Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Muhammad Syarif Bando mengatakan fungsi perpustakaan tidak hanya mengoleksi buku saja, tetapi juga harus melakukan transfer pengetahuan.
“Saat ini paradigma perpustakaan telah mengubah peran dan fungsi perpustakaan. Peran dan fungsi perpustakaan mengurusi koleksi hanya tinggal 10 persen, sisanya lebih mengedepankan peran melakukan transfer pengetahuan ke masyarakat. Jadi, perpustakaan sudah lama mati kalau dia masih bersikap eksklusif. Perpustakaan harus inklusif,” ujar Syarif dalam webinar yang dipantau di Jakarta, Selasa.
Dia menambahkan saat perpustakaan menjadi bagian dan mengenali segenap keseharian masyarakat, akan menemukan begitu banyak masalah. Dengan demikian, bahwa kebutuhan masyarakat pada akses perpustakaan sangat lah besar.
Syarif Bando mengatakan literasi memiliki empat tingkatan, dimulai dari kemampuan baca, tulis, hitung dan pembangunan karakter, aksesibilitas terhadap bahan bacaan terbaru, terpercaya dan menjadi solusi.
Selanjutnya, memahami makna tersirat dari yang tersurat, memiliki kemampuan berinovasi atau kreativitas, dan kemampuan menghasilkan barang atau jasa yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Itu artinya, masyarakat membutuhkan sarana perpustakaan mengubah kualitas hidupnya. Dari barang dan jasa yang dihasilkan sebagai upaya untuk meningkatkan taraf hidupnya,” katanya.
Baca juga : BNPT: Mahasiswa Harus Waspadai Kelompok Pemecah Belah Bangsa
Apalagi, di tengah kondisi pandemi, kurang lebih 20 juta masyarakat Indonesia merasakan dampak langsung Covid-19. Hal itu menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan asupan ilmu terapan.
“Siapa saja yang terdampak pandemi COVID-19 dan susah lapangan kerja, silahkan datang ke perpustakaan, kami akan membimbing dan mendampingi pilihan ekonomi apa saja,” imbuh dia.
Direktur Agama, Pendidikan, dan Kebudayaan Bappenas, Amich Alhumami mengatakan pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen hingga 5,5 persen dalam masa pandemi.
Hal itu berkaitan dengan program literasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Bappenas memberi dukungan penuh dengan menjadikannya sebagai salah satu program prioritas nasional untuk mencapai SDM unggul dan berdaya saing.
“Dukungan anggaran juga diperkuat, salah satunya melalui dana alokasi khusus (DAK). DAK sudah dijalankan selama tiga tahun untuk membangun infrastruktur sosial, seperti sekolah, rumah sakit dan perpustakaan. Di bidang perpustakaan, kami memperkuat infrastruktur, seperti pembangunan gedung baru, rehabilitasi, pengadaan perabot, penyediaan bahan dan koneksi internet untuk meningkatkan tingkat kunjungan,” terang Amich.
Pada 2021, Perpusnas mengelola DAK lebih dari Rp500 miliar, yang semuanya terdistribusi dari Aceh sampai Papua. (Ant/OL-7)
MORAZEN Yogyakarta mengimplementasikan program MORA Impact melalui pengembangan MORA Learning Corner dan MORA Edu Care di SD Negeri Temon, Kecamatan Temon, Kulon Progo.
Selain perpustakaan, UBM menghadirkan The UBM Immersive Design Lab sebagai ruang eksplorasi berbasis teknologi bagi mahasiswa Program Studi Desain Interaktif.
IPI dan Neliti.com sepakat untuk memperluas akses terbuka pengetahuan, meningkatkan literasi dan inovasi, serta memastikan keberlanjutan pengelolaan pengetahuan Indonesia.
Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana melontarkan kritik keras terhadap buruknya layanan digital dan memprihatinkannya kondisi fisik perpustakaan di Indonesia.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong pemanfaatan perpustakaan sebagai bagian upaya peningkatan minat baca dan literasi generasi penerus bangsa.
Kondisi perpustakaan daerah serta layanan digital nasional menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR RI bersama Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas)
Tahapan selanjutnya adalah menunggu penerbitan surat keputusan pendirian perpustakaan beserta struktur pengelolanya yang akan ditetapkan oleh OIKN dan Kementerian Agama.
iPusnas saat ini memiliki sekitar 134.309 judul koleksi dengan total 1.480.649 salinan digital, serta mencatat 770.106 pengguna baru sepanjang 2025.
Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana melontarkan kritik keras terhadap buruknya layanan digital dan memprihatinkannya kondisi fisik perpustakaan di Indonesia.
Kondisi perpustakaan daerah serta layanan digital nasional menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR RI bersama Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas)
Perpusnas sudah banyak menggulirkan bantuan program penguatan budaya baca seperti lewat bantuan bahan bacaan bermutu yang disampaikan ke desa, taman baca masyarakat, rumah ibadah.
"Anak tidak hanya membaca teks singkat, tetapi juga belajar memahami konteks dari gambar, karakter dan tokoh di dalam komik secara berkelanjutan,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved