Sabtu 14 Agustus 2021, 14:39 WIB

Arab Saudi Masih Kaji Vaksin Sinovac dan Sinopharm untuk Syarat Haji dan Umrah

 Mohamad Farhan Zhuhri | Humaniora
Arab Saudi Masih Kaji Vaksin Sinovac dan Sinopharm untuk Syarat Haji dan Umrah

AFP
Keluarga dari Pakistan yang hendak umrah disambut di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi.

 

KONSUL Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali, mengatakan bahwa Arab Saudi saat ini masih melakukan kajian terkait penggunaan vaksin Covid-19 Sinovac dan Sinopharm. Hasil kajian itu akan segera diumumkan.

“Untuk vaksin Sinovac dan Sinopharm yang digunakan sejumlah negara, Kementerian Kesehatan Arab Saudi masih melakukan kajian. Dalam waktu dekat, akan dirilis hasilnya secara resmi,” terang Endang Jumali dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/8).

Menurut Endang, informasi ini dia dapat setelah menggelar pertemuan dengan Deputi Urusan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi Dr. Abdulaziz Wazzan di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, Jeddah.

Pertemuan yang berlangsung pada 11 Agustus 2021 itu dihadiri Konjen RI Eko Hartono bersama Koordinator Perlindungan Warga dan Pelaksana Staf Teknis Haji 1 (P-STH 1)

“Kementerian Haji dan Umrah terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi untuk memastikan apakah calon jemaah umrah dari negara lain, termasuk Indonesia, yang sudah memperoleh 2 dosis kedua vaksin tersebut masih perlu diberikan 1 dosis lagi (booster) dari 4 vaksin yang digunakan Saudi, atau bagaimana,” papar Endang.

“Sementara Sinovac dan Sinopharm saat ini sudah diakui WHO. Kemenag terus berkoordinasi dengan Kemenkes RI dan Kemenlu RI untuk membahas bersama masalah penggunaan vaksin ini,” sambungnya.

Deputi Umrah, lanjut Endang, dalam pertemuan itu juga menegaskan bahwa Pemerintah Arab Saudi lebih memprioritaskan keselamatan dan kesehatan jemaah dalam pengaturan penyelenggaraan ibadah umrah di masa pandemi. Keselamatan dan kesehatan menjadi hal utama, bukan kepentingan ekonomi dan bisnis semata.

“Pelaksanaan ibadah umrah dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat, misalnya: transportasi dalam kota hanya diisi 50% dari total kapasitas normal, dan akomodasi hotel dibatasi dua orang per kamar,” tegasnya

“Untuk alasan keselamatan juga, kebijakan penangguhan masih diberlakukan, khusunya bagi negara yang penyebaran virus Covid-19 nya dinilai masih tinggi,” sambungnya. 

Ada 30 negara yang masih ditangguhkan masuk ke Kerajaan Arab Saudi, antara lain: India, Pakistan, Indonesia, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Lebanon, Vietnam, Korut, Korsel, dan Afganistan.(Far/OL-09)

Baca Juga

Antara

2.957 Pasien Korona Dirawat di Wisma Atlet kemayoran

👤Ant 🕔Selasa 25 Januari 2022, 23:39 WIB
Aris menjelaskan jumlah pasien dalam perawatan pada Senin (24/1) sebanyak 2.862...
Dok MI

Susu Sapi Penting untuk Cegah Stunting pada Anak

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 25 Januari 2022, 23:04 WIB
Produk susu merupakan salah satu protein hewani yang dinilai paling efektif dalam menurunkan risiko stunting, dibandingkan dengan...
Ilustrasi

Ini Pentingnya Yodium buat Ibu Hamil

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 25 Januari 2022, 22:55 WIB
yodium adalah mineral yang berhubungan dengan hormon tiroid yang mempengaruhi proses dan perkembangan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya