Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) mengakui bahwa data klaster sekolah terpapar covid-19 yang miliknya kurang akurat, menyusul ditemukan sejumlah kesalahan yang telah menimbulkan mispersepsi.
Karena itu, Dirjen PAUD Dikdasmen, Kemendikbud-Ristek Jumeri menyampaikan bahwa pihaknya telah menghentikan pendataan tersebut. Kementerian tengah menjajaki aplikasi PeduliLindungi untuk menyediakan data-data satuan pendidikan terkait covkd-19 yang sudah divalidasi.
"Keterbatasan akurasi dari laporan satuan pendidikan ini, maka Kemendikbud-Ristek dan Kemenkes sedang melakukan uji coba pendataan baru dengan aplikasi PeduliLindungi," ungkapnya dalam konferensi virtual, Jumat (24/9).
Dijelaskannya, dalam data Kemendikbudristek sekolah melaporkan tanpa ada verifikasi atau validasi. Apalagi pada awal-awal pandemi, pemahaman masyarakat terkait klaster masih kurang. Sehingga, kadang satu orang warga sekolah yang terpapar kemudian dilaporkan sebagai klaster baru. "Padahal kalau klaster itu terkena covid-19 secara maasal ya di lingkungan itu," imbuhnya.
Lebih lanjut, integrasi data ke aplikasi PeduliLindungi saat ini masih sebatas uji coba. Kemendikbudristek bersama Kemenkes berencana mempermudah masyarakat dalam mengakses data-data covid-19 yang akurat di satuan pendidikan.
"Ini kita sedang melakukan uji coba. Apakah ini visisble diterapkan pada semua sekolah di Indonesia? Apakah bisa digunakan sekolah atau warga sekolah?," kata Jumeri.
Sebagaimana diketahui, berdasarkan data yang dihimpun Kemendikbudristek, dari 47.033 sekolah yang telah melakukan PTM, sebanyak 2,77% di antaranya menimbulkan klaster kasus covid-19. Termasuk di DKI Jakarta, ada 25 klaster dari total 899 responden sekolah.
Pemprov DKI Jakarta lalu mempertanyakan data tersebut. Sebab, Dinas Pendidikan DKI Jakarta hanya menemukan satu klaster covid-19 saat PTM berlangsung. Hal tersebut terjadi di SDN 03 Klender. (H-2)
KEPALA Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Aji Muhawarman mengatakan tren mingguan kasus campak pada Maret 2026 mengalami penurunan.
WAKIL Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengimbau masyarakat untuk tetap mengatur makanan di masa lebaran agar tetap sehat.
Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa sampai dengan minggu kesembilan 2026, kasus campak di Indonesia telah turun menjadi 511 kasus dari sebelumnya 531 kasus.
Pemerintah mempercepat pelaksanaan imunisasi campak-rubella (MR) di berbagai daerah menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Antisipasi lonjakan kasus, Kemenkes siapkan layanan vaksin campak (vaksin MR) di posko mudik Lebaran 2026, terutama di bandara dan pelabuhan. Cek detailnya!
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Pakar epidemiologi dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengatakan bahwa varian omicron JN.1 saat ini sudah berstatus variant of interest
Pelanggan kereta api jarak jauh dan kereta api lokal diperbolehkan tidak menggunakan masker apabila dalam keadaan sehat dan tidak berisiko tertular atau menularkan covid-19.
68 juta orang di Indonesia telah menerima vaksin covid-19 dosis ketiga. Data itu termuat dalam laman covid19.go.id
Sebanyak 46.319 orang menerima booster kedua pada Rabu, (8/3). Total sebanyak 2.815.002 telah dilaporkan menerima vaksin covid-19 dosis yang ke-4.
Kemendikbud-Ristek memberikan diskresi penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di masa pandemi Covid-19 dalam aturan terbaru yang dirilis 29 Juli 2022.
Kemenkes mencatat per 22 Juli 2022 sebanyak 27 orang jemaah haji Indonesia terpapar covid-19 dan saat ini menjalani isolasi mandiri di daerahnya masing-masing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved