Kamis 29 Juli 2021, 15:01 WIB

Evaluasi Penanganan Covid-19 di Sejumlah Daerah

Mediaindonesia.com | Humaniora
Evaluasi Penanganan Covid-19 di Sejumlah Daerah

Antara/Mohammad Ayudha.
Warga melintas di depan mural bertema covid-19 di Kemplayan, Solo, Jawa Tengah.

 

SEGERA evaluasi penanganan covid-19 di sejumlah daerah untuk menekan tingkat kematian akibat virus korona di tanah air. Tren peningkatan angka kematian akibat covid-19 dalam beberapa hari terakhir cukup mengkhawatirkan.
Para pemangku kepentingan harus segera mengatasi kondisi ini.

Itu dikatakan Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/7). Catatan Kemenkes pada Rabu (28/7), jumlah pasien positif covid-19 yang meninggal bertambah 1.824 orang. Penambahan jumlah orang meninggal akibat covid-19 sehari sebelumnya bahkan tercatat 2.069 orang.

Padahal, catatan Satgas Covid-19, sebelum pemberlakuan PPKM darurat penambahan kematian tertinggi per hari sebesar 539 orang, kemudian meningkat pada PPKM darurat (3 Juli-20 Juli 2021) menjadi menjadi 1.338 orang dan meningkat lagi pada PPKM level 1-4 (21 Juli-25 Juli 2021) menjadi 1.487 orang. Menurut Lestari, para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah harus segera mengevaluasi wilayah yang mengalami kesulitan dalam penanganan kasus positif covid-19.

Hasil evaluasi tersebut, jelas Rerie, sapaan akrab Lestari, harus segera dicarikan solusi agar tingkat kematian akibat covid-19 di sejumlah daerah bisa segera ditekan hingga titik terendah. Menurut Rerie, sejumlah upaya untuk menekan tingkat kematian akibat covid-19 yang bisa dilakukan antara lain dengan sedini mungkin mengetahui warga yang terpapar covid-19 lewat testing dan tracing yang agresif.

Dengan lebih dini mengetahui warga yang terpapar covid-19, tambah anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, tindakan segera untuk penanganannya bisa dilakukan. Diduga, ujar Rerie, sejumlah daerah tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk meningkatkan agresivitas testing dan tracing di daerahnya, sehingga terlambat menangani warga yang terpapar covid-19.

Demikian juga, tegasnya, dengan kelengkapan fasilitas kesehatan di setiap daerah yang tidak merata. Ini berpotensi menjadi faktor tidak tertanganinya dengan segera pasien covid-19.

Baca juga: 50.000 Bidan Diterjunkan Menjadi Vaksinator Covid-19 Keluarga

Selain itu, jelas Rerie, konsistensi masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dalam keseharian seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas, harus tetap dijaga untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona. Rerie berharap sejumlah kendala dalam penanganan kasus positif covid-19 di sejumlah daerah bisa segera diatasi lewat kolaborasi yang baik antara pemangku kepentingan di pusat dan daerah, agar penyebaran covid-19 segera terkendali. (OL-14)

Baca Juga

MI/Wandari Putri

Dulu Ditakuti, Kini Disegani

👤MI 🕔Jumat 03 Desember 2021, 06:20 WIB
DI teras bengkelnya, Indra memamerkan beberapa kaki palsu buatannya, termasuk kaki yang selalu ia gunakan untuk...
MI/Wandari Putri

Tumpuan Hidup di Kaki Palsu

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Jumat 03 Desember 2021, 06:00 WIB
TANGAN kekar bertato milik Indra Sumedi, 48, cekatan membuka laci meja pendek berwarna hitam yang ditempatkan di teras...
Dok. pribadi

Pakar : Asal Tidak Berlebihan, MSG Aman Dikonsumsi 

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Desember 2021, 23:38 WIB
"Melalui peraturan no.23 MSG dinyatakan aman dikonsumsi sebagai bahan penguat rasa, dengan penggunaan secukupnya dan tidak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya