Jumat 24 September 2021, 17:15 WIB

Kemendikbudristek Jelaskan Kekeliruan Data Klaster PTM

Putri Anisa Yuliani | Humaniora
Kemendikbudristek Jelaskan Kekeliruan Data Klaster PTM

Mi/Supardji Rasban
Pembelajaran tatap muka

 

KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan terdapat empat miskonsepsi mengenai isu klaster pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang saat ini beredar di masyarakat. Miskonsepsi pertama adalah mengenai terjadinya klaster akibat PTM terbatas.

“Angka 2,8% satuan pendidikan itu bukanlah data klaster covid-19, tetapi data satuan pendidikan yang melaporkan adanya warga sekolah yang pernah tertular covid-19. Sehingga, lebih dari 97% satuan pendidikan tidak memiliki warga sekolah yang pernah tertular covid-19," disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen), Jumeri, di Jakarta, Jumat (24/9).

"Jadi, belum tentu klaster," imbuhnya

Miskonsepsi kedua, bahwa belum tentu juga penularan covid-19 terjadi di satuan pendidikan. Data tersebut didapatkan dari laporan 46.500 satuan pendidikan yang mengisi survei dari Kemendikbudristek.

"Satuan pendidikan tersebut ada yang sudah melaksanakan PTM Terbatas dan ada juga yang belum," paparnya.

Selanjutnya miskonsepsi ketiga, Jumeri menjelaskan, bahwa angka 2,8% satuan pendidikan yang diberitakan itu bukanlah laporan akumulasi dari kurun waktu satu bulan terakhir.

"Itu bukan berdasarkan laporan satu bulan terakhir, tetapi 14 bulan terakhir sejak tahun lalu yaitu Juli 2020," ungkapnya.

Baca juga : Kemendikbudristek: 378 Kasus Aktif Covid-19 di Sekolah

Miskonsepsi keempat adalah isu yang beredar mengenai 15.000 siswa dan 7.000 guru positif Covid-19 berasal dari laporan yang disampaikan oleh 46.500 satuan pendidikan yang belum diverifikasi, sehingga masih ditemukan kesalahan.

"Misalnya, kesalahan input data yang dilakukan satuan pendidikan seperti laporan jumlah guru dan siswa positif covid-19 lebih besar daripada jumlah total guru dan siswa pada satuan pendidikan tersebut," jelas Dirjen PAUD Dikdasmen.

Sebagai solusi ke depan, Kemendikbudristek sedang mengembangkan sistem pelaporan yang memudahkan verifikasi data.

"Dikarenakan keterbatasan akurasi data laporan dari satuan pendidikan, saat ini Kemendikbudristek dan Kemenkes sedang melakukan uji coba sistem pendataan baru dengan aplikasi PeduliLindungi,” tambah Jumeri.

Kemendikbudristek juga selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan dan pemantauan dinamika sekolah yang melaksanakan PTM Terbatas.

Anak-anak juga bisa tetap belajar dari rumah jika orangtua belum yakin dan belum memberikan izin untuk mengikuti

PTM Terbatas, serta tidak ada proses menghukum dan diskriminasi bagi anak-anak yang belajar dari rumah.

“Kolaborasi yang efektif antara guru, kepala sekolah, komite sekolah, dan pengawas sekolah, serta orangtua sangat diharapkan untuk menyukseskan penerapan PTM terbatas,” pungkas Jumeri. (OL-2)

 

Baca Juga

Seskab

Stafsus Wapres Pertemukan Asosiasi PPIU dan Pemerintah Bahas Penyelenggaraan Umrah

👤Widhoroso 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 17:20 WIB
STAF Khusus (Stafsus) Wakil Presiden Arif Rahman memimpin Focus Group Discussion (FGD) yang mempertemukan asosiasi Penyelenggara...
Istimewa

Duh, Malas Gerak Selama Pandemi Bisa Kena Osteoporosis

👤Zubaedah Hanum 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 17:10 WIB
Kurangnya aktivitas fisik hingga kebiasaan makan yang tidak sehat menjadi faktor risiko yang besar untuk seseorang mengalami...
Unair

Tim ASTRO Universitas Airlangga Juara 3 Kontes Robot Indonesia

👤Zubaedah Hanum 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 16:35 WIB
Tim ASTRO UNAIR pada gelaran Kontes Robot Indonesia (KRI) 2021 berhasil meraih juara 3 dalam final Divisi Kontes Robot Tematik Indonesia...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Sukses PON Papua 2021 Pemerataan Pembinaan di Seluruh Pelosok Negeri

Sukses prestasi ditandai dengan tercipta banyak rekor meski penyelenggaraan multiajang olahraga terakbar Tanah Air itu digelar di masa pandemi covid-19.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya