Kamis 30 September 2021, 16:05 WIB

Rencana Wisata Malam Glow Kebun Raya Bogor Tetap Berlanjut

Atalya Puspa | Humaniora
Rencana Wisata Malam Glow Kebun Raya Bogor Tetap Berlanjut

Instagram @glowkebunraya
Tampak visual rencana wisata malam di Kebun Raya Bogor yang menuai polemik.

 

MESKI publik menentang atraksi wisata malam Glow dengan lampu sorot berwarna-warni di Kebun Raya Bogor, Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan tetap akan melanjutkan rencananya.

"Kita tidak hentikan, tetapi tiba (berhenti) sebentar untuk mengkomunikasikan lebih baik ke publik agar tidak berlebihan," kata Kepala BRIN Laksana Tri Handoko kepada Media Indonesia, Kamis (30/9).

Ia menegaskan, wisata malam yang ada di Kebun Raya Bogor bukanlah hal baru. Konsep wisata tersebut telah diusung lebih dulu di berbagai negara.

"Inovasi eduwisata semacam Glow biasa diselenggarakan di berbagai kebun raya dunia. Itupun tidak setiap hari, saat ini rencananya hanya Sabtu dan Minggu, kalaupun ditambah kelak tidak lebih dari empat kali per minggu," beber dia.

Dihubungi terpisah, Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN Yan Rianto mengungkapkan bahwa pihaknya akan menerjunkan tim untuk melakukan evaluasi mengenai dampak adanya wisata Glow terhadap tumbuhan di Kebun Raya Bogor.

"Nanti BRIN akan menerjunkan peneliti untuk mengkaji apakah ada dampak buruk terhadap tanaman. Karena fungsi kebun raya kan sebagai tempat konservasi tanaman," beber dia.

Adapun, penelitian tersebut akan dilakukan seiring dengan pembukaan wisata Glow tersebut. Namun demikian, sejauh pengamatan saat ini, ia menegaskan bahwa pemasangan lampu LED dan perbaikan sejumlah infrastruktur di Kebun Raya Bogor tidak berdampak pada tumbuhan dan hewan yang hidup di sana.

"Sebenarnya selama ini hewan malam juga terpapar lampu yang lebih terang dari objek-objek di sekeliling kebun raya," tukas Laksana.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya menyatakan telah membatalkan rencana pembukaan wisata malam atraksi Glow di Kebun Raya Bogor. Bima merespons adanya petisi dari lima mantan kepala kebun raya Indonesia yang menentang wisata malam di kebun raya karena berpotensi merusak aset di dalamnya.

"Belum bisa beroperasi dulu,"  kata Bima seusai bertemu dengan PT Mitra Natura Raya, perusahaan swasta yang mengelola eks situ Kebun Raya Bogor bersama LIPI (sekarang Badan Riset dan Inovasi Nasional/BRIN) pada Selasa (28/9)

Petisi berjudul 'Menjaga Marwah Kebun Raya' dibuat oleh kelima mantan kepala kebun raya Indonesia, yakni Made Sri Prana (1981-1983), Usep Soetisna (1983-1987), Suhirman (1990-1997), Dedy Darnaedi (1997-2003) dan Irawati (2003-2008).

Menurut mereka, sorotan sinar lampu di waktu malam berisiko mengganggu kehidupan hewan dan serangga penyerbuk. Bima mengungkapkan, BRIN sebenarnya sudah menyampaikan kajian internalnya. Namun, karena publik menentangnya, maka Bima meminta agar kajian itu diperluas dengan melibatkan IPB University. (H-2)

 

Baca Juga

Dok. Instagram Sanggar Senja Cibinong

Sanggar Senja Perjuangkan Pendidikan dan Identitas Anak-Anak Jalanan

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 11:16 WIB
Yayasan Sanggar Senja Cibinong adalah tempat berkumpulnya anak-anak jalanan yang terbuang dan kaum marjinal yang dibantu dalam bentuk...
Ant/Destyan Sujarwoko

Sejarah Berdirinya Kerajaan Majapahit

👤Farrel Ardan 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 10:15 WIB
KERAJAAN Majapahit merupakan kerajaan Hindu-Budha terakhir di Nusantara antara abad ke-13 dan ke-16, terbesar di...
Ist/Kemensos

Mensos Beri Perlidungan Anak Disabilitas Korban Kekerasan di Balai Kemensos

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 09:53 WIB
Mensos juga menginstruksikan jajaran terkait di Kemensos untuk mengawal kasus pidana di ranah hukum, agar pelaku mendapatkan sanksi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya