Jumat 24 September 2021, 17:00 WIB

Kemendikbudristek: 378 Kasus Aktif Covid-19 di Sekolah

Faustinus Nua | Humaniora
Kemendikbudristek: 378 Kasus Aktif Covid-19 di Sekolah

MI/Ramdani
Ilustrasi

 

DIRJEN PAUD Dikdasmen, Kemendikbudristek Jumeri mengungkapkan bahwa saat ini ada 378 kasus aktif covid-19 yang terjadi di sejumlah satuan pendidikan di Tanah Air.

"Memang posisi terkakhir kasus aktif yang ada di satuan pendidikan untuk PTK terlapor covid itu ada 222, peserta didik ada 156 yang terlapor covid," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Jumat (24/9).

Kasus aktif tersebut tidak serta merta menjadikan sekolah sebagai klaster baru. Hanya beberapa sekolah dengan penyebaran covid-19 yang cukup banyak terpaksa harus ditutup sementara. Misalnya di di SMAN 1 Padang Panjang yang sudah memulai PTM terbatas.

"SMAN 1 Padang Panjang sekolah asrama sekarang tinggal 28 siswa positif, mereka diisolasi di sekolah. Di Pirbalingga ada SMP 3 dan 4 dengan total di-tracing ada 20+8 dari 2 sekolah," jelasnya.

Meski ada penukaran Kemdikbudristek, lanjutnya terus mendorong pemerintah daerah di wilayah untuk melakukan PTM terbatas. Pasalnya, sejauh ini baru sekitar 42% satuan pendidikan di daerah PPKM level 1-3 yang menggelar PTM terbatas.

Baca juga : Data Klaster Covid-19 Sekolah Kurang Akurat, Kemendikbud-Ristek Jajaki PeduliLindungi

Padahal model pembelajaran tersebut berperan penting dalam mencegah learning loss dalam dunia pendidikan di Indonesia. Sebab PJJ yang dilakukan selama pandemi tidak bisa dijadikan model pembelajaran yang ideal.

"Daerah harus mulai menggelar PTM terbatas yang dikombinasikan dengan PJJ untuk orangtua yang belum ingin anaknya ke sekolah. Kombinasi pembelajaran ini penting agar learning loss tak berkepanjangan,” imbuhnya.

Terkait kekhawatiran orangtua akan terjadinya klaster sekolah, sejak awal pandemi tahun 2020 lalu hingga saat ini, dilaporkan ada 46.580 satuan pendidikan yang melaksanakan PTM terbatas. Dari jumlah itu, ada 1.296 kasus atau 2,8% siswa yang tertular covid-19.

Menurutnya, angka tersebut tidak menjadi penghalang untuk segera PTM terbatas. Sebanyak 97% sekolah yang melapor mampu menjalankan PTM terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Jika melihat angkanya, klaster sekolah itu relatif kecil sekitar 2,8 %. Itu kasus yang terjadi selama hampir dua tahun, sejak pemerintah menetapkan pandemi pada Maret 2020 hingga 19 September 2021,” tuturnya.

Lantas, kolaborasi yang efektif antara guru, kepala sekolah, komite sekolah, dan pengawas sekolah, serta orang tua diharapkan menyukseskan implementasi PTM terbatas. Program vaksinasi PTK didorong agar (PTM) terbatas sesuai amanat Presiden Jokowi, dapat segera dilakukan di daerah yang belum melaksanakan.(OL-2)

 

Baca Juga

Ist

IPI Usul Pemerintah Tinjau Ulang Syarat Tes PCR Wisatawan Domestik

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 22:57 WIB
Pengurus Pusat IPI meminta pemerintah meninjau ulang kebijakan yang diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri yang dikeluarkan tanggal 19...
Dok Pribadi

Habis Kunker, Erick Thohir Langsung Jenguk Dorce Gamalama di RS Pertamina

👤Mediaindonesia 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 20:52 WIB
"Ketika mendengar kabar ini, saya langsung menjenguk sekaligus memastikan pelayanan terhadapnya berjalan baik," ujar...
DOK. Polda NTT

Satgas Sebut Daerah yang Tidak Patuhi Prokes Terus Bertambah

👤 Atalya Puspa 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 20:00 WIB
Penerapan protokol kesehatan secara disiplin dan konsisten mutlak dibutuhkan di tengah peningkatan mobilitas penduduk, agar tidak terjadi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya