Kamis 30 September 2021, 20:48 WIB

Menkeu Tagih Komitmen Negara yang Terlibat Paris Agreement

M. Ilham Ramadhan Avisena | Humaniora
Menkeu Tagih Komitmen Negara yang Terlibat Paris Agreement

Antara
Menteri Keuangan Sri Mulyani bersiap mengikuti rapat kerja dengan Banggar DPR RI,

 

MENTERI Keuangan Sri Mulyani menagih komitmen sejumlah negara yang terlibat dalam Paris Agreement agar segera menunjukkan hasilnya. 

Pasalnya, sejak ditandatangani pada 2016, upaya melawan perubahan iklim hanya menghasilkan kebisingan tanpa buah yang manis. Hal itu disampaikan Ani, sapaan akrabnya, dalam Asia House Conference bertema The Role of Green Finance in Delivering Southeast Asia's Sustainablity Goals secara virtual, Kamis (30/9). 

Baca juga: Presiden Jokowi Pastikan Rehabilitasi Mangrove Jadi Prioritas

Adapun pernyataan Bendahara Negara muncul, karena banyak pertanyaan ditujukan kepada Indonesia, namun tanpa solusi atau dukungan nyata. "Jangan biarkan Indonesia mengerjakan pekerjaan rumahnya dan kemudian global hanya datang dari pertemuan maupun pidato," pungkas Ani.

Lebih lanjut, dia berpendapat upaya melawan perubahan iklim membutuhkan dana yang besar. Dengan keterbatasan anggaran, Indonesia berupaya menjalankan komitmen dalam Paris Agreement. Apalagi Indonesia memiliki misi prioritas lain, seperti pembangunan infrastruktur.

Kemudian, penyediaan air bersih layak konsumsi, transformasi kesehatan, hingga mendorong mutu pendidikan nasional. "Jadi, ini menjadi sesuatu yang kita akan tetap biayai (melawan perubahan iklim), dengan biaya yang terjangkau. Kita transformasi dengan manfaatnya ini akan dinikmati semua orang, terutama yang prasejahtera," tuturnya.

Baca juga: Pembiayaan Mitigasi Perubahan Iklim Butuh Kolaborasi Internasional

"Tapi, kami secara alami akan berpartisipasi (menjalankan komitmen Paris Agreement). Kami selalu berdiskusi dan saya tidak malu untuk menjelaskan berapa banyak yang kami mampu," imbuh Ani.

Diketahui, melalui Paris Agreement, Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi karbon hingga 29% dengan upaya sendiri dan 41% dengan dukungan internasional pada 2030. Komitmen itu kemudian dituangkan dalam UU Nomor 16 Tahun 2016.(OL-11)

Baca Juga

Antara

KLHK Jajaki Peluang Ekspor Kopi Hasil Perhutanan Sosial di Turki

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 03 Desember 2021, 14:30 WIB
KLHK berpartisipasi pada acara One Day Indonesia Coffee, Fruits and Floriculture (ODICOFF) di Turki untuk menjajaki peluang pasar ekspor...
Transformasi sistem kesehatan di Indonesia

Kemenkes bakal Promosikan Transformasi Kesehatan Indonesia Kepada Dunia

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 03 Desember 2021, 14:15 WIB
Health Business Gathering diadakan untuk memperkuat hubungan persahabatan, mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan serta...
dok.Biro Pers Setpres

Omicron Masuk Singapura, Jokowi Ingatkan Antisipasi

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Jumat 03 Desember 2021, 13:55 WIB
PRESIDEN mengingatkan kewaspadaan terhadap ancaman varian Omicron yang sudah menyebar ke banyak negara termasuk tetangga...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya