Jumat 20 Agustus 2021, 13:37 WIB

Beras Fortivit Diklaim Mampu Tingkatkan Imunitas Berkelanjutan

Muhammad Fauzi | Humaniora
Beras Fortivit Diklaim Mampu Tingkatkan Imunitas Berkelanjutan

dok.humas Bulog
Bantuan beras bervitamin (Fortivit) sebanyak 5 ton untuk 12 pondok pesantren di Purbalingga, Jateng yang terdampak Covid-19, Jumat (20/8)

 

DALAM kondisi pandemi Covid-19 ini, gaya hidup dalam pola makan harus diperhatian benar. Tidak boleh kebanyakan gula dan jauhi rokok. Untuk memberikan asupan yang bergizi agar daya tahan (imunitas) terjaga, Bulog menawarkan beras fortivit atau beras bervitamin.  

"Beras Fortivit ini mengandung sedikit karbohidrat tetapi kaya akan kandungan mikronutrien seperti vitamin A, vitamin B1, B3, B6, B12, asam folat, zat besi dan seng (Zn) sehingga sangat sesuai dikonsumsi dalam pola gaya hidup sehat yang berkelanjutan dan sebagai upaya mengoptimalkan peningkatan imun tubuh”, kata Dirut Bulog, Budi Waseso dalam webinar Gaya Hidup Sehat Berkelanjutan, Jumat (20/8)

Menurut Buwas, demikian ia biasa disapa, beras fortivit ini merupakan beras unggulan produksi Bulog. Sudah diperkenalkan tahun lalu, sebagai beras sehat yang bisa menjadi salah satu alternatif preferensi masyarakat. Sangat bermanfaat dikonsumsi oleh komunitas paramedis yang berjuang sebagai garda terdepan pada masa pandemi, serta sangat cocok diberikan kepada Ibu hamil untuk mencegah bayi cacat lahir, perempuan usia remaja untuk mencegah anemia, juga anak-anak pada usia pertumbuhan untuk mengatasi stunting atau gagal tumbuh.

Sementara pakar gizi, Dr. Feni Nugraha, MARS, MGz, SpGK menjelaskan bahwa masalah utama yang muncul selama pandemi Covid-19 adalah pola makan yang tidak sehat, aktivitas fisik yang kurang dan stress. Akibatnya,  jelas dr. Feni, ada  triple burden masalah gizi di Indonesia. Yakni kurangnya gizi (termasuk stunting), obesitas dan kekurangan zat gizi mikro sehingga menyebabkan daya tahan tubuh rendah dan mudah terinfeksi.

"Terobosan fortifikasi produk pangan seperti pada garam, tepung terigu, minyak dan beras yang telah dikembangkan saat ini sangat bermanfaat guna meningkatkan kualitas nutrisi di makanan, contoh nyatanya seperti yang dilakukan Bulog pada Beras Fortivit ini," kata dr. Feni.

Sementara itu, disela webinar sebagai salah satu realisasi Program Bulog Peduli Bencana, di tempat terpisah (Purbalingga), Jum’at (20/08) juga dilakukan penyerahan bantuan Beras Fortivit oleh Direktur Human Capital Perum Bulog Purnomo Sinar Hadi kepada Bupati Purbalingga. Pemberian bantuan tersebut sejumlah 5 ton beras fortivit untuk 12 Pondok Pesantren terdampak Covid-19 di Purbalingga.

"Dipilihnya Purbalingga sebagai salah satu dari 22 titik penerima bantuan Beras Fortivit oleh Bulog Peduli ini saya kira sangat relevan dengan visi misi Kabupayen Purbalingga yaitu peningkatan sumber daya manusia di bidang esehatan dimana salah satu prioritasnya adalah penurunan angka stunting”, kata Purnomo. (OL-13)

Baca Juga: Ini Peran Penting Glutamat dalam ASI Bagi Bayi

 

Baca Juga

MI/ Susanto

Eijkman: Varian Baru Dikhawatirkan Pengaruhi Efektivitas Vaksin

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 30 November 2021, 15:50 WIB
vaksin Merah-Putih yang dikembangkan Eijkman memasuki tahap uji pra-klinis di...
Dok.TNE

TNE Jembatani Pendidikan Indonesia dan Inggris

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 30 November 2021, 15:50 WIB
Indonesia adalah salah satu negara prioritas yang mendapat dukungan dari Pemerintah Inggris untuk mengembangkan kerja sama...
AFP

Strategi Badan POM Percepat Kemandirian Vaksin Merah Putih

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 30 November 2021, 15:45 WIB
Kemandirian dalam produksi vaksinasi dan obat yang harus dibangun salah satunya melalui penelitian dan menjadikannya sebagai satu sentral...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya