peningkatan keparahan pasien kanker.
Padahal prinsip penanganan kanker yakni jangan ditunda sementara akibat pandemi banyak penundaan ke dokter untuk deteksi dini atau pengecekkan rutin. Alhasil yang terjadi adalah peningkatan kasus-kasus yang memang sudah banyak di stadium III dan IV makin bertambah.
"Bahkan sampai dengan beberapa hari yang lalu saya masih menerima pasien yang sudah merasakan ada benjolan kanker lebih dari 1 tahun lalu, karena angka covid-19 turun baru pasien tersebut berani datang berobat jadi ini sesuatu yang mempengaruhi kita dalam penanganan kanker," kata Walta dalam webinar yang diadakan Unicharm, Rabu (6/10).
Selain itu di tengah pandemi ini Walta menyebutkan untuk deteksi dini sudah sangat dibantu dengan keterlibatan organisasi survival juga termasuk diantaranya Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) yang banyak membantu sosialisasi deteksi dini di luar pemerintah.
Baca juga : MBKM Respons Terhadap Tren Perubahan Dunia Ketenagakerjaan
"Yang jadi masalah yakni pada stadium dini kanker payudara atau stadium lanjut terapi utamanya adalah operasi ketika pasien mengetahui benjolan harus melewati alur-alur yang panjang memakan waktu 1-2 bulan ke tempat pelayanan pertama dan baru bisa dilakukan terapi yang betul memakan waktu bisa sampai dengan 9-15 bulan untuk menjalani terapi yang betul," ungkapnya.
Di kesempatan yang sama Ketua dan Pendiri YKPI Linda Agum Gumelar menyebutkan Periksa Payudara Sendiri (SADARI) menjadi alternatif yang paten untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini. Agar ketika merasakan benjolan pada payudara bisa dikonsultasikan ke dokter jangan sampai ketika datang ke dokter sudah dalam kondisi parah.
"Tentu hal ini mempengaruhi kualitas hidup pasien apabila ditemukan pada stadium awal kualitas hidupnya akan lebih baik," ungkapnya.
Pemeriksaan payudara atau SADARI adalah cara penting dalam mencegah kanker payudara, memperhatikan kesehatan payudara sangat membantu mencegah kanker payudara yang harus dilakukan setiap wanita dengan dilakukan setiap bulan pada hari ke 7-10 setelah menstruasi hari pertama.
"Diketahui kejadian kanker payudara di kawasan Asia mencapai 159 ribu kasus dengan tingkat kematian 59 ribu jiwa dan di Indonesia mendekati 56 ribu kasus baru dengan tingkat kematian lebih dari 25 ribu jiwa, dan umumnya pasien kanker payudara datang ke dokter sudah dalam kondisi parah," pungkasnya. (OL-7)
Pentingnya kesadaran deteksi dini kanker payudara adalah untuk meningkatkan peluang hidup pasien karena kanker yang terdeteksi lebih awal, terutama sebelum menyebar.
Alexis Klimpl, perempuan asal California, didiagnosis kanker payudara triple positif di usia 25 tahun.
KANKER Payudara merupakan kondisi sel-sel ganas berkembang di dalam jaringan payudara. Berikut penyebab, deteksi dini, dan pengobatan kanker payudara :
Kanker payudara merupakan diagnosis yang menakutkan bagi banyak perempuan. Itu menimbulkan rasa takut dan ketidakpastian.
Selain faktor genetik, pola hidup, kadar hormon, dan paparan lingkungan juga dapat berkontribusi pada munculnya kanker payudara.
berolahraga 45 menit dengan latihan interval intensitas tinggi, dapat memicu lonjakan myokine dan menekan pertumbuhan sel kanker payudara hingga 30 persen.
Dalam tiga tahun di periode 2020-2022, industri minuman ringan tidak mengalami pertumbuhan sama sekali, alias nol persen, secara tahunan.
Masyarakat dihimbau untuk menerapkan protokol kesehatan terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024
Rupanya sejak kemunculannya, AG Glow langsung mencuri perhatian wanita Indonesia.
Meski pandemi telah berubah menjadi endemi, faktanya dunia belum baik-baik saja.
Rajawali Tour mampu membuktikan keberadaannya, dan semakin melebarkan sayapnya pasca-pandemi.
Pada tahun 2019 kami sempat berhasil membuka gerai Scandia ke-100, namun tidak lama pandemi melanda dan ekspansi bisnis OT Group pun tertunda
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved