Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MEREBAKNYA wabah virus korona atau Covid-19 di Tanah Air menuntut semua pihak untuk beradaptasi dengan tuntutan digitalisasi di era Industri 4.0.
Para tenaga pendidik pun harus menyesuaikan segala proses pembelajaran dengan perkembangan zaman era industri 4.0 yang telah menjadikan digitalisasi sangat dominan dalam segala aspek.
Untuk itu, Universitas Islam As-Syafi'iyah (UIA), Program Studi (Prodi) Magister Teknologi Pendidikan (MTP), menggelar webinar Asesmen digital bagi para pengajar dengan tema "Asesmen Pembelajaran Dengan Aplikasi Digital Dalam Pembelajaran Online" pada Rabu (14/7/2021).
Sebagaimana diketahui bahwa Asesmen adalah penilaian pendidikan atau evaluasi pendidikan untuk menyempurnakan program dan meningkatkan pembelajaran siswa.
Kegiatan webinar yang diikuti 113 peserta ini dibuka secara resmi oleh Kaprodi Magister Teknologi Pendidikan Dr. M.Fahri Yasin dan juga dihadiri oleh dosen Prodi Magister Teknologi Pendidikan yang juga Staf Ahli Kemenpora, Dr. Drs. Samsudin, SH., M.Pd sebagai keynote speaker.
Pemateri inti dalam acara ini diisi dosen Prodi MTP yang mengampu mata kuliah asesmen Pendidikan, yakni Dr. Khasanah, M.Pd. sekaligus memimpim permainan asesmen dengan aplikasi Kahoot.
Dosen Prodi Magister Teknologi Pendidikan yang juga Staf Ahli Kemenpora, Dr. Drs. Samsudin, SH., M.Pd mengatakan webinar Asesmen Pembelajaran Dengan Aplikasi Digital Dalam Pembelajaran Online yang digelar Universitas Islam As-Syafi'iyah sangat bagus.
Menurut Samsudin, asesmen digital menuntut kemampuan tenaga pendidik agar mampu menyesuaikan segala proses pembelajaran dengan perkembangan zaman industri 4.0.
"Terkait dengan asesmen digital bagi para mengajar yang dilaksanakan oleh Universitas Islam As-Syafi'iyah khususnya program studi magister teknologi pendidikan, gelaran acara ini sangat bagus sekali,” jelasnya.
“ Karena menuntut kemampuan tenaga pendidik agar mampu menyesuaikan segala proses pembelajaran dengan perkembangan zaman industri 4.0, di mana di dalam perkembangan zaman era industri 4.0 ini dituntut bahwa peranan digitalisasi itu sangat dominan dalam segala aspek terutama para pendidik," kata Samsudin.
"Sekarang sudah bukan lagi era manual dalam mengajar, sudah era online, dalam mengevaluasi pun harus online dan itu harus mempergunakan aplikasi aplikasi digital, dituntut kemampuan IT yang baik, untuk itu kalau tenaga pendidik guru pengajar tidak bisa menyesuaikan maka akan tertinggal," sambungnya.
Samsudin juga menegaskan, pandemi yang menghantam Indonesia juga memaksa semua orang harus memyesuaikan, khususnya para pendidik agar lebih mengedepankan pengetahuan dalam dunia digitalisasi.
"Terlebih lagi sekarang ini era pandemik maka mutlak adanya meningkatkan kemampuan diri dalam pengetahuan digitalisasi dan harus dimiliki dengan sebaik-baiknya oleh para pendidik," tegasnya.
"Saya sangat mengapresiasi sekali kepada program magister teknologi pendidikan Universitas Islam As-Syafi'iyah untuk ini diharapkan diadakan bukan hanya sekali tetapi diadakan secara kontinu agar kontribusi terhadap para pendidik meningkatkan kemampuan digitalisasi nya semakin lama semakin baik," ujarnya.
Sementara itu, Dosen MTP Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UIA, Dr. Khasanah, M.Pd mengungkapkan bahwa, webinar ini mengajak semua orang khususnya para pendidik untuk beradaptasi dengan tuntutan era Industri 4.0.
Selain itu, para pendidik juga mampu menggunakan asesmen berbasis digital dengan kondisi anak didik yang dilahirkan di zaman gen Z ini. Dengan ini maka anak-anak tidak bosan mengikuti asesmen yang dilaksanakan oleh guru.
"Bukan anak didik yang tidak mampu menjawab soal tes, tapi terkadang suasana tes atau lingkungan asesmen yang tidak menarik yang buat anak malas. Di era digital ini guru harus mulai melakukan asesment berbasis digital sebagai solusi pembelajaran online yang menjenuhkan," jelasnya.
Selain itu, acara ini juga diramaikan oleh guru sekaligus mahasiswa di MTP UIA yang lahir di zaman digital, yakni Agita Violy dan Ahmad Ridho. (RO/OL-09)
Mitigasi lewat pendekatan sosial kemasyarakatan ini bisa menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun ketangguhan desa menghadapi bencana.
Penguatan kompetensi dan sistem perlindungan bagi mahasiswa yang melakukan kegiatan kerja di luar negeri harus terus ditingkatkan.
Peserta juga diajak mengeksplorasi cara memanfaatkan kertas daur ulang sebagai media artistik seperti ilustrasi, kartu ucapan, kemasan kreatif, dan karya dekoratif.
Kunjungan akademik ini menjadi langkah strategis Universitas LIA dalam memperkuat jejaring internasional dan memberikan pengalaman global bagi sivitas akademika.
MIU kini menaungi puluhan ribu mahasiswa dari lebih 130 negara, dengan cabang di berbagai kawasan dunia.
Pengurus Pusat Himpunan Sarjana Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia (PP Hispisi) kembali menggelar rangkaian kegiatan International Conference
Inovasi ini dirancang khusus untuk membantu menurunkan stres psikologis pada penderita hipertensi, sebuah faktor yang sering terabaikan dalam penanganan tekanan darah tinggi.
Permendiktisaintek 52/2025 dibuat untuk memberikan kepastian hukum agar profesi, karier, dan penghasilan dosen dalam satu kerangka kebijakan yang terpadu.
PEMERINTAH akan melakukan audit lingkungan terhadap lebih dari 100 unit usaha di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh sebagai bagian dari evaluasi persetujuan lingkungan pascabencana.
Perempuan bukan sekadar figur pasif dalam sejarah seni, melainkan pusat resonansi estetika dan pemikiran
Polres Bungo, Polda Jambi masih mengungkap kasus kematian Erni Yulianti, dosen yang dibunuh Bripda Waldi. Bripda Waldi menggunakan rambut palsu saat berupaya menghilangkan jejak
Dosen perguruan tinggi perlu memiliki kemampuan daya saing global agar mampu meningkatkan kualitas perguruan tinggi serta berkompetisi dalam skala internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved