Selasa 20 Juli 2021, 20:05 WIB

Infeksi Covid-19 saat Hamil Muda Bisa Sebabkan Keguguran

Zubaedah Hanum | Humaniora
Infeksi Covid-19 saat Hamil Muda Bisa Sebabkan Keguguran

CDC
Ilustrasi virus korona.

 

IBU hamil menjadi salah satu populasi rentan terpapar Covid-19. Infeksi penyakit ini bukan hanya berpengaruh pada ibu, tetapi juga pada janin yang dikandungnya. Untuk itu, protokol kesehatan sangat perlu diperhatikan ibu hamil untuk menjaga kesehatan diri dan janin.

“Sebetulnya pencegahan pada ibu hamil ini sama saja dengan pencegahan pada dewasa lainya. Namun, untuk ibu hamil ini harus benar-benar memperhatikan karena yang terserang bukan hanya ibunya sendiri tapi juga ada janin yang dikandungnya,” kata dosen Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran Ida Maryati, SKp, MKep, SpMat, PhD dilansir dari laman Unpad.

Ida menjelaskan, selama kehamilan ada berbagai perubahan yang terjadi pada ibu hamil, termasuk hormonal sehingga menempatkan ibu hamil menjadi kondisi yang rentan. Semakin dini ibu hamil terkena infeksi, semakin besar pula terjadinya risiko keguguran.

Selain keguguran, hal lain yang bisa dialami ibu hamil yang terinfeksi virus Corona adalah terjadinya gawat janin, persalinan prematur, ketuban dini, hingga gangguan pertumbuhan janin.

Untuk mencegahnya, ibu hamil diharapkan dapat menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, seperti sering mencuci tangan, memakai masker dengan benar, serta menjaga jarak dan berupaya untuk tetap di rumah kecuali untuk hal mendesak.

Ibu hamil juga diharapkan rajin berolahraga sesuai kondisi, istirahat cukup, menerapkan etika batuk dan bersin dengan benar, makan dengan gizi seimbang, serta melakukan vaksinasi.

Mencari informasi yang benar dari sumber terpercaya pun penting dilakukan ibu hamil. Informasi ini dapat diperoleh dari tenaga kesehatan atau media kredibel yang isinya dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut Ida, pengetahuan yang dimiliki ibu hamil menjadi salah satu faktor yang menentukan kepatuhan ibu hamil terhadap protokol kesehatan. Semakin baik pengetahuan yang didapat, ibu hamil diyakini akan semakin patuh pada protokol kesehatan.

Selain pengetahuan, faktor lain yang menentukan kepatuhan ibu hamil pada protokol kesehatan adalah sikap, keluarga, dan kondisi sosial.

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia
(IBI), Emy Nurjasmi, mengungkapkan ibu hamil dengan risiko tinggi banyak yang tidak tertangani di rumah sakit saat ini, akibat lonjakan pasien covid-19.
 
Emy mengatakan bidan tidak bisa menangani ibu hamil yang terkena covid-19 sebab berisiko menularkan penyakit. Hal itu sangat meresahkan para bidan mandiri. "Pasien tidak mau periksa di rumah sakit. Sedangkan ibu hamil yang tertular covid-19 termasuk yang berisiko tinggi," katanya.
 
Ante Natal Care                     
Dosen Fkep Unpad Lilis Mamuroh, SPd, SKep, Ners, MMkes mengatakan bahwa protokol kesehatan penting diterapkan dalam Ante Natal Care (ANC) atau pemeriksaan kesehatan kehamilan di fasilitas kesehatan.

Salah satu yang penting diperhatikan dalam ANC di masa pandemi Covid-19 ini adalah perlunya melakukan janji temu atau teleregistrasi melalui media komunikasi dengan petugas kesehatan.

“Ketika akan dilakukan ANC harus dilakukan janji temu dulu dengan petugas kesehatan melalui Teleregistrasi sehingga petugas bisa menanyakan gejala atau faktor riskio yang ada pada ibu,” ujar Lilis.

Alumnus Fkep Unpad Ananda Azaria Zandra, SKep, mengatakan bahwa salah satu yang penting diperhatikan pada kondisi ibu hamil di tengah pandemi adalah mengenai stres. Menghadapi pandemi Covid-19, setiap orang rentan stres, terlebih ibu hamil.

Menurut mahasiswa Program Profesi Keperawatan Unpad tersebut, ibu hamil rentan terkena stres karena adanya perubahan dan gejolak hormon.

“Beberapa contohnya, menurut penelitian, ibu hamil di masa pandemi ini mengalami kecemasan, stres, insomnia, dan depresi,” ujarnya.

Untuk mencegah stres, ibu hamil memerlukan berbagai dukungan. Anada menyebutkan, dukungan tersebut meliputi dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental, dan dukungan informasi.

“Selain dukungan, bisa juga dengan yoga untuk mereduksi stres. Sekalian latihan fisik juga mereduksi stres,” ujar Ananda. (H-2)

Baca Juga

ANTARA/Hafidz Mubarak A

Instruksi Mendagri Tegaskan Mayoritas Jawa dan Bali Masih PPKM Level 4

👤Indriyani Astuti 🕔Selasa 03 Agustus 2021, 08:34 WIB
Provinsi Jakarta dan Banten masih menerapkan PPKM Level 4, kecuali Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, dan Kota Serang yang masuk kategori...
Ist/BIN

BIN Percepat Vaksinasi, Gelar di Ponpes dan Door to Door serta Bagi Sembako

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 03 Agustus 2021, 06:55 WIB
Program vaksinasi Covid-19 door to door atau dari rumah ke rumah dibuat khususnya yang berada di perumahan padat...
ANTARA

Kejayaan Nusantara dari Telaah Arkeoastronomi

👤MI 🕔Selasa 03 Agustus 2021, 06:10 WIB
BERBAGAI kultur budaya dan banyaknya situs candi yang dibangun di Nusantara menunjukkan pada sejak zaman...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Ini Adalah Pekerjaan Kita

POLDA Metro Jaya menggelar program Vaksinasi Merdeka dengan target seluruh warga DKI Jakarta sudah menerima vaksin covid-19 tahap pertama pada 17 Agustus 2021.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya