Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

12 Tahun Dinanti, Bunga Bangkai Raksasa Mekar di Kebun Raya Bogor

Fathurrozak
07/2/2026 09:37
12 Tahun Dinanti, Bunga Bangkai Raksasa Mekar di Kebun Raya Bogor
Ilustrasi(IG Kebun Raya )

DINANTIKAN sejak sepekan terakhir, Amorphophallus titanum atau yang dikenal sebagai bunga bangkai raksasa akhirnya mekar di Kebun Raya Bogor. Hal ini tentu membuat masyarakat penasaran dan ingin melihat langsung mekarnya bunga langka ini. 

Cantiknya bunga bangkai raksasa ini mengundang kagum para pengunjung bahkan banyak pengunjung yang mengabadikan foto bersama titan arum ini.

Amorphophallus titanum yang melegenda ini memasuki fase awal menuju mekar di area koleksi bunga bangkai, tepatnya di tebingan Mata Air Kahuripan, pada Minggu (25/1/2026). Tepat pada Kamis, (5/2/2026), bunga ini mulai menampakkan kecantikannya yang kemudian mekar sempurna saat malam hari. 

“Pada hari Kamis, 5 Februari 2026, bunga bangkai mencapai fase mekar penuh. Tongkol menjulang hingga 140 cm, dengan diameter bunga mencapai 56 cm. Tepat pada pukul 00.24 WIB, seludang bunga terbuka sempurna, menandai klimaks dari peristiwa langka yang hanya berlangsung singkat,” ujar Horticulture Senior Manager PT. Mitra Natura Raya, pengelola Kebun Raya Bogor, Yudhistira, dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Jumat, (6/2).

Ia menambahkan mekarnya bunga bangkai raksasa bukan sekadar peristiwa botani, melainkan pengingat akan keajaiban siklus alam dan pentingnya upaya konservasi tumbuhan langka. 

“Setiap mekarnya adalah pesan sunyi dari hutan hujan,” ujarnya.

Tumbuhan ini merupakan salah satu koleksi Kebun Raya Bogor yang ditanam pada 11 September 1992, dengan bibit yang berasal dari Sumatra, Jambi. 

Peneliti Ahli Madya dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang meneliti bunga bangkai raksasa ini, Dr Dian Latifah mengatakan masyarakat wajib melihatnya karena kejadian mekar bunga ini sangat ditunggu-tunggu, bunga nomor koleksi VI.C.489 terakhir mekar tahun 2020 di Kebun Raya Bogor. 

Saat ini nomor koleksi 382 lah yang sedang mekar setelah penantian 12 tahun. Siklus hidupnya unik memiliki fase vegetatif dan generatif diselingi fase dorman (istirahat). 

“Masyarakat dapat melihat perbedaan dengan bunga bangkai lainnya seperti suweg (Amorphophallus paeniifolius) dan Rafflesia arnoldii atau Rafflesia hasseltii. Meskipun sebutannya bunga bangkai raksasa, namun sebenarnya bunga jantan dan betinanya hanya kecil-kecil mengelompok saja di bagian bawah spadiksnya yang menjulang tinggi,” papar Dr Dian.

Ia menambahkan penyerbukannya dibantu serangga penyerbuk yang di alam harus terbang jauh berpuluh-puluh kilometer membawa serbuk sari dari bunga lain yang mekar bersamaan untuk menjadi buah dan biji.

 “Sedangkan di Kebun Raya harus dibantu manusia (hand pollination). Bunga jantan dan betinanya tidak masak bersamaan,” tambahnya.

General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya, Zaenal Arifin mengatakan setiap kali Amorphophallus titanum mekar, itu adalah momen yang sangat berarti dalam dunia botani. Ia mengatakan ini bukan hanya sebagai peristiwa unik, tetapi juga sebagai pengingat pentingnya konservasi flora Nusantara.

“Kebun Raya Bogor menjadi rumah konservasi bagi Amorphophallus terbesar di dunia, yaitu Amorphophallus titanum. Mekarnya bunga ini menandakan suksesnya fungsi konservasi pada Kebun Raya Bogor yang diemban oleh kami selaku mitra pengelola Kebun Raya,” ujar Zaenal. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya