Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT pendidikan Ina Liem menilai upaya mengatasi buta aksara pada anak-anak di zaman modern ini tidak hanya melibatkan stakeholder pendidikan, tapi juga lintas instansi.
"Buta aksara bukan sekedar masalah pendidikan, tapi bisa juga masalah sosial seperti lingkungan dan ekonomi," kata Ina saat dihubungi, Senin (6/9).
Ina mengambil contoh, pada usia sekolah dasar saat ini masih banyak yang ditemukan belum bisa bicara, termasuk di DKI Jakarta. Bukan karena mereka tidak sekolah, tapi karena faktor lain seperti kesehatan. Ia menyebutkan, jumlah anak berkebutuhan termasuk autisme saat ini yang cenderung makin meningkat.
Oleh karena itu untuk mengentaskan masalah ini, kata Ina Liem, diperlukan sama lintas instansi yang solid, tidak hanya antar instansi pemerintah, tetapi bisa juga melibatkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) terkait yang memperhatikan pendidikan,
"Perlu identifikasi dulu agar mendapatkan data yang sama dan tepat sasaran. Saya pernah ke Kampung Sawah bersama sebuah LSM yang membantu mengajar anak-anak di sana selama pandemi. Nah lembaga-lembaga seperti ini bisa digandeng Pemda untuk bersama mengentaskan masalah ini," ujarnya.
Setelah dilakukan identifikasi, langkah yang harus dilakukan kemudian ialah dengan bekerja sama antar instansi untuk mengentaskan masalah yang ditemukan.
"Pertama datanya dulu harus jelas dari Pemda. Kedua, masalah korupsi juga harus dientaskan, karena dana pendidikan selama ini tidak sedikit. Kenapa selama ini belum tuntas juga masalah buta aksara? Ketiga, kerja sama antar instansi, tidak hanya Kemendikbud-Ristek, tapi juga Kemensos, KPK, dan LSM tadi," jelasnya.
Sebelumnya, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) mengungkapkan hampir 3 juta masyarakat di Indonesia masih berstatus buta aksara.
Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah (PAUD Dikdasmen) Jumeri mengungkapkan, pada 2019 ditemukan sebanyak 3.081.136 jiwa masih buta aksara. Angka itu menurun pada 2020 menjadi sebesar 2.961.060 jiwa yang tak bisa baca tulis.
Lima besar provinsi yang tingkat buta aksaranya tertinggi secara berurutan, yakni Jatim, Papua, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan. Sekitar 800 ribu orang buta aksara di Jatim, 500 ribu di Papua, 400 ribu lebih di Jateng, dan 200 ribu lebih di NTB dan Sulsel.
Untuk mengentaskan buta aksara, Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kemendikbud-Ristek, Samto mengatakan akan menekankan wilayah-wilayah yang masih tinggi tingkat buta aksaranya dan semua biaya akan difokuskan di 5 daerah yang masih tinggi buta aksaranya seperti Papua, NTT, NTB, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Selatan.
"Sehingga ketika akan 5 wilayah itu turun maka otomatis tingkat buta aksara nasional juga turun. Sementara di Jawa Tengah dan Jawa Timur juga terus dilakukan dengan pemerintah daerah," jelasnya. (H-2)
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Bupati Samosir Vandiko Gultom mengusulkan peningkatan daya dukung fasilitas kesehatan di Samosir agar sejalan dengan statusnya sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Pilihan mengolah pangan dengan cara dikukus membawa dampak signifikan bagi kesehatan tubuh.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Jepang melalui NEDO menawarkan beberapa skema kerja sama penelitian untuk menyiapkan industri di bidang energi baru dan teknologi.
Kedua perguruan tinggi menargetkan kontribusi lebih besar menciptakan pendidikan berkualitas bagi industri dan masyarakat.
Inisiatif ini menyoroti pentingnya hubungan budaya dalam kemitraan yang berkelanjutan antara Australia dan Indonesia.
Kemitraan strategis ini menegaskan posisi Todak Academy sebagai salah satu pemimpin regional dalam pengembangan talenta digital masa depan di kawasan ASEAN.
Kerja sama tersebut menjadi tonggak penting penerapan sanksi sosial sebagai alternatif hukuman pidana,
Pertemuan ini menjadi tonggak awal terbentuknya Kerja Sama Regional Bali, NTB, dan NTT.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved