Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK memenuhi kebutuhan oksigen di dalam negeri di tengah naiknya angka kasus covid-19, Sinar Mas bekerja sama dengan Temasek Foundation dan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Singapura mendatangkan 1.000 oxygen concentrator.
Bantuan tersebut ditujukan kepada Kementerian Kesehatan RI untuk nantinya disebar ke rumah sakit dan fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.
Kontribusi Sinar Mas itu diharapkan bisa membantu upaya pemerintah dalam menanggulangi pandemi covid-19 di Tanah Air.
Baca juga: Besok, Jokowi akan Luncurkan Paket Obat Covid-19 Gratis
Apalagi sebelumnya Sinar Mas juga telah melakukan donasi lebih dari 1.200 ton oksigen setiap bulan melalui Asia Pulp & Paper Sinar Mas untuk memenuhi kebutuhan oksigen pasien covid-19 di sejumlah daerah.
Oxygen concentrator adalah alat guna memproduksi oksigen murni dari udara bebas yang dapat mendistribusikannya langsung kepada penggunanya, dalam hal ini pasien covid-19 .
“Solidaritas antarnegara dan sesama entitas bisnis melatarbelakangi donasi oxygen concentrator yang kami lakukan melalui Yayasan Temasek, dengan dukungan kedutaan besar kita di Singapura. Kami harapkan, inisiatif ini dapat membantu bangsa Indonesia menghadapi lonjakan angka covid-19, sekaligus menggugah perusahaan lain untuk turut bergabung memberikan bantuan,” kata Managing Director Sinar Mas Saleh Husin.
Menurutnya, Sinar Mas memang melakukan berbagai upaya untuk berkontribusi dalam penanganan pandemi covid-19, namun itu belum cukup. Ia mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama membantu upaya pemerintah.
“Kita perlu kebersamaan, bersatu menekan penyebaran covid-19, dan tidak lupa mendoakan sahabat, rekan kita yang sedang berjuang melawan sakit,” tambah Saleh Husin.
Pimpinan Yayasan Temasek International Jennie Chua menyebut kemunculan varian covid-19 yang lebih menular memerlukan kerja sama dan dukungan cepat semua pihak, baik di Indonesia maupun Singapura, dalam upaya mengatasi wabah ini.
Sejak awal, bersama-sama dengan KBRI Singapura, pihaknya telah bekerja sama untuk menyalurkan berbagai macam bantuan penanganan covid-19 di Indonesia.
“Yayasan Temasek dan KBRI Singapura bersama dengan Kementerian Luar Negeri Singapura memfasilitasi kerja sama dan kolaborasi berbagai pihak baik di Indonesia dan Singapura dalam upaya cepat membantu Indonesia mengatasi situasi pandemi saat ini,” tutupnya.
Apresiasi dan dukungan nyata juga diberikan KBRI Singapura terhadap semua pihak yang turut serta membantu donasi oxygen concentrators ke Indonesia.
Duta Besar RI untuk Singapura Suryopratomo menyebut peran perusahaan swasta di Indonesia dan Singapura dalam menggalang donasi ini merupakan wujud hubungan persahabatan yang baik antara kedua negara.
“Singapura menunjukkan sebagai sahabat sejati bagi Indonesia. Bukan hanya pemerintah Singapura yang begitu cepat memberikan bantuan tetapi juga perusahaan serta masyarakat Singapura,” tutup Suryopratomo. (RO/OL-1)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Sejak jutaan tahun lalu, rotasi Bumi terus mengalami perlambatan. Perlambatan ini terjadi akibat tarikan gravitasi Bulan yang menciptakan gaya pasang surut, berfungsi seperti rem alami.
Atmosfer Bumi tidak selalu kaya oksigen seperti saat ini. Sekitar 3 miliar tahun lalu, hampir tidak ada oksigen bebas di udara.
Keterlambatan penanganan penyakit pneumonia pada bayi bisa menyebabkan bayi kekurangan oksigen dalam waktu lama dan kondisi ini mempengaruhi perkembangan otaknya.
Hasil interaksi radiasi dengan es, seperti yang ditemukan di Europa atau Ganymede (bulan Jupiter), yang menghasilkan sedikit oksigen di permukaan, tetapi tidak membentuk atmosfer layak huni.
Bukti geologi menunjukkan bahwa sekitar 2,4 miliar tahun yang lalu, Bumi mulai mengalami peningkatan kadar oksigen di atmosfer.
Selama miliaran tahun pertama, atmosfer di Bumi hampir tanpa oksigen. Padahal, makhluk penghasil oksigen telah hidup di lautan purba.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved