Jumat 24 September 2021, 16:30 WIB

Data Klaster Covid-19 Sekolah Kurang Akurat, Kemendikbud-Ristek Jajaki PeduliLindungi

Faustinus Nua | Humaniora
Data Klaster Covid-19 Sekolah Kurang Akurat, Kemendikbud-Ristek Jajaki PeduliLindungi

Kemendikbus
Tangkapan layar data klaster covid-19 di sekolah selama PTM yang dirilis Kemendikbud-Ristek, sebelumnya.

 

KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) mengakui bahwa data klaster sekolah terpapar covid-19 yang miliknya kurang akurat,  menyusul ditemukan sejumlah kesalahan yang telah menimbulkan mispersepsi.

Karena itu, Dirjen PAUD Dikdasmen, Kemendikbud-Ristek Jumeri menyampaikan bahwa pihaknya telah menghentikan pendataan tersebut. Kementerian tengah menjajaki aplikasi PeduliLindungi untuk menyediakan data-data satuan pendidikan terkait covkd-19 yang sudah divalidasi.

"Keterbatasan akurasi dari laporan satuan pendidikan ini, maka Kemendikbud-Ristek dan Kemenkes sedang melakukan uji coba pendataan baru dengan aplikasi PeduliLindungi," ungkapnya dalam konferensi virtual, Jumat (24/9).

Dijelaskannya, dalam data Kemendikbudristek sekolah melaporkan tanpa ada verifikasi atau validasi. Apalagi pada awal-awal pandemi, pemahaman masyarakat terkait klaster masih kurang. Sehingga, kadang satu orang warga sekolah yang terpapar kemudian dilaporkan sebagai klaster baru. "Padahal kalau klaster itu terkena covid-19 secara maasal ya di lingkungan itu," imbuhnya.

Lebih lanjut, integrasi data ke aplikasi PeduliLindungi saat ini masih sebatas uji coba. Kemendikbudristek bersama Kemenkes berencana mempermudah masyarakat dalam mengakses data-data covid-19 yang akurat di satuan pendidikan.

"Ini kita sedang melakukan uji coba. Apakah ini visisble diterapkan pada semua sekolah di Indonesia? Apakah bisa digunakan sekolah atau warga sekolah?," kata Jumeri.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan data yang dihimpun Kemendikbudristek, dari 47.033 sekolah yang telah melakukan PTM, sebanyak 2,77% di antaranya menimbulkan klaster kasus covid-19. Termasuk di DKI Jakarta, ada 25 klaster dari total 899 responden sekolah.

Pemprov DKI Jakarta lalu mempertanyakan data tersebut. Sebab, Dinas Pendidikan DKI Jakarta hanya menemukan satu klaster covid-19 saat PTM berlangsung. Hal tersebut terjadi di SDN 03 Klender. (H-2)

Baca Juga

Antara

Terget Net Zero Emission, Indonesia Setop Jual Kendaraan Konvensional

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 14:25 WIB
Indonesia akan menyetop penjualan motor dan mobil konvensional atau berbahan bensin. Nantinya, kendaraan di Tanah Air akan beralih ke bahan...
DOK INH.

INH Ajak NGO Turut Bangun Asrama Guru di Jerusalem

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 14:15 WIB
Sejumlah lembaga yang sudah didatangi INH di antaranya Dompet Dhuafa, Nusantara Palestina Center (NPC), Darul Tauhid Peduli, dan Aqsho...
ANTARA/Fransisco Carolio

Pemerintah Distribusikan Tambahan Fasilitas Rantai Dingin ke 34 Provinsi

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 14:05 WIB
"Fasilitas cold chain sudah diberikan ke provinsi. Masing-masing dua buah per provinsi," kata Jubir Vaksinasi Covid-19 Siti...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menolakkan Ancaman Kemiskinan Ekstrem

Pemerintah perlu memastikan seluruh program penanggulangan kemiskinan ekstrem diterima rumah tangga miskin ekstrem yang ada di wilayah prioritas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya