Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) meminta pemerintah untuk terus melakukan sosialisasi dan edukasi terkait vaksinasi anak. Pasalnya, masih ada orang tua yang khawatir terhadap program tersebut.
"Perlu sosialisasi dan edukasi manfaat vaksinasi anak terhadap orang tua, yang dapat dilakukan oleh Kemenkes, Kemendikbudristek, Kemenag, Pemda, Sekolah, Wali Kelas, dan media massa, misalnya melalui iklan layanan masyarakat agar menarik minat orang tua anaknya divaksinasi," ungkap Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim dalam pemaparan hasil survei, Minggu (11/7).
Baca juga: Presiden Ajak Masyarakat Berdoa Pandemi Segera Berakhir
Menurutnya, pemerintah wajib menggandeng organisasi Komite Sekolah atau Persatuan Orang Tua Murid dan Guru (POMG). Hal itu sangat penting agar informasi benar-benar bisa dipahami semua orang tua.
"Sosialisasi berisi informasi tentang bagaimana prosedur atau teknis vaksinasi siswa, syaratnya, bagaimana cara pendaftarannya, dimana tempat vaksinasi, dan lainnya. Informasi tersebut harus disampaikan kepada orang tua secara jelas dan komprehensif," imbuhnya.
Rekomendasi P2G tersebut disampaikan setelah hasil survei mencatat 23,5% orang tua tidak setuju dan 13,2% ragu-ragu anaknya divaksinasi. Sedangkan sebanyak 63,3% orang tua lainnya setuju. Angka tersebut menunjukan masih banyak yang tidak setuju, padahal dalam upaya mewujudkan herd community di lingkungan sekolah setidaknya 70% warganya divaksinasi.
P2G juga mminta sekolah-sekolah proaktif berkoordinasi dengan lembaga terkait seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan untuk penjadwalan vaksinasi siswa. Sekolah dapat juga berinisiatif membangun kerja sama dengan organisasi Ikatan Alumni/Organisasi sosial masyarakat/BUMN/pihak swasta dalam menyelenggarakan vaksinasi gratis bagi anak secara mandiri.
"Inisiatif vaksinasi mandiri oleh sekolah dapat menjadi solusi sederhana. Tentu tetap dalam pengawasan pemda. Contohnya beberapa sekolah swasta dan negeri di DKI Jakarta melakukan kerja sama inisiasi bersama dengan organisasi alumni, organisasi masyarakat, dan BUMN," jelasnya.
Baca juga: Vaksinasi Harian Tak Konsisten, Pakar: Pemerintah Belum Siap PTM
Untuk vaksinasi siswa, guru, tendik, P2G meminta dapat dijamin persediaannya dan bersifat gratis dari pemerintah. Walaupun sudah ada vaksin gotong-royong yang bersifat komersil, vaksin harus tetap gratis dan jangan sampai sekolah memperdagangkan vaksin anak kepada orang tua nanti.
Lebih lanjut, P2G mengusulkan agar sekolah yang menggelar PTM Terbatas dapat melibatkan siswanya untuk hadir di sekolah dengan syarat sudah divaksinasi. Bagi siswa orang tua yang menolak vaksinasi, sementara akses mendapatkan vaksin sudah bisa diperoleh dan/atau sekolah sudah menyelenggarakan proses vaksinasi, maka siswa disarankan mengikuti pembelajaran dengan moda daring (PJJ) sebagai konsekuensi.
"Bagi P2G, minimal ada 4 indikator mutlak sekolah bisa dimulai tatap muka, yaitu tuntasnya vaksinasi guru, tenaga kependidikan, dan siswa. Kemudian sekolah sudah memenuhi semua Daftar Periksa kesiapan sekolah tatap muka, yang berisi 11 item yang dilanjutkan oleh asesmen kelayakan oleh Pemda. Pemetaan Pemda terkait sebaran covid-19 di daerahnya, termasuk angka positivity rate harus di bawah 5% sesuai rekomendasi WHO. Dan izin dari orang tua siswa yang bersifat personal bukan perwakilan organisasi Komite Sekolah," tuturnya.
Bagi daerah yang berada di zona hijau dan memiliki banyak kendala PJJ online seperti akses internet, listrik, kepemilikan gawai, maka direkomendasikan melaksanakan PTM Terbatas. Asalkan memenuhi syarat sesuai Buku Panduan Pembelajaran Tatap Muka yang dibuat Kemendikbudristek dan Kemenag. (H-3)
Influenza atau yang lebih akrab dikenal sebagai flu sering kali dianggap remeh sebagai gangguan pernapasan biasa.
Daya tular campak cukup tinggi, mirip dengan covid-19. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus selama 4 hari sebelum dan sesudah gejala muncul.
Jemaah haji perlu memahami manfaat kesehatan jangka panjang dari vaksinasi, bukan sekadar memenuhinya sebagai syarat administrasi.
Data Kementerian Agama menunjukkan bahwa lebih dari 22% jemaah haji Indonesia pada 2025 merupakan kelompok lansia, dan mayoritas membawa penyakit komorbid.
Orang yang hidup dengan HIV (ODHA) memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi menular seksual (IMS). Selain berdampak langsung pada kesehatan.
Dalam kondisi hujan, tingkat kelembapan tinggi, dan suhu tinggi, melakukan aktivitas fisik di tempat terbuka meningkatkan peluang terserang penyakit.
Pada kelompok balita dan anak prasekolah usia 1-6 tahun, karies gigi ditemukan pada 31 persen anak atau sekitar satu dari tiga anak.
Satu dari lima remaja Indonesia mengalami tekanan darah di atas normal. Kondisi ini membuka jalan bagi hipertensi dan penyakit kronis di usia produktif.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengeluhkan harga tiket pesawat yang mahal untuk menuju titik bencana di Sumatra dan Aceh.
KEMENTERIAN Kesehatan memasuki tahap lanjutan penanganan bencana Aceh Sumatra dengan fokus pada pemulihan layanan kesehatan primer melalui puskesmas di wilayah terdampak.
KEPALA Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman menyampaikan prevalensi kusta di Indonesia sampai saat ini sebesar 0,91/10.000 di ratusan daerah.
Pemerintah memperluas imunisasi heksavalen melalui penguatan Program Imunisasi Nasional. Imunisasi terbukti efektif melindungi anak dari penyakit menular berbahaya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved