Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ingin menjadi organisasi kelas dunia. Hal itu diutarakan Kepala BMKG Dwikorita Karnawasti dalam gelaran 16th Annual Indonesia–US BMKG-National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Partnership Workshop.
“Salah satu prioritas kami, menjadikan BMKG sebagai organisasi kelas dunia,” ujar Dwikorita dalam keterangan resmi, Kamis (30/9).
Melalui kerja sama tersebut, Dwikorita berharap BMKG dapat sejajar dengan pusat iklim global lainnya. Harapan tersebut muncul karena Indonesia berada di kolam hangat Samudra Hindia dan Pasifik Barat. Dengan posisi ini, Indonesia memainkan peran penting dalam pemantauan cuaca dan iklim global.
Baca juga: BMKG: Waspada Gelombang Sangat Tinggi Hingga 6 Meter
“Sebagai negara kepulauan, persebaran daratan-laut dan topografi yang kompleks membuat prediksi bencana menjadi tantangan bagi Indonesia,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Dwikorita menilai prediksi cuaca ekstrem dengan siklus diurnal, sistem cuaca sinoptik, Osilasi Madden-Julian (MJO), El Nino dan monsun, memberi manfaat bagi kesejahteraan sosial dan ekonomi di Indonesia.
Selain cuaca ekstrem, Indonesia juga merupakan kawasan rawan gempa. Posisi Indonesia di perbatasan tiga lempeng tektonik utama dunia, yakni India-Australia, Eurasia dan Pasifik. “Oleh karena itu, negara kita juga sangat rawan terhadap kejadian tsunami,” pungkas Dwikorita.
Pihaknya berharap sebagai bagian dari komunitas cuaca dan iklim global, BMKG dapat berkontribusi pada program terkoordinasi di seluruh dunia. “Kolaborasi dengan NOAA adalah salah satu cara kami untuk memainkan peran ini,” sambung dia.
Pada workshop tahun ini, tema Sub-seasonal to Seasonal Forecast: Detecting Extreme Weather Events at Climate Scale menjadi sorotan penting. Tema ini ingin menegaskan semangat BMKG dalam mengabdi kepada negara dan mendukung program pemerintah untuk kesejahteraan bangsa.
Baca juga: Perubahan Iklim Berpotensi Picu Migrasi Internal 216 juta Orang
Informasi skala waktu sub-musim hingga musiman sangat dibutuhkan di berbagai sektor. Khususnya, pengurangan risiko bencana hidrometeorologi terkait cuaca ekstrem, pertanian, energi, hingga ketahanan pangan. Akurasi prakiraan cuaca sangat penting untuk memastikan kebijakan pemerintah.
Menko Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyapaikan terima kasih kepada NOAA, karena turut membatu penanganan isu pandemi covid-19. Selain menggunakan data dari Facebook, Google dan NASA, pemerintah juga menggunakan data NOAA untuk membuat strategi penanganan covid-19.
“Pemerintah Indonesia berterima kasih kepada NOAA. Tidak hanya perubahan iklim, NOAA juga membantu penanganan covid-19,” tutur Luhut.(OL-11)
Adapun di Jakarta Timur, genangan tercatat di 16 RT yang berada di Kelurahan Rawa Terate, Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, dan Cililitan.
BMKG memberikan peringatan dini cuaca berupa potensi cuaca ekstrem hingga akhir Januari 2026 mendatang. Dalam prakiraan cuaca BMKG dijabarkan analisis mengenai pemicu cuaca ekstrem.
Berbagai pengalaman menghadapi bencana alam yang telah terjadi harus menjadi pembelajaran bagi kita agar mampu memitigasi sejumlah potensi bencana di tanah air.
BMKG mengeluarkan peringatan dini status "Siaga" untuk wilayah pantura Jawa Tengah. Status ini merupakan level tertinggi yang berlaku mulai 21 hingga 31 Januari 2026.
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung selama sepekan ke depan, mulai 22 hingga 28 Januari 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem sepekan ke depan.
Lautan dunia menyerap panas ekstrem tahun 2025, memecahkan rekor selama sembilan tahun berturut-turut. Simak dampak mengerikannya bagi iklim global.
Peneliti Oxford mengungkap bagaimana bentuk garis pantai dapat menjebak spesies laut saat suhu memanas. Garis pantai Timur-Barat tingkatkan risiko kepunahan.
PERINGATAN mengenai ancaman perubahan kiamat iklim kembali menguat seiring dengan ditemukannya fenomena geologi yang tidak biasa di Greenland.
Kawasan mangrove, yang berperan penting sebagai pelindung pantai, penyerap karbon, serta habitat keanekaragaman hayati, menjadi salah satu fokus rehabilitasi.
Sebagai hewan ektotermik, suhu lingkungan jadi penentu utama siklus hidup nyamuk. Karena itu perubahan iklim berdampak besar pada penyakit akibat gigitan nyamuk.
TAHUN 2024 tercatat sebagai salah satu tahun dengan kasus DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tertinggi dalam sejarah global. Itu merupakan sinyal kuat dari dampak perubahan iklim,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved