Kamis 09 September 2021, 23:50 WIB

Penurunan Kasus Covid-19 Jadi Momentum Perkuat Ketahanan Medis

Zubaedah Hanum | Humaniora
Penurunan Kasus Covid-19 Jadi Momentum Perkuat Ketahanan Medis

Worldometer
Kasus covid-19 di Indonesia melandai.

 

SETELAH mengalami puncak kenaikan kasus pada Juni hingga Juli 2021 lalu, kini tren kasus konfirmasi, perawatan dan kematian akibat dari Covid-19 dilaporkan terus menurun.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyampaikan, secara nasional posistivity rate saat ini angkanya sudah diangka 6,97% mendekati rekomendasi WHO sebesar 5%. Beberapa daerah juga mencatatkan penurunan yang cukup signifikan, meski memang masih ada daerah yang kasusnya tinggi.

"Momentum penurunan kasus ini akan digunakan pemerintah untuk memperkuat ketahanan medis. Sebab, dibeberapa daerah masih terdapat infrastruktur medis yang masih minim, oleh karenanya perlu peningkatan baik dari segi kapasitas maupun kapabilitas yang dimiliki," katanya dalam keterangan resmi seperti dilansir dari laman Kemenkes.

Selain dimaksudkan untuk mengantisipasi apabila terjadi gelombang kenaikan kasus, penguatan ketahanan medis ini juga diharapkan sebagai bentuk pemerataan pelayanan kesehatan di berbagai daerah di Indonesia.

“Inilah saatnya kita melakukan penguatan terhadap ketahanan medis,” tutur Wamenkes.

Menkes mengingatkan bahwa kabar baik ini tak lantas menurunkan kewaspadaan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi COVID-19. Sebab, di beberapa negara ASEAN seperti Malaysia, Filipina dan Vietnam masih mencatatkan kenaikan kasus yang tinggi.

Bahkan, kenaikan kasus juga dialami oleh negara-negara cakupan vaksinasinya tinggi seperti di Amerika Serikat, Inggris dan Israel. Hal ini disebabkan mulai menurunnya ketaatan dalam menjalankan protokol kesehatan, karena merasa sudah dilakukan vaksinasi.

Wamenkes kembali menekankan bahwa vaksinasi bukan merupakan game changer tetapi merupakan salah satu komponen yang penting untuk dilakukan. Vaksinasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan tes epidemologi, peningkatan rasio kontak erat yang dilacak, pengetatan protokol kesehatan serta pelaksanaan PPKM level 1-4 sebagai bagian dari upaya pencegahan penyebaran dan perluasan covid-19.

“Protokol kesehatan tidak boleh abai, protokol kesehatan merupakan salah satu faktor penentu apakah kasus ini akan meningkat atau tidak dimasa yang akan datang. Kita tetap akan berharapan dengan pandemi dan mungkin akan menjadi endemi apabila penurunan kasusnya sudah semakin baik,” pungkasnya. (H-2)

Baca Juga

ANTARA/Ari Bowo Sucipto

Tiga dari Empat Pemilik Hewan Peliharaan tidak Pernah ke Dokter Hewan

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 09 Desember 2021, 11:15 WIB
Sampai saat ini, pasokan informasi soal hewan kesayangan masih didominasi asupan informasi dari sumber-sumber popular, yakni internet...
Dok. Pribadi

Menkominfo Harapkan STMM Hasilkan SDM yang Sesuai Tren Lapangan Kerja Baru

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Desember 2021, 11:08 WIB
Johnny menyatakan perkembangan inovasi dari utilisasi teknologi digital memunculkan tren 10 jenis pekerjaan baru dengan permintaan makin...
Ist

BPJAMSOSTEK dan Baznas (Bazis) DKI Bersinergi Lindungi Pengelola Rumah Ibadah 

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Desember 2021, 10:57 WIB
Para pengelola rumah ibadah yang termasuk dalam kategori pekerja rentan nantinya akan dilindungi dengan dua program, yakni JKK dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya