Selasa 14 September 2021, 21:14 WIB

Kepala Perpusnas: Penelitian Budaya Baca Indonesia Rendah Tidak Valid

Mohamad Farhan Zhuhri | Humaniora
Kepala Perpusnas: Penelitian Budaya Baca Indonesia Rendah Tidak Valid

ANTARA/SIGID KURNIAWAN
Petugas memantau mesin Telelif yang digunakan untuk mengembalikan buku secara otomatis di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Senin (22/3/2021)

 

Peran perpustakaan dalam peningkatan literasi saat ini menjadi sangat penting. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah sudah banyak berpihak dalam kebijakan perkembangan perpustakaan.

Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Muhammad Syarif Bando mengatakan dalam meningkatkan hal tersebut, perlu adanya 5 tingkatan literasi yang perlu dipahami bersama.

"Tanpa itu semua kita terus terbelakang dari negara lain, tetapi bagaimana mau membuat visi perpustakaan kalao tidak punya pemahaman yang sama tentang literasi," ucapnya dalam acara Gemilang Perpustakaan Nasional 2021, melalui virtual, selasa (14/9).

Baca juga: IPB Rencanakan PTM Terbatas Dimulai Oktober 2021

Adapun kelima tingkatan itu yakni, pertama baca, tulis, hitung, sains dan pembentukan karakter bangsa. Kedua, akses bahan bacaan terjangkau yang akurat, terlengkap dan terpercaya dari minimum 10 mesin pencari ilmu pengetahuan terbaru (ebook, buku digital, karya cetak/rekam).

Ketiga, memahami makna yang tersirat dan yang tersurat. Keempat, memiliki mental kuat karekter yang tangguh, inovasi, kreativitas sebagai antisipasi terhadap perkembangan teknologi informasi dan perubahan yang sangat cepat.

"Kelima, memilki ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dapat diimplemntasikan untuk menciptakan barang/jasa yang digunakan dalam kompetisi global," ucapnya.

Selain itu dirinya dengan tegas mengatakan, hasil penelitan bahwa Indonesia sebagai negara dengan budaya baca yang rendah adalah sebuah penelitan yang tidak valid.

"Berpuluh-puluh tahun dunia menghakimi Indonesia sebagai budaya membaca yang sangat rendah, itu adalah sebuah hasil penilitan yang tidak valid, karena faktanya indonesia satu satunya negara yang pernah memilki kurang lebih 100 aksara. Masalah Indonesia adalah kurang bahan bacaan," ucapnya.

Oleh karenanya, dpada 2021 pihaknya akan memperkuat sisi hulu dalam peningkatan peran terhadap kebijakan pengembangan perpustakaan. Peran negara, akademisi, pengarang dan kebijakan distribusi kebijakan kecukupan rasio buku dengan jumlah penduduk sesuai standar UNESCO dan kebijakan formasi tenaga pustakawan untuk semua jenis Perpustakaan.

Faktanya saat ini, melalui kajian indeks Pembangunan Literasi Masyarakat Tahun 2020, Perpustakaan Nasional, rasio buku nasional di Indonesia yakni 1 buku ditunggu oleh 90 orang.

"Kami memohon kepada pemerintah daerah untuk bekerja sama untuk menulis buku, yakni pertama, buku tentang lokal konten sumber daya alam, kuliner, wisata daerah. Ini penting sekali bagi kita untuk awal menumbuhkan buku buku lokal konten yang banyak di masyarakat," pungkasnya.

Sebagai lembaga yang bertugas di bidang perpustakaan, Perpustakaan Nasional wajib memberikan penghargaan sesuai ketentuan yang telah diatur dalam Undang-undang Nomor 43 tentang Perpustakaan pasal 51 (ayat 6) yang menyebutkan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah memberikan penghargaan kepada masyarakat yang berhasil melakukan gerakan pembudayaan gemar membaca.

Nugra Jasadharma Pustaloka diberikan kepada pejabat publik, tokoh masyarakat, masyarakat, media massa, dan lifetime achievement yang dinilai berhasil memfasilitasi dan mendorong pembudayaan kegemaran membaca.

Apresiasi dan penghargaan juga diberikan untuk pelestari naskah kuno, buku (pustaka) terbaik koleksi Perpustakaan Nasional, perpustakaan SLTA terbaik tingkat nasional, perpustakaan umum desa/kelurahan terbaik tingkat nasional, pemenang lomba bertutur SD/MI tingkat nasional, kontributor data tertinggi untuk repositori layanan penjelajahan pengetahuan satu pintu Indonesia OneSearch, serta provinsi dengan nilai Tingkat Kegemaran Membaca tertinggi dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat tertinggi di Indonesia tahun 2020.

Penyerahan Nugra Jasadharma Pustaloka 2021 dikemas dalam konsep hiburan bertajuk Gemilang Perpustakaan Nasional. Gemilang Perpustakaan Nasional menjadi ajang masyarakat untuk mengenali kegiatan Perpusnas yang inspiratif, informatif, komunikatif, dan edukatif. (H-3)

Baca Juga

Dok. Mandalawangi Bergerak

Vaksinasi di Kaki Gunung

👤Fathurrozak 🕔Kamis 23 September 2021, 06:00 WIB
SUATU hari di penghujung Agustus lalu, sekitar pukul 08.00 WIB, beberapa orang di desa kaki Gunung Gede Pangrango, Cibodas, Jawa...
Antara/Basri Marzuki

 Survei : Kepuasan terhadap Proses Vaksinasi Tinggi, Alur Pendaftaran dan Prokes Perlu Jadi Perhatian

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 23 September 2021, 00:06 WIB
Survei ini disebarkan 6-21 Agustus 2021 secara online ke seluruh Indonesia dengan melibatkan 8.299 responden menggunakan metode convenience...
Dok Media Group

Dalam Tiga Hari, 4.011 Penumpang Internasional Tiba di Bandara Soetta

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 22 September 2021, 23:42 WIB
Sebanyak 1.997 di antaranya adalah pekerja migran Indonesia (PMI) dan 2.014 orang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Sarjana di Tengah Era Disrupsi

Toga kesarjanaan sebagai simbol bahwa seseorang memiliki gelar akademik yang tinggi akan menjadi sia-sia jika tidak bermanfaat bagi diri dan orang banyak di era yang cepat berubah ini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya