Selasa 27 Juli 2021, 18:36 WIB

Satgas Imbau Masyarakat Jangan Timbun Obat dan Alkes

Atalya Puspa | Humaniora
Satgas Imbau Masyarakat Jangan Timbun Obat dan Alkes

BIRO PERS ISTANA/SETPRES
Presiden Jokowi hendak mengecek ketersediaan beberapa jenis obat dan suplemen yang dibutuhkan masyarakat untuk penanganan Covid-19

 

SATGAS Covid-19 mengimbau agar masyarakat agar masyarakat turut mendukung penanganan covid-19 dengan tidak melakukan penimbunan maupun kecurangan terkait obat-obatan dan alat kesehatan.

"Masyarakat harus sadar bahwa yang mendapat resep obat saja yang membeli obat," kata Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Alexander Ginting saat dihubungi, Selasa (27/7).

Selain mengontrol laju obat-obatan, dalam hal ini pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan Satgas Covid-19 sudah membentuk satgas oksigen untuk menjamin pasokan ke rumah sakit, rumah sakit darurat, dan tempat isolasi mandiri terpusat. Pembentukan satgas tersebut dimaksudkan untuk menghindari potensi kecurangan.

Dalam penegakan hukum di lapangan, Alexander menyerahkan sepenuhnya pada pihak TNI/Polri dan Kejaksaan.

"Sesuai dengan bunyi peraturan mendagri bahwa di sektor hulu ada penguatan TNI Polri dan Kejaksaan," ungkap dia.

Baca juga: Lagi, Indonesia Datangkan 21,2 Juta Bahan Baku Vaksin

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan pihaknya bersama Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta akan membentuk tim khusus untuk membongkar mafia importasi alat kesehatan.

Pasalnya, para mafia itu diduga menjadi penyebab terjadinya kelangkaan sejumlah alat kesehatan yang terjadi saat pandemi ini.

Sejauh ini, Fadil menyatakan, jajaran Polda Metro Jaya telah mengungkap beberapa kasus penimbunan hingga pemalsuan tabung oksigen oleh sejumlah pihak.

Sebanyak 166 tabung oksigen telah disita polisi dari para pelaku. Adapun, 138 diantaranya siap digunakan dan dihibahkan kepada masyarakat yang membutuhkan fasilitas kesehatan.  

“Jadi memang ada orang atau kelompok yang memanfaatkan kelangkaan dengan cara memalsukan atau melakukan impor namun tidak sesuai dengan mekanismenya. Kami sudah berkoordinasi dengan Bea dan Cukai agar mafia ini bisa diberantas,” ujar Fadil.

Fadil memastikan pihaknya akan memberantas para pelaku yang mengganggu mekanisme pelayanan kesehatan terkait kebutuhan tabung oksigen tersebut.(OL-4)

Baca Juga

MI/ANDRI WIDIYANTO.

Lima Langkah Preventif Sebelum Izinkan Anak Jalani PTM

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 29 September 2021, 00:05 WIB
Dokter Spesialis Anak dr. Natasya Ayu Andamari, SpA memberikan sejumlah kiat tindakan pencegahan yang bisa dilakukan orang tua sebelum...
Antara/Galih Pradipta

Dampak Pandemi, Nadiem: Satu Generasi Kehilangan Hampir Setahun Pembelajaran 

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 28 September 2021, 23:55 WIB
"Anak-anak kemungkinan besar kehilangan antara 0,8-1,2 tahun pembelajaran. Jadi seolah-olah satu generasi kehilangan hampir setahun...
Dok. Pribadi

Tampil di Zakat Innovation Week, Rumah Kutub Paparkan soal Sedekah Minyak Jelantah 

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 September 2021, 23:37 WIB
ERSENYUM adalah singkatan dari Terima Sedekah Minyak Jelantah untuk...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kawin Kontrak Rendahkan Perempuan

 Kawin kontrak masih ditemukan di Kabupaten Cianjur. Usia pernikahan hanya dua bulan dengan uang mahar Rp15 juta

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya