Senin 26 Juli 2021, 17:53 WIB

Pelacakan Kontak Erat di RI Masih Jauh dari Standar WHO

Atalya Puspa | Humaniora
Pelacakan Kontak Erat di RI Masih Jauh dari Standar WHO

Antara
Petugas kesehatan melakukan tes cepat antigen kepada warga dari Pulau Madura.

 

PANGLIMA TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menilai upaya penelusuran kontak erat untuk melacak kasus positif covid-19, masih jauh dari standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"WHO merekomendasikan tracing kontak erat 1 banding 30. Namun, di Indonesia saat ini baru dilaksanakan 1 banding 1," ujar Hadi dalam konferensi pers virtual, Senin (26/7).

Seharusnya, lanjut dia, setiap ditemukan satu orang terkonfrimasi positif covid-19, pemeriksaan dilakukan pada 30 orang yang melakukan kontak erat. Akan tetapi di Indonesia, pada satu kasus positif covid-19, baru dilakukan pemeriksaan pada satu kontak erat.

Baca juga: Kebutuhan Melonjak, Menkes Genjot Produksi 3 Obat Covid-19

Dalam meningkatkan kapasitas tracing di Indonesia, TNI-Polri, BNPB dan Kementerian Kesehatan akan berusaha memenuhi standar WHO. Tentunya dengan memberbanyak petugas penelusuran kontak erat covid-19.

"Saat ini, ada 63 ribu tenaga tracer dari TNI yang sudah tersebar di wilayah posko PPKM mikro. Untuk membantu kepala puskesmas melakukan tracing kontak erat di tengah masyarakat," jelas Hadi.

Namun, dia tidak menampik bahwa penelusuran kontak erat juga menemui kendala. Seperti, kemampuan petugas yang belum memadai. Saat ini, Kementerian Kesehatan gencar memberikan pelatihan bagi tracer digital. Tujuannya, mempermudah tracing kontak erat setelah mendapatkan notifikasi dinas kesehatan.

Baca juga: Pemda Harus Tindak Lanjuti Kebijakan PPKM Terbaru

"Tracer digital akan mewawancari masyarakat yang di-tracing dengan menggunakan alat komunikasi, seperti WhatsApp. Nanti, tracer lapangan segera mendatangi masyarakat yang disinyalir terpapar covid-19," imbuhnya.

Selain TNI, BNPB juga memberikan bantuan sebanyak 7 ribu tracer digital yang akan disebar di seluruh wilayah Jawa-Bali. "Ini salah satu upaya melipatgandakan kemampuan tracer digital di lapangan, yang saat ini sedang melaksanakan pelatihan," tandasnya.(OL-11)

Baca Juga

http://www.halal.go.id/

Wajib Sertifikasi Halal Bagi Obat dan Kosmetik Dimulai, BPJPH Janji Percepat Layanan

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Senin 18 Oktober 2021, 20:49 WIB
Aqil mengatakan terobosan yang hendak dilakukan, yakni menerapkan digitalisasi layanan. BPJPH harus menerapkan pelayanannya secara digital...
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Epidemiolog UI: Penurunan Kasus Aktif Bukti Vaksin Covid-19 Efektif

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Oktober 2021, 20:32 WIB
Penurunan kasus aktif di Tanah Air menjadi bukti semua vaksin covid-19 yang digunakan Pemerintah Indonesia efektif dan aman digunakan...
Ilustrasi

Kemenkes Jajaki 3 Obat yang Dianggap Bisa Atasi Pandemi

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Senin 18 Oktober 2021, 20:08 WIB
Obat-obat tersebut yakni Molnupiravir dari Merck, AT-527 dari Roche and Athea Pharmaceutical, dan Proxalutamide dari Suzhou Kintor...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya