Rabu 15 September 2021, 11:33 WIB

Makanan Hewani Hasilkan Emisi Dua Kali Lipat Lebih Banyak dari Makanan Nabati    

Febby Saraswati | Humaniora
Makanan Hewani Hasilkan Emisi Dua Kali Lipat Lebih Banyak dari Makanan Nabati    

AFP/John THYS
Sapi memakan anggur di sebuah peternakan di Rotterdam, Belanda.

 

PETERNAKAN hewan menyumbang emisi gas rumah kaca dua kali lebih banyak daripada tanaman untuk konsumsi, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan Senin (14/9) yang memetakan kegiatan pertanian di seluruh dunia. 

Segala jenis makanan manusia menyumbang sebagian besar emisi penyebab perubahan iklim, mulai dari transportasi, penggundulan hutan, dan sistem pencernaan ternak semuanya mengirimkan gas polusi ke atmosfer.

Para peneliti mengamati karbon dioksida, metana, dan dinitrogen oksida yang dilepaskan oleh produksi dan konsumsi pangan dari pertanian di darat. Dan mereka menemukan bahwa, antara 2007 dan 2013, emisinya mencapai 17,318 miliar metrik ton gas rumah kaca setara CO2 per tahun -- atau 35% dari semua emisi yang disebabkan manusia. 

Baca juga: DPR: Pengakhiran Kerja Sama REDD+ RI-Norwegia Jangan Rugikan Posisi Negara

Studi tersebut, yang memodelkan emisi bersih untuk lebih dari 170 tanaman dan 16 produk hewani di hampir 200 negara, menghitung bahwa 57% emisi terkait makanan berasal dari makanan hewani -- termasuk tanaman yang ditanam untuk memberi makan ternak.

Pemimpin peneliti Atul Jain, dari University Of Illinois, mengakui dia punya alasan pribadi untuk ingin menggali lebih dalam masalah ini. 

"Saya sudah menjadi vegetarian sejak kecil," katanya kepada AFP. "Saya ingin memperkirakan berapa jejak karbon saya."

Untuk menghasilkan model yang konsisten banyak produk yang berbeda, tim Jain mulai bekerja dari bawah ke atas, memecah lahan pertanian dunia menjadi sekitar 60.000 kotak. 

"Setelah kami mengidentifikasi area tanaman dalam sel grid, kami menentukan berapa persentase area yang dialokasikan untuk tanaman, hutan, dan rumput, dan seterusnya," katanya.

Daging sapi adalah komoditas penyumbang terbesar, bertanggung jawab atas sekitar 25% emisi makanan, dan beras adalah pelanggar tanaman terburuk, terhitung 12%. (AFP/OL-1)

Baca Juga

Kemendikbus

Data Klaster Covid-19 Sekolah Kurang Akurat, Kemendikbud-Ristek Jajaki PeduliLindungi

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 24 September 2021, 16:30 WIB
KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi mengakui data klaster sekolah terpapar covid-19 yang miliknya kurang...
dok.Unas

Ada 2.710 Mahasiswa Baru Unas Ikuti PLBA secara Daring

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 24 September 2021, 16:00 WIB
Sebanyak 2.710 mahasiswa baru Unas mengikuti Pengenalan Lingkungan dan Budaya Akademik (PLBA) secara...
ANTARA/Adiwinata Solihin

Disdik DKI Pastikan Rencana PTM di 1.500 Sekolah Jalan Terus

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 24 September 2021, 15:51 WIB
Kasubbag Humas Disdik DKI Jakarta, Taga Radja, menegaskan saat ini proses asesmen untuk pembukaan sekolah tatap muka di kurang lebih 890...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

El Diablo Waspada Sodokan Pecco

Trek lurus sepanjang 1,2 kilometer di Circuit of The Americas, Austin, AS, dapat dimanfaatkan Pecco dengan tunggangan motor Ducati Desmosedici yang kian tangguh di beberapa seri terakhir.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya