Rabu 18 Agustus 2021, 13:12 WIB

Permudah Warga, Ketua DPD RI Berharap Armada Mobil Vaksin Merdeka Diperbanyak

mediaindonesia.com | Humaniora
Permudah Warga, Ketua DPD RI Berharap Armada Mobil Vaksin Merdeka Diperbanyak

DOK DPD RI
Ketua DPD RI saat berbincang dengan Ketua DPR RI di komplek parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/8/2021).

 

KETUA DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengapresiasi program Mobil Vaksin Merdeka hasil kolaborasi Polrestabes Surabaya, Pemkot Surabaya, dan Korem 087/Bhaskara Jaya. Menurutnya, program yang diperkuat 22 unit mobil itu mempermudah masyarakat.

LaNyalla pun berharap armada Mobil Vaksin Merdeka diperbanyak. “Kami berikan apresiasi atas kerja sama yang baik oleh 3 pilar di Surabaya. Program ini mempermudah masyarakat mendapatkan vaksin karena semakin memperkecil jarak bagi masyarakat memperoleh vaksin Covid,” kata LaNyalla, Selasa (17/8/2021).

Mobil Vaksin Merdeka berkeliling memberikan pelayanan vaksinasi ke daerah-daerah perkampungan dengan target per hari 300 dosis. Sehingga totalnya akan ada 6 ribu lebih dosis yang diberikan kepada masyarakat Surabaya dengan total 22 unit mobil.  Mobil ini juga dilengkapi oleh tenaga kesehatan yang bertugas sebagai vaksinator.

Baca Juga: DPD Sarankan Restorasi Industri Hulu untuk Hadapi Perubahan Iklim

“Dengan semakin mudahnya masyarakat mendapatkan akses vaksin, artinya semakin banyak warga yang menerima vaksin Covid sehingga saya yakin target nasional penyuntikan 2 juta vaksin dalam sehari juga akan tercapai,” ucap Senator asal Jawa Timur itu.

LaNyalla yakin program vaksin jemput bola ini disambut antusias oleh masyarakat. Sebab, banyak warga yang sebenarnya mau menerima vaksin tapi terkendala masalah waktu dan jarak.

“Maka memang sudah tepat sekali mobil vaksin keliling menyasar masyarakat di kampung-kampung pesisir, pekerja informal, hingga komunitas-komunitas,” jelas LaNyalla.

Mantan Ketua Umum PSSI ini mengimbau mobil vaksin keliling juga menjangkau warga yang termarjinalkan, seperti pemulung, pengemis, hingga pengamen. Menurutnya, pemerintah harus memikirkan masyarakat yang tidak terdaftar dalam data kependudukan.

“Kita tidak bisa menutup mata masih banyak warga negara yang belum terdaftar secara resmi sebagai penduduk karena tidak memiliki e-KTP dan identitas kependudukan lainnya. Padahal untuk bisa mendapatkan vaksin, salah satu syaratnya adalah nomor induk kependudukan (NIK),” tuturnya.

Menurutnya, harus dibangun sebuah sistem yang bisa memberikan vaksin bagi mereka yang tidak memiliki NIK. Misalnya bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil sehingga mereka bisa divaksin sekaligus dibuatkan e-KTP.

Tidak itu saja, LaNyalla pun berharap program vaksinasi jemput bola bisa meluas hingga ke seluruh daerah di Indonesia.

“Karena sebenarnya antusias warga untuk mendapat vaksin itu besar. Tapi untuk bisa menerima vaksin Covid seringkali banyak kendala yang harus dihadapi warga. Jadi sudah selayaknya petugas negara memberikan kemudahan seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin divaksin,” tutupnya. (RO/OL-10)

Baca Juga

Dok. Richnity Global Sejahtera

Jaga Tulang dan Sendi dengan Asupan Nutrisi dan Olahraga Teratur

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 21:25 WIB
Ketika seseorang memasuki usia 30 tahun, massa tulang bisa berkurang secara perlahan dan rentan mengalami tulang keropos (osteoporosis)...
DOK. FP NTT

Gelar Halalbihalal, Forum Pemuda NTT Beri Santunan Kepada 500 Anak Yatim Piatu

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Kamis 26 Mei 2022, 20:58 WIB
Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi mengapresiasi inisiatif FP NTT yang terus menebarkan nilai persaudaraan. Persaudaraan dan toleransi...
Antara/Aprilio Akbar

Kemenparekraf Jadikan GPDRR 2022 Ajang Indonesia Promosikan Pariwisata

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 26 Mei 2022, 20:29 WIB
"Sebagaimana pesan Presiden Joko Widodo bahwa di semua event internasional kita harus mempromosikan pariwisata dan hasil ekonomi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya