Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN dengan intensitas tinggi dan meluapnya Sungai Kahayan menyebabkan banjir yang merendam Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, sejak Jumat (10/9) lalu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangkaraya melaporkan, banjir berangsur surut pada Selasa (14/9) karena berkurangnya intensitas hujan.
"Banjir sudah agak surut, sebelumnya mencapai 50 centimeter. Kita berharap terus surut sehingga warga dapat beraktivitas dengan normal," jelas Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangkaraya, Emi Abriyani dalam keterangan tertulis Rabu (15/9).
Banjir menerjang empat kecamatan, yakni Kecamatan Pahandut, Kecamatan Jekan Raya, Kecamatan Sabangau dan Kecamatan Bukit Batu. Air bah muncul karena curah hujan tinggi dan kiriman dari wilayah hulu sehingga sungai Kahayan meluap hingga merendam rumah warga.
Selama banjir, BPBD Kota Palangkaraya terus melakukan penanganan banjir dengan dukungan berbagai unsur. Sejak hari pertama banjir, mereka langsung mengirimkan tim untuk melakukan evakuasi dan patroli.
Namun, imbuh Emi, jumlah personel BPBD sangat terbatas sehingga kami menggandeng semua unsur di Palangkaraya untuk membantu penanganan, seperti TNI, Polri, instansi daerah lain, dunia usaha hingga relawan.
"Karena bencana urusan bersama jika dikerjakan bersama akan menjadi ringan," tukasnya.
Meskipun telah surut, BPBD mengingatkan warga untuk waspada apabila hujan kembali turun dan adanya banjir kiriman dari wilayah hulu.
"Kami selalu meminta tim di lapangan untuk mengimbau masyarakat agar tetap waspada karena menurut BKMG hujan masih akan terjadi beberapa hari ke depan dan kemungkinan banjir kiriman dari hulu," pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Sub Bidang Kesiapsiagaan BPBD Palangkaraya, Balap mengatakan, Wali kota sudah mengeluarkan surat keputusan status siaga darurat banjir di Palangkaraya sehingga pengerahan pengerahan personel, peralatan dan sumber daya yang ada di Palangkaraya semakin cepat.
"Pemkot Palangkaraya telah mengeluarkan Surat Keputusan Siaga Darurat Banjir sejak 13 September 2021 hingga 31 Desember 2021," imbuhnya.
BPBD telah menyiapkan tenda pengungsi di beberapa titik untuk mengantisipasi warga yang ingin mengungsi.
"Data saat ini warga terdampak sejumlah 3.383 KK atau 7.547 jiwa. Kami menyiapkan beberapa titik pengungsian, namun sampai saat ini belum ada warga yang mengungsi, warga memilih mengungsi mandiri ke rumah kerabat maupun bertahan di rumah masing-masing," pungkasnya . (H-2)
Tasriah 75 tahun, penderita sakit stroke di kampung Dukuh Desa Mulyasari, Pamanukan Subang, harus seger dievakuasi karena ketinggian banjir makin naik.
Umur tanaman padi yang terendam air berkisar 10 hingga 25 hari
Kabid Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto mengimbau masyarakat agar memanfaatkan layanan darurat kepolisian apabila membutuhkan bantuan.
Ia menegaskan kondisi tersebut menuntut penguatan kesiapsiagaan dari berbagai sektor, terutama dalam menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Banjir yang melanda Kabupaten Bekasi pada akhir Januari 2026 memaksa 15.335 jiwa warga mengungsi ke sejumlah lokasi aman.
Dampaknya sangat dirasakan oleh para petani dan pedagang kecil yang kini kehilangan mata pencaharian.
SUNGAI Kahayan di Palangka Raya, Kalteng, semakin meluap. Warga yang berada di Kelurahan Bereng Bengkel , diminta waspada terjadinya potensi banjir.
Untuk langkah antisipasi, Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalteng, akan turun ke pasar untuk megawasi agar tak terjadi lonjakan harga.
Seluruh elemen masyarakat di Kalteng khususnya di Kota Palangka Raya, diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik di tengah situasi kegiatan unjuk rasa yang sedang berlangsung.
“Pemko Palangka Raya tidak ingin menambah beban warga. Karena itu, tidak ada kebijakan menaikkan PBB-P2,”
SEORANG narapidana atas nama Henderikus Yoseph Seran Bin Anderias Seran dilaporkan melarikan diri dari Lapas Kelas IIA Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng).
“Masyarakat jadi mengurangai jumlah pembelian dan itu mengakibatkan stok cabai di pedagang lambat habisnya,”
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved