Rabu 21 Juli 2021, 13:08 WIB

58 Juta Vaksin Sudah Disuntik, Belum Ada Efek Samping Berat

Atalya Puspa | Humaniora
58 Juta Vaksin Sudah Disuntik, Belum Ada Efek Samping Berat

ANTARA /Hendra Nurdiyansyah
Siswa SMP mengikuti vaksinasi COVID-19 di SMP N 8 Yogyakarta, Terban, Yogyakarta, Senin (19/7/2021)

 

Lembaga Survei Indonesia (LSI) dalam risetnya menemukan ada sekitar 80% masyarakat Indonesia yang belum divaksinasi. Adapun, sebanyak 63,6% dari orang yang belum divaksinasi menyatakan bersedia dan 36,4% menyatakan tidak bersedia. Menurut riset LSI tersebut, orang yang tidak bersedia, setengahnya karena alasan vaksin covid-19 takut dengan efek sampingnya.

Menanggapi temuan LSI, Koordinator Komunikasi Publik Komite Penanganan covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Arya Sinulingga, hingga Selasa (20/7) sudah lebih dari 58 juta dosis vaksin yang disuntikkan ke masyarakat dan hingga saat ini belum ditemukan adanya efek samping berat yang dialami oleh penerima vaksin.

Baca juga: 3T Harus Ditingkatkan secara Masif selama PPKM Lanjutan

“Kan sudah jutaan orang yang divaksinasi, namun Komnas KIPI hingga saat ini belum melaporkan adanya penerima vaksin yang mengalami efek samping berat. Itu sudah menjadi bukti kuat bahwa vaksin covid-19 aman,” jelas Arya dalam keterangan resmi, Rabu (21/7).

Terpisah, Ketua Komnas PP Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Hindra Irawan Satari memastikan, tidak ada kasus fatal yang terkait langsung dengan vaksinasi. Menurutnya, gejala pasc vaksinasi merupakan reaksi alamiah tubuh dalam proses membentuk antibodi. Gejala yang kerap terjadi pasca vaksinasi seperti demam, mual, pusing, nyeri otot, ngantuk, kemerahan, hingga gatal. "Tubuh memberikan respons, dia tergugah membentuk kekebalan," ujar Hindra.

Dia menyarankan, untuk mengantisipasi gejala tersebut, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum vaksinasi. "Pastikan dalam keadaan sehat dan bahagia," katanya. Hindra menjamin, vaksin aman bagi masyarakat. Komnas KIPI pun terus memantau, mengkaji, dan merekomendasikan apakah vaksin itu aman atau tidak bagi masyarakat.

"Saat ini lebih baik divaksinasi daripada tidak dan vaksin yang terbaik adalah vaksin yang tersedia ketika kita akan divaksinasi," pungkas dia. (H-3)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Erick Thohir: Indonesia Juga Kembangkan Vaksin BUMN

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 27 Juli 2021, 19:24 WIB
Erick mengatakan bahwa periset Indonesia bisa menjadi mitra pengembangan vaksin BUMN. Sebab SDM Indonesia di sektor riset dinilainya cukup...
Antara/Asep Fathulrahman

Pemerintah Optimistis Capai Target 2 Juta Dosis Vaksin Per Hari

👤Atalya Puspa 🕔Selasa 27 Juli 2021, 19:16 WIB
"Cukup banyak yang sudah disuntikkan. Targetnya kita akan berikan vaksinasi kepada 208,2 juta orang, dari semula 181,5 juta, karena...
Medcom/Christin

Sudah 1.500 Orang Divaksinasi di Sentra Vaksinasi Sinergi Sehat

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 27 Juli 2021, 19:14 WIB
"Setiap harinya kami siapkan 2 ribu dosis vaksin Sinovac dan hingga pada 27 Juli 2021 telah memvaksinasi lebih dari 1.500 orang,"...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Saling Jaga dari Serangan Virus

PANDEMI covid-19 telah berdampak besar bagi warga, terutama bagi mereka yang memiliki penghasilan harian, seperti ojek daring, buruh harian, dan pekerja lepas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya